Sinergi Kemenhaj–KBIHU An-Nur Group, Ratusan CJH Sidrap Siap Menuju Tanah Suci
- account_circle Uterus
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar

KABARKITA.CO.ID, SIDRAP — Suasana Masjid Raya Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, dipenuhi ratusan calon jamaah haji reguler saat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) An-Nur Group menggelar manasik haji terintegrasi tingkat kecamatan, Kamis, 12 Februari 2026.
Sebanyak 195 calon jamaah haji reguler yang terdaftar melalui Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sidrap mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Manasik ini menjadi bagian penting dalam pembekalan sebelum para jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Kemenag RI, H. Bunyamin Yapid, Lc., MH, yang juga merupakan Pimpinan KBIHU An-Nur Group. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kini telah hadir kementerian khusus yang menangani urusan haji dan umroh, termasuk di daerah.
“Dulu saat masih di bawah Kemenag, hanya ada seksi haji dan umroh yang menangani. Sekarang sudah menjadi kepala kantor Kementerian Haji dan Umroh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dengan Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj), diharapkan pelayanan terhadap jamaah semakin optimal. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kesuksesan pelaksanaan ibadah tetap kembali kepada kesiapan dan kesungguhan masing-masing jamaah.
Bunyamin juga berpesan agar para calon jamaah menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan tertib, khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sidrap, Syairin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sidrap tahun ini tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 dan 40. Kloter 2 terdiri dari 387 jamaah, sedangkan Kloter 40 berjumlah 364 jamaah.
“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan kuota 750 jamaah. Tahun lalu hanya 259 jamaah. Daftar tunggu kita saat ini mencapai 10 ribu jamaah dengan estimasi waktu tunggu sekitar 20 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah daftar tunggu menunjukkan besarnya minat masyarakat Sidrap untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, manasik menjadi momen krusial untuk memastikan seluruh jamaah memahami tata cara ibadah secara benar dan siap secara mental maupun fisik.
Kegiatan manasik yang berlangsung khidmat tersebut diharapkan mampu membekali para calon jamaah dengan pemahaman yang matang, sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar