Kader Pinrang Dorong Maju Pilgub, IAS: Tak Usah Bicara Pilgub Dulu
- account_circle Basir
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PINRANG,KABAR KITA.CO.ID— Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memilih tidak terburu-buru membicarakan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, meski dorongan untuk maju mulai disuarakan kader di daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Kecamatan Batulappa Partai Golkar Pinrang, Sukarno, saat IAS melakukan roadshow di Kabupaten Pinrang, Selasa (11/8)
Sukarno mengatakan, kader Golkar di Pinrang merindukan hadirnya kembali kader partai sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Terakhir, Syahrul YL. Ia juga berharap kader Golkar kembali memimpin Kabupaten Pinrang.
Karena itu, Sukarno secara terbuka mendorong IAS untuk maju dalam kontestasi Pilgub Sulsel.
Namun, IAS memilih mengerem pembicaraan tersebut.
> “Tidak usah bicara Pilgub dulu. Masih jauh.”
Menurut IAS, energi kader saat ini lebih baik diarahkan pada pekerjaan yang lebih mendesak, yakni konsolidasi organisasi dan penguatan kembali militansi kader Golkar.
Ia mengatakan, sebelum berbicara mengenai kemenangan dalam kontestasi politik, Partai Golkar harus terlebih dahulu memastikan mesin organisasinya bekerja dengan baik.
> “Lebih baik kita bicara konsolidasi. Bicara doktrin Golkar.”
IAS menegaskan, kemenangan politik membutuhkan kader yang memiliki militansi.
> “Kalau tidak ada militansi, konsolidasi kader tidak berjalan, susah kita bicara kemenangan.”
Karena itu, IAS meminta seluruh kader dan struktur Partai Golkar memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan perolehan kursi partai di setiap tingkatan.
Menurutnya, peningkatan kursi harus menjadi prioritas kerja organisasi sebelum membicarakan agenda politik yang masih jauh.
> “Jauh lebih baik kita pusatkan perhatian untuk menambah kursi Golkar di setiap tingkatan.”
IAS mengatakan, target tersebut juga merupakan bagian dari komitmen yang dibawanya dalam memimpin Partai Golkar Sulsel.
> “Itu juga menjadi kontrak politik saya dengan Ketua Umum.”
Sikap tersebut menunjukkan bahwa IAS ingin menempatkan penguatan organisasi sebagai prioritas awal kepemimpinannya, ketimbang terburu-buru membangun pembicaraan mengenai agenda Pilgub Sulsel.
Bagi IAS, modal untuk menghadapi kontestasi politik harus dibangun dari sekarang melalui konsolidasi, penguatan doktrin, militansi kader dan peningkatan representasi politik Partai Golkar di setiap tingkatan.
Dengan demikian, dorongan kader untuk maju Pilgub tidak ditolak, tetapi IAS memilih menempatkannya bukan sebagai agenda utama saat ini.
Fokusnya adalah membangun mesin partai terlebih dahulu. (Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar