Hari Santri 2026, Sidrap Mantapkan Langkah sebagai Lumbung Penghafal Al-Qur’an
- account_circle Uterus
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memantapkan langkah sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an melalui pembinaan generasi santri.
Upaya tersebut tercermin dalam Malam Puncak Hari Santri 2026 yang dirangkaikan dengan Kemah Kerukunan, Pentas Seni, dan Khatamul Quran di Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa malam (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa malam (20/10/2026), dihadiri Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama ribuan santri.
Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bunyamin M. Yafid, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, serta perwakilan Forkopimda lainnya.
Hadir pula jajaran instansi vertikal, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, ulama, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi kolaborasi Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan pihak terkait yang menggabungkan sejumlah kegiatan tersebut dalam satu rangkaian peringatan Hari Santri.
Menurutnya, para santri merupakan modal besar bagi masa depan Sidrap, terutama dalam membangun generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu umum.
Syaharuddin menyebut jumlah santri di pondok pesantren di Sidrap mencapai sekitar 4.600 orang. Sementara itu, santri pondok tahfiz dan rumah tahfiz diperkirakan mencapai 7.000 orang. Dengan demikian, total santri di Sidrap diperkirakan sekitar 12.000 orang.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Santri adalah sebuah modal besar bagi Kabupaten Sidrap,” ujarnya.
Bupati juga memotivasi para santri agar menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bekal meraih cita-cita dan berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk kepolisian, TNI, dan kedokteran.
Ia berpesan agar santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi sehingga dapat menyampaikan pengetahuan dan dakwah kepada masyarakat.
“Jangan hanya pelajari ilmunya, tapi berusaha menguasai ilmu retorikanya, agar ilmu yang dipelajari, satu ayat bisa disampaikan secara umum. Ballighu Anni Walau Ayah. Kalau pemahaman agama kita bagus, saya yakin itu menjadi modal dunia akhirat,” pesannya.
Untuk memperkuat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an, Syaharuddin mengungkapkan rencana menggelar kegiatan serupa dengan skala lebih besar pada 2027 di Kecamatan Panca Lautang.
Ia menargetkan dapat menghimpun 12.000 penghafal Al-Qur’an dalam kegiatan yang akan dirangkaikan dengan pentas seni, Khatamul Quran, lomba dai, dan berbagai perlombaan lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, Fitriadi, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 telah berlangsung sejak malam sebelumnya.
“Kegiatan meliputi kemah kerukunan dan pentas seni,” sebutnya.
Ia menyampaikan, peserta nonmuslim turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Fitriadi juga melaporkan, sebanyak 1.022 santri dari pondok pesantren dan rumah tahfiz di Kabupaten Sidrap dijadwalkan mengikuti wisuda tahfiz Al-Qur’an dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian peringatan Hari Santri masih berlanjut pada Rabu malam dengan pawai lampion dan akan ditutup melalui upacara Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Sidrap. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar