Perkuat Tekad Pulih, 60 Warga Binaan Rutan Sidrap Ikuti Seminar Pemulihan Adiksi
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
- visibility 196
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Upaya pemberantasan dan pemulihan penyalahgunaan narkotika terus digalakkan, tidak hanya di masyarakat umum, tetapi juga di dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini tampak dari kegiatan seminar edukasi bertajuk Pemulihan Adiksi yang diikuti 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II B Sidenreng Rappang, Jumat (29/8/2025), di Rijang Pittu.
Para peserta merupakan warga binaan yang tengah menjalani program rehabilitasi dengan kategori sedang hingga berat akibat ketergantungan narkotika. Kehadiran mereka dalam kegiatan ini menjadi langkah penting dalam proses pemulihan, sekaligus upaya membekali diri untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah bebas nanti.
Seminar tersebut digelar atas fasilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidenreng Rappang. Penanggung jawab kegiatan, Akhsan Aswardi, hadir langsung didampingi pelaksana rehabilitasi A. Yuliana Rahayu dan Achmad Fauzi.
Pemahaman Mendalam tentang Adiksi
Dalam penyampaiannya, Akhsan Aswardi menjelaskan bahwa seminar ini menggunakan metode diskusi interaktif dan tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami materi. Topik yang dibahas tidak hanya sebatas pengertian adiksi, tetapi juga menyangkut proses pemulihan, tahapan perubahan perilaku, konsep abstinensia, hingga mengenali gejala Post Acute Withdrawal Syndrome (PAWS) yang sering dialami oleh mantan pengguna.
“Kegiatan ini bertujuan agar para WBP memahami dinamika adiksi dan proses pemulihannya. Dengan begitu, ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki bekal pengetahuan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, pulih, dan produktif,” ungkap Akhsan.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan pemulihan adalah kesadaran diri dan tekad kuat dari para warga binaan. Dengan memahami bagaimana adiksi bekerja, mereka diharapkan mampu mengendalikan diri dari godaan untuk kembali menggunakan narkoba setelah menjalani masa hukuman.
Harapan Kembali ke Masyarakat
Lebih lanjut, Akhsan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga motivasi dan dorongan moral. “Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memperkuat komitmen dalam proses rehabilitasi. Mereka juga harus siap berperan sebagai individu yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Pelaksana rehabilitasi, A. Yuliana Rahayu, menuturkan bahwa program edukasi semacam ini sangat penting untuk mengurangi stigma negatif yang kerap melekat pada mantan pecandu. Dengan bekal pengetahuan dan semangat baru, para WBP diharapkan dapat menunjukkan perubahan nyata setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Sidenreng Rappang mengapresiasi kolaborasi antara pihak rutan dan BNNK Sidrap. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam menangani masalah narkotika secara menyeluruh, baik dari sisi penindakan maupun pemulihan.
Semangat Pulih dan Produktif
Seminar edukasi ini ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana warga binaan diajak untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta harapan mereka setelah menjalani program rehabilitasi. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan keinginan kuat untuk meninggalkan masa lalu dan memulai hidup baru yang lebih sehat, bermanfaat, dan produktif.
Dengan adanya program seperti ini, diharapkan upaya rehabilitasi bukan hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi warga binaan. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar