Masyarakat Kesulitan Akses Air Bersih, LAZISMU dan UNIMEN Turun Tangan
- account_circle Basir
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID— Kemarau panjang masih terus melanda disejumlah daerah di Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Enrekang. Setidaknya empat bulan terakhir, Kabupaten Enrekang dilanda kekeringan ekstrim yang berakibat berkurangnya debit air secara drastis.
Menyikapi hal itu, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Enrekang dan Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) berjibaku untuk menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kekurangan air bersih.
Upaya ini dilakukan sebagai respon dan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami oleh masyarakat dalam mengakses ketersediaan air bersih.
Sebagai langkah awal, Muhammadiayah Enrekang melalui Pengurus Takmir Masjid Taqwa Muhammadiyah membangun sumur sebanyak 2 unit untuk digunakan sebagai pusat penampungan dan pengisian air bersih pada sejumlah armada pengangkutan air bersih, utamanya LAZISMU dan UNIMEN.
Achmad Dahlan Muchtar selaku Plt. Ketua LAZISMU Enrekang mengungkapkan bahwa kemarau yang berkepanjangan membuat LAZISMU mengambil bagian dalam pendistribusian air bersih karena akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar hidup manusia yang paling krusial.
“Dan kami meyakini bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi kelangsungan hidup masyarakat,” ujarnya, Jum’at (23/10/2026).
Menurut Dahlan, LAZISMU akan terus terlibat aktif dalam menyalurkan bantuan air bersih ini hingga kondisi kekeringan di wilayah Enrekang teratasi dan masyarakat mampu mengakses sumber air secara mandiri.
“Alhamdulillah kami sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan air bersih khususnya dalam lingkup kota Enrekang. Kami tidak hanya menyasar komunitas seperti perumahan tapi juga perseorangan,” tambahnya.
Bantuan air bersih yang kami salurkan sifatnya gratis sehingga kami mengimbau kepada masyarakat kirnya dapat memanfaatkan bantuan ini dengan bijak, serta tetap optimis dan saling menguatkan bergotong-royong menghadapi masa-masa krisis air ini, pesan Dahlan yang juga Dekan Fakultas Agama Islam UNIMEN.
Senada, Dr. Saidang selaku Wakil Rektor III UNIMEN menguraikan bahwa sebagai kampus yang lahir di tengah masyarakat, UNIMEN merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam meringankan bebas masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih sebagai dampak dari kemarau panjang.
“Kepedulian ini lebih didorong oleh rasa empati melihat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan pokok seperti minum dan memasak akibat menyusutnya secara signifikan debit air PDAM akibat kemarau. Olehnya itu, kami berharap upaya ini bisa sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu pasokan air kembali normal,” ucapnya.
Saidang menjelaskan, UNIMEN telah menyiapkan armada berupa mobil operasional kampus yang digunakan bersama LAZISMU dalam penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga di beberapa titik.
Selain LAZISMU dan UNIMEN, Sumur Muhammadiyah yang berada tepat di halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Enrekang juga menjadi sentral pengisian air bersih oleh armada lain seperti mobil tangki dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Enrekang, Kepolisian maupun masyarakat umum lainnya. (Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar