Siapkan Musim Tanam Desember–Maret, Sidrap Petakan Pembenahan Irigasi
- account_circle Uterus
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memetakan kebutuhan pembenahan jaringan irigasi untuk memastikan kelancaran pengairan pada musim tanam Desember 2026 hingga Maret 2027.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga produksi pertanian sekaligus mendorong peningkatan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare.
Pemetaan tersebut dibahas dalam Rapat Pleno dan Rapat Koordinasi Komisi Irigasi Kabupaten Sidrap Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Aula Saromase, Rabu (28/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Firdaus, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, dan Kepala Bapperida Herwin.
Turut hadir para camat, kepala UPTD pengairan, koordinator penyuluh pertanian, kelompok tani, anggota Komisi Irigasi Kabupaten Sidrap, serta unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Syaharuddin meminta seluruh pihak terkait mengidentifikasi kebutuhan pembenahan jaringan irigasi dan memastikan kesiapan pengairan sebelum musim tanam berlangsung.
Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi air lebih optimal, terutama setelah Sidrap menghadapi kemarau panjang akibat El Niño.
“Untuk musim tanam Desember, Januari, Februari, Maret kita kejar bagus dan kita harus ikhlas, kita naik kelas. Bukan enam ton, tetapi target kita 10 ton per hektare di semua hamparan sawah kita,” tegasnya.
Menurut Syaharuddin, kemarau yang berlangsung lebih dari empat bulan menjadi tantangan sekaligus pelajaran penting dalam pengelolaan pertanian. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama petani dan jajaran terkait memperkuat kerja sama untuk menjaga produksi.
Ia mengapresiasi peran Dinas PSDA dan Dinas TPHPKP (Pertanian) dalam mendukung pengairan melalui program Listrik Masuk Sawah serta pemanfaatan sumur bor. “Secara keseluruhan, Sidrap naik hasil pertaniannya karena kerja sama kita semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Firdaus, mengingatkan bahwa kondisi kekeringan masih perlu diwaspadai. Berdasarkan prediksi BMKG, sebutnya, musim hujan diperkirakan terjadi pada awal Desember atau paling cepat akhir November.
“Karena itu pemantauan ketersediaan air dan kesiapan jaringan irigasi tetap diperlukan untuk mendukung pelaksanaan rencana tata tanam secara serentak di seluruh wilayah Sidrap,” tuturnya.
Ia juga menyatakan kesiapan pihak Bakai membantu pemantauan ketersediaan air dan kelancaran pengaliran agar kebutuhan pengairan petani dapat terpenuhi. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar