PKM DPPM Kemdiktisaintek Dorong Peningkatan Kualitas Gula Aren di Tapong
- account_circle Basir
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID– Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing gula aren terus dilakukan di Kabupaten Enrekang. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), masyarakat Desa Tapong mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha gula aren yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan warga.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) itu mengusung tema “Peningkatan Produktivitas dan Mutu Gula Aren Melalui Penerapan Teknologi Evaporator Vakum, Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan, dan Pemasaran Digital di Desa Tapong Enrekang.”
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produk gula aren, mulai dari proses produksi, pengendalian mutu, pengemasan, hingga pemasaran.
Selama ini, para pengrajin masih menghadapi sejumlah kendala, seperti proses pengolahan yang belum maksimal, kualitas produk yang belum seragam, serta keterbatasan dalam memasarkan hasil produksi ke pasar yang lebih luas.
Pada kegiatan tersebut, tim PKM memberikan pelatihan penggunaan teknologi evaporator vakum yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengolahan nira aren menjadi gula aren dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan terkait penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan dan pengendalian mutu agar produk yang dihasilkan memiliki standar yang lebih konsisten.
Tidak hanya itu, para pelaku usaha juga dibekali pengetahuan mengenai pencatatan keuangan, perencanaan usaha, serta pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Materi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola usaha secara lebih profesional dan memperluas jaringan pemasaran produk mereka.
Di bidang pengemasan, peserta memperoleh pelatihan inovasi kemasan dan branding guna meningkatkan nilai jual gula aren. Kemasan yang menarik dan ramah lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat konsumen sekaligus memperkuat identitas produk lokal.
Tim pelaksana PKM menyebutkan bahwa pengembangan usaha gula aren tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung dengan penguasaan teknologi, manajemen usaha yang baik, dan strategi pemasaran yang tepat.
Masyarakat Desa Tapong menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Mereka berharap pendampingan yang diberikan dapat terus berlanjut sehingga usaha gula aren yang selama ini dikelola secara tradisional dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Melalui program ini, Desa Tapong diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra produksi gula aren unggulan di Kabupaten Enrekang, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang lebih modern dan berkelanjutan.(Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar