Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Air Mata di Hari Kemenangan: Syaharuddin Salami Ribuan Warga hingga Jadi yang Terakhir Tinggalkan Stadion Ganggawa

Air Mata di Hari Kemenangan: Syaharuddin Salami Ribuan Warga hingga Jadi yang Terakhir Tinggalkan Stadion Ganggawa

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • visibility 475
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bukan sekadar perayaan keagamaan. Di Stadion Ganggawa, Sabtu (21/3/2026), momen itu berubah menjadi panggung haru yang memperlihatkan wajah kepemimpinan yang jarang terlihat—dekat, tulus, dan tanpa sekat.

Di hadapan ribuan jemaah, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tak tampil sebagai pejabat yang berjarak. Ia hadir sebagai bagian dari kerumunan. Usai salat Id, ia tidak bergegas pergi. Justru sebaliknya—ia berdiri, bertahan, dan menyalami warga satu per satu.

Tangan demi tangan ia genggam. Senyum demi senyum ia balas. Bahkan saat warga berebut swafoto, ia tetap melayani tanpa lelah.

Tak ada protokoler kaku. Tak ada pembatas. Yang ada hanyalah seorang pemimpin yang larut dalam kebersamaan dengan rakyatnya.


Bertahan hingga Akhir, Bukan Sekadar Simbolik

Ketika pejabat lain mulai meninggalkan stadion, Syaharuddin justru menjadi orang terakhir yang beranjak. Ia memastikan tak satu pun warga yang ingin bersalaman merasa diabaikan.

Sikap itu bukan kebetulan. Itu adalah pesan.

“Pemimpin itu harus berada di tengah masyarakatnya,” ucapnya dengan suara bergetar. “Hari ini saya ingin memastikan saya benar-benar bersama mereka.”

Kalimat itu sederhana, tapi di lapangan, ia membuktikannya dengan tindakan nyata.


Pidato yang Berubah Jadi Tangis

Suasana semakin emosional saat Syaharuddin menyampaikan sambutan. Di tengah pidato, suaranya terhenti. Matanya berkaca-kaca. Ia berusaha tegar, tapi haru tak terbendung.

Ia mengenang perjalanan satu tahun kepemimpinannya—tahun yang ia sebut penuh kerja keras, tekanan, sekaligus harapan.

“Jujur, saya tidak mampu menahan haru,” katanya.
“Dulu Sidrap mungkin biasa saja… tapi hari ini, Alhamdulillah, sudah dikenal di tingkat nasional.”

Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang. Bukan sekadar apresiasi, tapi juga pengakuan atas perubahan yang dirasakan bersama.


30 Penghargaan, Tapi Bukan Klaim Pribadi

Dalam setahun, Sidrap mencatat lebih dari 30 penghargaan di berbagai level—kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Namun Syaharuddin menolak menjadikannya sebagai prestasi pribadi.

“Ini bukan keberhasilan saya. Ini keberhasilan kita semua,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari satu figur, melainkan dari kerja kolektif—pemerintah dan masyarakat yang bergerak bersama.


Dari Lapangan ke Kehidupan Nyata

Perubahan yang disampaikan bukan sekadar angka. Ia menyentuh sektor paling dasar: pertanian dan peternakan—urat nadi ekonomi Sidrap.

Produktivitas meningkat. Pendapatan petani dan peternak membaik. Aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih hidup.

Di sisi lain, pelayanan publik, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat juga menunjukkan kemajuan signifikan.


Bukan Sekadar Bupati

Apa yang terjadi di Stadion Ganggawa hari itu meninggalkan kesan kuat.

Di tengah ribuan orang, Syaharuddin tidak berdiri sebagai penguasa. Ia hadir sebagai pelayan. Ia tidak hanya berbicara tentang kedekatan dengan rakyat—ia menunjukkannya.

Idulfitri itu pun menjadi lebih dari sekadar hari kemenangan. Ia menjelma menjadi potret kepemimpinan yang hangat, menyentuh, dan manusiawi.

Dan ketika stadion mulai kosong, satu hal tersisa sebagai kesan yang sulit dilupakan:
seorang bupati yang memilih tinggal paling akhir—demi memastikan tak ada rakyatnya yang merasa jauh.(GnD)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara Hasanuddin Bobol Narkoba: HMI Badko Sulsel Desak Kepala Angkasa Pura Mundur, Serta Tuntut Polda dan Imigrasi Usut Tuntas Jaringan

    Bandara Hasanuddin Bobol Narkoba: HMI Badko Sulsel Desak Kepala Angkasa Pura Mundur, Serta Tuntut Polda dan Imigrasi Usut Tuntas Jaringan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 288
    • 0Komentar

    MAKASSAR,KABAR KITA,CO.ID–, 16 Mei 2026 – Gelombang desakan publik menghantam manajemen PT Angkasa Pura menyusul lolosnya seorang kurir narkoba melalui jalur penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Menanggapi skandal besar ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Selatan (Sulsel) secara tegas menuntut pertanggungjawaban moral, struktural, hingga penegakan hukum lintas sektor. Ketua HMI Badko […]

  • Gemini Seluler Berbagi Takjil di Jalan Poros Rappang–Pangkajene

    Gemini Seluler Berbagi Takjil di Jalan Poros Rappang–Pangkajene

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap.– Suasana sore di bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Gemini Seluler dengan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada para pengguna jalan. Minggu 15 Maret 2026. di Jalan Poros Rappang–Pangkajene. Para karyawan Gemini Seluler turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara motor, mobil, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Aksi ini disambut […]

  • Kapolres Enrekang Bersama Forkopimda Pantau Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H, Tegaskan Kesiapan Tindak Lanjuti Arahan Kapolri dan Panglima TNI 

    Kapolres Enrekang Bersama Forkopimda Pantau Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H, Tegaskan Kesiapan Tindak Lanjuti Arahan Kapolri dan Panglima TNI 

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 94
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID,-Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan menjelang malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah mengikuti arahan langsung dari Kapolri dan Panglima TNI dalam kegiatan pemantauan nasional kesiapan pengamanan Idul Fitri yang dilaksanakan secara virtual. Pada tingkat Kabupaten Enrekang, kegiatan tersebut […]

  • Kapolres Enrekang Hadiri Penyambutan Danrem 141/ Toddopuli

    Kapolres Enrekang Hadiri Penyambutan Danrem 141/ Toddopuli

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 527
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID– AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ph.Wakapolres, KOMPOL Andi Asdar, A.Md menghadiri kegiatan penyambutan Komandan Korem (Danrem) 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan. S. Sos., M.M., dalam sebuah acara resmi yang digelar di Makodim 1419/Enrekang, Senin, (26/05/2025)kemarin Kegiatan penyambutan ini merupakan bagian dari tradisi militer dalam menyambut kunjungan kerja dari pejabat […]

  • Bupati Sidrap Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Sulsel Jadi Pionir Nasional

    Bupati Sidrap Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Sulsel Jadi Pionir Nasional

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis karena Sulsel resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mencanangkan sensus tersebut. Kehadiran Syaharuddin Alrif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Turut […]

  • Dana Perpisahan Siswa MTsN 1 Sidrap Disoal, Orang Tua Tagih Uang Rekreasi

    Dana Perpisahan Siswa MTsN 1 Sidrap Disoal, Orang Tua Tagih Uang Rekreasi

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 590
    • 0Komentar

    SIDRAP — Acara perpisahan siswa kelas IX di MTsN 1 Sidrap menuai sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa kegiatan tersebut dijadikan lahan bisnis berkedok kegiatan penamatan. Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa seluruh siswa diwajibkan membayar Rp750 ribu untuk kegiatan perpisahan dan rekreasi. Namun, setelah adanya larangan rekreasi dari Kementerian […]

expand_less