Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Murid SD di Sidrap Dipulangkan dari Sekolah, Orang Tua Bingung: “Kami Tak Tahu Anak Kami Masih Terdaftar atau Tidak”

Murid SD di Sidrap Dipulangkan dari Sekolah, Orang Tua Bingung: “Kami Tak Tahu Anak Kami Masih Terdaftar atau Tidak”

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Seorang murid SD Negeri 6 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berinisial MP, menjadi sorotan publik setelah dikabarkan dipulangkan dari sekolah saat jam belajar berlangsung pada Rabu (1/10/2025) lalu.

Kejadian ini sontak memicu reaksi beragam dari orang tua murid dan masyarakat sekitar. Banyak yang mempertanyakan prosedur serta alasan di balik kebijakan tersebut, terutama karena pemulangan dilakukan tanpa surat resmi atau pemberitahuan tertulis kepada pihak keluarga.

Orang tua MP, Sutiana, mengaku kaget dan kecewa saat mengetahui anaknya disuruh pulang di tengah jam pelajaran. Menurutnya, tidak ada penjelasan yang jelas dari pihak sekolah selain alasan bahwa MP kerap menjahili teman-temannya di kelas.

“Kami hanya diberitahu bahwa anak kami dipulangkan karena sering menjahili temannya. Tapi kami tidak tahu apakah anak kami dikeluarkan atau hanya diminta dibina di rumah,” ujar Sutiana saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, meskipun anaknya dikenal aktif dan terkadang usil, seharusnya pihak sekolah tetap mengedepankan pendekatan pembinaan, bukan pemulangan yang bisa berdampak pada psikologis anak.

“Saya sudah sampaikan ke pihak sekolah, biarlah anak saya tetap sekolah di situ. Setelah tamat nanti, rencananya akan saya masukkan ke pesantren supaya lebih terarah,” tambahnya penuh harap.

Namun, hingga beberapa hari berlalu, MP belum juga diperbolehkan kembali bersekolah. Hal itu membuat Sutiana kembali mendatangi pihak sekolah untuk meminta kejelasan status anaknya—apakah masih tercatat sebagai murid aktif atau sudah dinyatakan keluar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN 6 Arawa, Hj. Hamsiah, membenarkan adanya tindakan pemulangan sementara terhadap MP. Ia menegaskan, langkah tersebut bukan bentuk sanksi berat atau pengeluaran murid, melainkan bagian dari upaya pembinaan karakter dengan melibatkan peran orang tua secara langsung.

“Anak ini memang sering menjahili teman-temannya dan sudah beberapa kali kami beri peringatan. Jadi kami minta orang tuanya membina dulu di rumah agar anaknya bisa introspeksi dan lebih tenang sebelum kembali ke sekolah,” jelas Hj. Hamsiah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025).

Ia juga menuturkan bahwa pihak sekolah telah menawarkan sejumlah solusi, termasuk memindahkan MP ke kelas B agar mendapatkan suasana belajar yang baru serta bimbingan guru yang berbeda.

“Kami bahkan sudah sarankan untuk pindah kelas saja, supaya suasananya berganti. Kami juga membuka opsi agar anaknya bisa mendapat pendampingan di sekolah agama bila itu dianggap lebih sesuai,” ujar Hamsiah, yang saat itu didampingi Guru Agama Hj. Ni’ma Nawawi dan Guru Kelas I, Minarni.

Namun, menurut Hamsiah, beberapa hari setelah pertemuan, orang tua MP justru datang kembali dan meminta surat pindah sekolah untuk anaknya.

“Kami sebenarnya berharap anak tersebut tidak perlu pindah sekolah, cukup pindah kelas saja. Tapi kami tetap menghormati keputusan orang tuanya,” tutur Hamsiah.

Peristiwa ini menjadi bahan refleksi bersama bagi semua pihak—baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat—tentang pentingnya komunikasi terbuka dan kerja sama dalam menangani perilaku anak di usia sekolah dasar.

Beberapa pemerhati pendidikan di Sidrap turut menyoroti kasus ini. Mereka menilai perlunya pendekatan yang lebih humanis dan edukatif dalam menghadapi anak-anak yang aktif atau hiperaktif di lingkungan sekolah.

“Setiap anak memiliki karakter unik. Tugas pendidik bukan sekadar memberi pelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dengan cara yang penuh kasih dan komunikasi yang baik dengan orang tua,” ujar salah satu pemerhati pendidikan, Rahmat Latief, S.Pd.

Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap dapat memediasi kedua belah pihak dan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan karakter di sekolah-sekolah dasar.

“Jangan sampai kasus seperti ini menimbulkan trauma bagi anak atau salah paham antara guru dan orang tua. Anak-anak perlu dibimbing, bukan ditakuti,” tutupnya.

Kasus MP kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat dan media sosial Sidrap. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang, dan komunikasi antara sekolah dan orang tua dapat berjalan lebih baik demi masa depan anak-anak yang lebih cerah. (GnD)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah di Dua Pitue Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilahan Sampah Lewat Bank Sampah dan Kompos

    Sekolah di Dua Pitue Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilahan Sampah Lewat Bank Sampah dan Kompos

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SIDRAP — Upaya memperkuat pendidikan lingkungan hidup di sekolah terus digencarkan melalui sosialisasi pemilahan sampah berbasis bank sampah dan pengolahan kompos yang digelar KKKS Dua Pitue, 7 November 2025. Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang hadir untuk memperdalam praktik pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kabid PAUD […]

  • Sidrap Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kemenkes

    Sidrap Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kemenkes

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 290
    • 0Komentar

    JAKARTA, KBK – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi menerima sertifikat eliminasi filariasis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (20/8/2025). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Sidrap terbebas dari penyakit kaki gajah sebagai masalah kesehatan masyarakat. Penyerahan berlangsung di Ruang Siwabessy, Gedung Sujudi Kemenkes RI, Jakarta Selatan, dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. […]

  • Kapolres Enrekang Berkurban Seekor Sapi, Tebar Keikhlasan dan Keteladanan Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha

    Kapolres Enrekang Berkurban Seekor Sapi, Tebar Keikhlasan dan Keteladanan Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 58
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum penuh makna bagi Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Enrekang Ny. Anie Hari Budiyanto, beliau melaksanakan ibadah kurban seekor sapi yang disembelih di lingkungan Mapolres Enrekang untuk dibagikan kepada masyarakat, Rabu (26/05/2026). humas Polres Enrekang menjelaskan, hewan kurban dari Kapolres […]

  • Atensi Disalurkan, Disabilitas Sidrap Terima Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar

    Atensi Disalurkan, Disabilitas Sidrap Terima Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SIDRAP — Penyandang disabilitas di Kabupaten Sidrap kembali menerima bantuan alat bantu aksesibilitas melalui program Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) Kementerian Sosial RI yang disalurkan Dinas Sosial bekerja sama dengan Sentra Gau Mabaji Gowa, Rabu (2/7/2025). Penyaluran berlangsung di Kantor Dinas Sosial Sidrap, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Iqbal, Kepala Sentra Gau Mabaji, Tommy Heriyanto, […]

  • Aksi Nyata di Tengah Bau Sampah: Karang Taruna dan PMI Turun Langsung Berbagi Sembako di Sekitar TPA Makassar

    Aksi Nyata di Tengah Bau Sampah: Karang Taruna dan PMI Turun Langsung Berbagi Sembako di Sekitar TPA Makassar

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAKASSAR, KBK — Di tengah hiruk pikuk dan aroma menyengat kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar, secercah kepedulian hadir tanpa basa-basi. Keluarga besar Karang Taruna bersama PMI menggelar aksi berbagi sembako kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar area tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Diwakili oleh sosok yang akrab disapa Bang Ogi, atau […]

  • Bupati Sidrap dan Kakanwil Ditjenpas Sulsel Satukan Komitmen Pembinaan Warga Binaan hingga Reintegrasi Sosial

    Bupati Sidrap dan Kakanwil Ditjenpas Sulsel Satukan Komitmen Pembinaan Warga Binaan hingga Reintegrasi Sosial

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, menyatukan komitmen memperkuat pembinaan warga binaan. Sinergi itu juga diarahkan untuk mendukung keberhasilan program reintegrasi sosial agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, Jalan Daeng […]

expand_less