Menag RI Disambut Meriah di Sidrap, Bupati Tegaskan Komitmen Jadi Lumbung Nasional
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
- visibility 220
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, mendapat sambutan hangat dan penuh antusias dari Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Bumi Nene Mallomo, Jumat (25/7/2025).
Kegiatan berlangsung di Villa Annur, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu—kediaman staf ahli Menag RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H—yang menjadi lokasi jamuan makan malam untuk menyambut rombongan Menteri Agama.
Turut hadir dalam rombongan, Penasehat DWP Kementerian Agama RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, S.Sos., M.Si, serta sejumlah pejabat dari Kemenag Pusat.
Kehadiran Prof. Nasaruddin Umar disambut penuh haru oleh masyarakat, sebagai wujud kecintaan kepada tokoh nasional yang juga ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kunjungan Menteri Agama RI ke daerahnya.

“Selamat datang kembali di Bumi Nene Mallomo. Kami bersyukur dan merasa sangat terhormat atas kehadiran Bapak Menteri,” ujar Bupati Syaharuddin.
Dalam sambutannya, Bupati juga memaparkan berbagai capaian strategis Kabupaten Sidrap, khususnya di sektor pangan dan keagamaan. Ia menegaskan bahwa Sidrap menargetkan menjadi salah satu lumbung nasional dalam berbagai sektor.
“Sidrap saat ini mampu memanen hingga 350 ribu ton gabah dalam sekali panen. Kami menargetkan satu juta ton gabah per tahun melalui tiga kali panen, dengan nilai ekonomi mencapai Rp7,1 triliun. Ini tentu tak lepas dari keberkahan dan doa para guru serta ulama,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, Bupati menegaskan komitmen daerah dalam membangun kekuatan spiritual dan pendidikan keagamaan. Saat ini, Sidrap memiliki 89 rumah tahfidz, 19 pondok pesantren, dan tengah mendorong penambahan madrasah serta fasilitas keislaman lainnya.
“Kami ingin Sidrap bukan hanya menjadi lumbung beras, telur, dan energi terbarukan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya para penghafal Al-Qur’an dan ulama nasional,” tambah Syaharuddin.
Menanggapi hal itu, Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, mengapresiasi semangat dan komitmen Pemkab Sidrap. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ikhtiar lahiriah dan spiritual dalam membangun bangsa.
“Rezeki tidak hanya datang dari teknologi dan pertanian modern, tapi juga dari kekuatan doa dan ketulusan batin. Buka semua pintu langit, karena rezeki dari langit itu seperti hujan yang menghidupkan bumi,” tuturnya.
Menag juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan keagamaan sebagai fondasi moral bangsa, dan mendukung inisiatif Sidrap dalam mengembangkan madrasah dan pesantren.
Usai silaturahmi di Sidrap, Menteri Agama beserta rombongan dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Wajo guna menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren As’Adiyah dan peluncuran “Kurikulum Cinta”.
Kunjungan ini menjadi momen penuh makna yang semakin mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam misi membangun bangsa berbasis iman, ilmu, dan ketahanan pangan. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar