Pemkot Pagar Alam Studi Tiru ke Sidrap, Pelajari Produksi Telur dan Ketahanan Pangan
- account_circle Iful -
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 186
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan, dalam rangka studi tiru pengembangan produksi dan distribusi telur konsumsi, Senin (4/8/2025).
Kunjungan diterima langsung oleh Wakil Bupati Sidrap, Hj. Nurkanaah, di Ruang Rapat Bupati, Lantai III Kantor Bupati Sidrap. Rombongan tamu dipimpin Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Ber tha, didampingi Staf Ahli Wali Kota Dedy Suryadi Lagoan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Jefri Zulfikar, serta Kabid Dinas Pertanian Desy Rahmawati.
Turut mendampingi Wabup Sidrap dalam pertemuan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Iqbal, Kadis Peternakan Suharya Angriani, Kabag Kerja Sama Andi Besse, dan Kabag Perekonomian Rimba.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pagar Alam menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkab Sidrap, seraya menegaskan bahwa Sidrap telah lama dikenal sebagai sentra produksi telur ayam ras terbesar di Indonesia Timur.
“Sidrap merupakan penopang kebutuhan protein hewani bagi wilayah Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. Kami ingin belajar bagaimana Sidrap mengelola sektor ini secara efektif,” ujar Hj. Bertha.
Ia menyebutkan, fokus kunjungan ini adalah mempelajari praktik unggulan dalam budidaya ayam petelur, efisiensi produksi, sistem manajemen kandang, distribusi hasil produksi, serta strategi stabilisasi harga dan pasokan telur.
“Kami berharap kunjungan ini membuka ruang kolaborasi antardaerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menyambut baik tujuan kunjungan tersebut dan memaparkan sejarah panjang peternakan ayam petelur di Sidrap yang dimulai sejak era 1980-an, dengan Kecamatan Tanete sebagai pelopor.
“Kini peternakan ayam petelur tersebar di seluruh wilayah Sidrap dan menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat. Populasi ayam petelur saat ini mencapai 4,5 hingga 4,8 juta ekor,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor peternakan sempat terdampak wabah flu burung, namun kini telah bangkit dan beradaptasi melalui penerapan teknologi kandang tertutup (closed house) yang lebih higienis dan efisien.
Selain ayam petelur, Nurkanaah juga memaparkan potensi pengembangan peternakan ayam broiler dan bebek, khususnya untuk mendukung kuliner khas Sidrap seperti bebek palekko.
“Kebutuhan bebek di rumah makan Sidrap bisa mencapai 5.000 ekor per hari. Sayangnya, sebagian besar masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, kami mulai menggencarkan bantuan bibit bebek untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa beternak sendiri,” terangnya.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan, rombongan Pemerintah Kota Pagar Alam dijadwalkan meninjau langsung salah satu peternakan ayam petelur yang menjadi percontohan di Kabupaten Sidrap.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama strategis antara kedua daerah dalam pengembangan sektor peternakan dan peningkatan ketahanan pangan nasional. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar