Persit KCK Cabang XLIII Dim 1419 Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
- account_circle Basir
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Persit KCK Cabang XLIII Dim 1419 Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
ENREKANG,KABAR KITA,CO.ID-Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLIII Dim 1419/Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin mengikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar di Aula Rapat Makodim 1419/Enrekang, Jl. Pahlawan No. 12, Lingkungan Talaga, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Jumat (28/08/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Persit KCK Cabang XLIII Dim 1419, Ny. Ika Hendra Kusuma, dengan menghadirkan pemateri dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Marina, S.Kep., Ners.
Pelatihan BHD ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan prajurit serta anggota Persit dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya pada korban yang mengalami henti napas maupun henti jantung.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu menerima materi mengenai langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan kepada korban. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan peragaan dan praktik langsung BHD kepada prajurit dan Persit.
Materi praktik meliputi pemeriksaan kondisi korban, pengecekan respons korban, pemeriksaan pernapasan, hingga teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR). Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pertolongan sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan oleh pemateri.
Ny. Ika Hendra Kusuma menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat penting bagi anggota Persit maupun prajurit, karena pengetahuan tentang BHD dapat menjadi bekal dalam memberikan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan prajurit dan Persit memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan secara cepat, tepat dan aman ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta semakin memahami kesiapsiagaan serta memiliki keterampilan dasar untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi kegawatdaruratan.(Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar