“Andi Syaqirah Tembus Top 13 DA7, Baju Bodo dan Dukungan Membeludak Warnai Panggung Nasional”
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 883
- comment 0 komentar

JAKARTA, KBK – Perjalanan dara muda asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Andi Syaqirah, di ajang Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar kian gemilang. Pada penampilan spektakulernya, Selasa (23/09/2025), ia berhasil menembus Top 13 besar dan semakin mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
Capaian itu disambut riuh gembira, tak hanya oleh keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga oleh pemerintah daerah, komunitas pecinta dangdut, hingga masyarakat Sidrap yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi putri daerah tersebut.
“Kami sangat bangga. Syaqirah bukan hanya membawa nama Sidrap, tetapi juga mengharumkan Sulawesi Selatan di level nasional. Dukungan penuh tentu akan terus kita berikan,” tegas Bupati.
Dukungan Membanjir dari Berbagai Penjuru Nusantara
Lolosnya Syaqirah ke babak 13 besar membuat atmosfer dukungan semakin terasa. Ilham Junaedy atau akrab disapa Kaka IJ, selaku Koordinator Umum Syaqira Lovers, menuturkan bahwa gelombang dukungan terus bertambah, bahkan merambah hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Fenomena unik pun terjadi di Studio Indosiar, Jakarta. Rombongan komunitas MARGOYA Tanru Tedong pimpinan Wa Senni, tokoh perempuan Dua Pitue, hadir dengan 45 orang pendukung. Mereka tampil kompak mengenakan baju adat Bugis (Baju Bodo) sehingga menjadi sorotan penonton dan memperkuat nuansa budaya Sidrap di panggung nasional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wa Senni juga memberikan saweran Rp5 juta untuk perjuangan Syaqirah. Aksi serupa dilakukan Novi Putri, owner Cece Collections, yang ikut hadir dengan balutan baju bodo khas Bugis, menambah semarak dukungan di dalam studio.
Dari Pelajar hingga Pemerintah Desa Turun Gunung
Tak hanya komunitas, dukungan untuk Syaqirah datang pula dari kalangan pendidikan. Grup tari SMPN 1 Dua Pitue, sekolah asal Syaqirah, ikut tampil memberi semangat dengan mempersembahkan tarian Paduppa, tarian adat Bugis yang biasa digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.
Selain itu, sejumlah kepala desa juga hadir, di antaranya Kades Kalosi Abd Malik, Kades Lainungan Andi Haruna, Kades Bapangi Hj. Rusnah, serta Kades Sipodeceng, bersama jajaran Dinas PMD Sidrap atas mandat langsung Bupati. Kehadiran mereka menegaskan besarnya dukungan resmi dari pemerintah daerah.
Syaqirah Jadi Simbol Kebanggaan dan Persatuan
Menurut Rudi Hartono, pemerhati pemuda Sidrap yang ikut mendampingi tim Syaqira Lovers, dukungan yang begitu masif membuktikan bahwa Syaqirah kini bukan sekadar peserta ajang pencarian bakat.
“Di balik suara emasnya, Syaqirah mengikat persaudaraan dan solidaritas. Semua kalangan, dari pejabat, komunitas, pelajar, hingga perantau, bersatu untuk mendukungnya. Ini energi luar biasa,” ujarnya.
Lolosnya Andi Syaqirah ke Top 13 DA7 Indosiar bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan juga representasi identitas budaya Bugis-Makassar yang tampil elegan di panggung nasional. Kehadiran pendukung dengan baju adat bodo menjadi bukti bahwa musik dangdut dapat menjadi wadah diplomasi budaya, memperkenalkan Sidrap dan Sulawesi Selatan kepada Indonesia.
Lebih dari itu, fenomena dukungan massif ini membuka ruang baru bagi generasi muda Sidrap untuk berani bermimpi besar. Syaqirah kini bukan hanya penyanyi dangdut muda berbakat, tetapi juga simbol harapan dan kebanggaan daerah.
Jika dukungan ini terus mengalir, bukan mustahil Syaqirah akan menjadi salah satu ikon dangdut tanah air yang lahir dari Bumi Nene’ Mallomo. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar