Pemkab Malinau Studi Tiru Pertanian Modern di Sidrap, Pelajari IP 300 hingga Teknologi Tanam
- account_circle Iful -
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dalam rangka mempelajari keunggulan sektor pertanian, khususnya penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan sistem olah tanam modern.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, yang turut hadir pada kegiatan penanaman perdana Advance Agriculture System di Kelurahan Majelling, Sabtu (25/4/2026).
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah menyambut hangat rombongan dari Kalimantan Utara. Dalam sambutannya, Syaharuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sidrap sebagai lokasi pembelajaran sektor pertanian.
“Selamat datang di Kabupaten Sidrap. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan bersinergi demi kemajuan sektor pertanian di daerah kita masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Sidrap dalam mendorong produktivitas pertanian tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan petani, termasuk penerapan pola tanam intensif seperti IP 300 yang memungkinkan panen hingga tiga kali dalam setahun.
Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali praktik terbaik yang dapat diadopsi di daerahnya, terutama bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Kami datang untuk mempelajari keunggulan yang ada di Sidrap. Apa yang kami dapatkan di sini akan kami bawa dan sampaikan kepada masyarakat kami, khususnya di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Ia berharap, keberhasilan yang telah dicapai petani Sidrap bersama pemerintah daerah dapat menjadi inspirasi dan diterapkan di Kabupaten Malinau.
“Paling tidak, kami mendapatkan pengalaman baru terkait sistem olah tanam modern yang bisa kami kembangkan di daerah kami,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian di Indonesia. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar