Bangun Hari dengan Harapan: Rutan Malino Gelar Morning Meeting Perdana untuk Warga Binaan
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
- visibility 263
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALINO, KBK Kamis, 4 September 2025 — Pagi di Rutan Kelas IIB Malino terasa berbeda dari biasanya. Derap langkah warga binaan yang menuju Masjid Rutan bukan hanya untuk beribadah, melainkan mengikuti morning meeting perdana yang menjadi bagian dari program rehabilitasi baru. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta menghadirkan suasana batin yang lebih tenang dan penuh harapan.
Morning meeting dipandu langsung oleh petugas pembina dan diikuti antusias oleh seluruh warga binaan. Agenda yang berlangsung sederhana namun bermakna itu dimulai dengan doa pembuka, dilanjutkan refleksi diri, serta penetapan target harian. Dalam suasana khidmat, para peserta terlihat serius menyimak arahan, sekaligus berani menyampaikan pandangan maupun capaian kecil yang telah mereka raih sehari sebelumnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Malino, Dedy Sutriady Rijal, menekankan bahwa morning meeting dirancang bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan upaya nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat.
“Kami ingin setiap pagi dimulai dengan arah yang jelas, pikiran yang jernih, dan hati yang siap berbuat baik. Morning meeting di masjid menjadi momentum menyatukan niat, membangun tanggung jawab pribadi, dan meneguhkan sikap saling mendukung di antara warga binaan,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, petugas mengajak warga binaan melakukan check-in emosional, menyampaikan kondisi hati dan pikiran masing-masing. Tahapan ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk terbuka, jujur, sekaligus belajar mendengarkan orang lain. Selain itu, nilai inti rehabilitasi seperti kedisiplinan, akuntabilitas, serta keterbukaan kembali ditegaskan agar benar-benar membumi dalam keseharian mereka.
Warga binaan juga diberi kesempatan untuk mengungkapkan tantangan yang dihadapi, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bersama di dalam rutan. Dari sana, petugas membantu mereka merumuskan strategi sederhana yang bisa dijalankan sebagai bentuk perbaikan diri. Pola ini diharapkan membangun budaya baru, di mana setiap individu tidak hanya berfokus pada kesalahan masa lalu, tetapi juga menumbuhkan semangat memperbaiki diri hari demi hari.
“Rehabilitasi bukan hanya program, melainkan perjalanan memperbaiki diri secara konsisten,” tegas Dedy Sutriady Rijal. “Dengan kebiasaan pagi yang baik, kami percaya perilaku positif akan berlanjut sepanjang aktivitas harian. Kami juga sangat mengapresiasi para petugas yang hadir langsung membimbing, karena keberhasilan pembinaan hanya bisa tercapai jika dilakukan dengan hati dan kesungguhan.”
Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika beberapa warga binaan dengan penuh percaya diri menyampaikan capaian kecil mereka. Ada yang berhasil menahan emosi saat menghadapi persoalan, ada pula yang berani mengakui kesalahannya kepada teman sekamar. Meski sederhana, pengakuan itu menjadi bentuk nyata bahwa perubahan sedang tumbuh.
Program morning meeting ini ditargetkan menjadi agenda rutin setiap pagi. Pihak Rutan Malino telah menyiapkan evaluasi berkala guna mengukur sejauh mana kegiatan ini berdampak pada perilaku warga binaan. Ke depan, materi yang dibawakan juga akan diperluas, meliputi penguatan karakter, keterampilan komunikasi, hingga pengembangan kemandirian.
Harapannya, rutinitas pagi ini tidak hanya menjadi formalitas, melainkan fondasi pembinaan yang berdampak nyata, sehingga warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat, disiplin, dan penuh semangat hidup. Morning meeting pun diyakini sebagai langkah kecil yang membawa perubahan besar: membangunkan hari dengan harapan, dan menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar