Satu Tahun Kerja Nyata, Syaharuddin Alrif Bawa Sidrap Bangkit dan Melaju Kencang
- account_circle Iful -
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Setahun kepemimpinan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, menghadirkan perubahan nyata yang tak lagi sebatas data, tetapi telah menjelma menjadi denyut kehidupan masyarakat.
Di hadapan ribuan jemaah, suasana haru sempat menyelimuti saat capaian pembangunan dipaparkan. Bukan sekadar angka yang terdengar, melainkan realitas yang dirasakan langsung—dari sawah, kandang ternak, hingga pelaku usaha kecil di pelosok desa.
Dalam kurun waktu satu tahun, Sidrap mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,49, pertumbuhan ekonomi 7,71 persen—tertinggi di Sulawesi Selatan, serta angka kemiskinan yang berhasil ditekan hingga 4,91 persen.
Capaian tersebut ditopang sektor unggulan daerah. Program pertanian IP300 mendorong lonjakan produksi padi dan jagung, sementara sektor peternakan menunjukkan tren positif melalui target lumbung telur 10 juta butir yang kian mendekati realisasi.
Bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak, pertumbuhan ini bukan sekadar laporan—melainkan perubahan yang mereka rasakan setiap hari.
“Ekonomi Sidrap tumbuh dari kerja keras masyarakat—petani, peternak, dan pelaku UMKM. Bukan dari hal-hal negatif seperti yang selama ini disalahpahami,” tegas Syaharuddin, menepis stigma lama yang sempat melekat pada daerahnya.
Namun, di balik capaian tersebut, ia tidak menutup mata terhadap keterbatasan. APBD Sidrap diakuinya belum cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan.
Sebagai respons, strategi “jemput bola” menjadi kunci. Pemerintah daerah aktif membangun komunikasi dan melobi pemerintah provinsi hingga pusat guna menghadirkan tambahan anggaran.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak semua program bisa kita wujudkan. Karena itu, kami intens berkoordinasi dengan provinsi dan pusat agar program prioritas tetap berjalan,” ujarnya.
Strategi ini terbukti efektif mempercepat pembangunan di berbagai sektor—mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gaya kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan menjadi ciri khas Syaharuddin. Ia mengungkapkan sekitar 60 persen waktunya dihabiskan di tengah masyarakat, menjangkau 11 kecamatan, sementara sisanya untuk urusan administratif.
Pendekatan ini membuat kebijakan lebih presisi, karena lahir dari aspirasi langsung, bukan sekadar laporan di atas meja. Bahkan, pelayanan administrasi tetap berjalan tanpa sekat, termasuk penandatanganan dokumen yang dilakukan di mana saja.
Sejumlah program prioritas pun telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, di antaranya BPJS gratis, pupuk lancar, listrik masuk sawah, pembangunan jalan, penguatan UMKM, stabilitas harga komoditas, hingga pemberdayaan generasi muda dan milenial.
Bagi Syaharuddin, capaian setahun ini baru permulaan. Ia menargetkan di akhir masa jabatannya, Sidrap mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dan peningkatan pendapatan masyarakat secara signifikan.
“Di penghujung masa jabatan nanti, saya ingin melihat masyarakat Sidrap benar-benar sejahtera, ekonomi meningkat, dan semua merasakan hasil pembangunan,” tegasnya.
Dengan kombinasi kerja lapangan, kolaborasi lintas pemerintahan, dan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, Sidrap kini melangkah keluar dari stigma menuju daerah yang maju, produktif, dan berdaya saing tinggi. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar