Dari Arafah ke Mina, Jamaah Haji An-Nur Maarif Khusyuk Jalankan Prosesi Lempar Jamarat
- account_circle Uterus
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEKKAH — Jamaah haji khusus An-Nur Maarif saat ini tengah berada di Mina, Arab Saudi, untuk melaksanakan lempar jamarat pada hari kedua Tasyrik sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Prosesi tersebut dilaksanakan setelah seluruh jamaah menyelesaikan puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah, kemudian bermalam atau mabit di Muzdalifah sebelum bergerak menuju Mina.
Pembimbing haji, Ustaz Rahmat, Kamis (28/5/2026), menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi baik dan fokus menjalankan rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat Islam.
“Alhamdulillah seluruh jamaah kini berada di Mina untuk melaksanakan lempar jamarat hari kedua. Ini merupakan bagian penting dari prosesi ibadah haji setelah wukuf di Arafah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan ibadah di Mina, jamaah melempar tiga jamarat, yakni Jamarat Ula, Wustha, dan Aqabah, sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT.
Setelah menyelesaikan rangkaian lempar jamarat dan mabit di Mina, jamaah dijadwalkan kembali ke hotel transit di Mekkah untuk melanjutkan ibadah thawaf ifadah, sa’i, serta memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Selain memperdalam ibadah spiritual di Kota Suci Mekkah, jamaah juga akan mengikuti ziarah kota mengunjungi sejumlah tempat bersejarah Islam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah Al-Munawwarah.
Di Madinah, jamaah akan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah, serta mengunjungi sejumlah situs sejarah perjuangan Rasulullah SAW sebagai bagian dari pendalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.
Perjalanan ibadah haji jamaah An-Nur Maarif dijadwalkan berakhir pada pertengahan Juni 2026 dengan rute kepulangan Madinah–Mumbai–Jakarta sebelum kembali ke Makassar.
Momentum ibadah haji ini diharapkan menjadi sarana penyucian diri, peningkatan keimanan, serta mempererat hubungan spiritual jamaah kepada Allah SWT setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar