Bupati Sidrap Paparkan Strategi Optimalisasi Pajak Kendaraan di Hadapan Gubernur Sulsel
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- visibility 180
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menghadiri rapat monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan swakelola yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melalui Zoom Meeting, Jumat (12/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka akselerasi sekaligus optimalisasi pendataan dan penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). Program tersebut digulirkan untuk memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus meningkatkan kontribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Sidrap Hadir Lengkap dengan Tim Teknis
Bupati Sidrap mengikuti kegiatan monev dari ruang kerjanya. Ia didampingi oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Muhammad Rohady Ramadhan, beserta jajaran, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Sahabuddin, bersama tim teknisnya. Kehadiran dua perangkat daerah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Sidrap dalam menindaklanjuti kebijakan provinsi.
Paparan Capaian dan Mekanisme Teknis
Dalam forum tersebut, Syaharuddin Alrif memaparkan capaian akselerasi Sidrap dalam pendataan dan penagihan PKB KTMDU. Ia merinci tahapan pelaksanaan yang sudah berjalan, mulai dari penandatanganan kontrak swakelola, pelaksanaan rapat persiapan bersama kolektor dan pendamping desa/kelurahan, hingga penyusunan rekapan data wajib pajak.
Selain itu, Pemkab Sidrap juga mencetak 5.621 lembar Surat Pendaftaran dan Pendataan Pajak Daerah (SP3D) yang menjadi dasar bagi petugas lapangan. Proses ini diperkuat dengan penggunaan aplikasi Tappakka, sebuah sistem digital yang dirancang untuk mempermudah pendataan, validasi, dan monitoring pembayaran pajak kendaraan.
Sidrap di Peringkat Kedua Realisasi PAD
Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa hasil nyata dari kerja keras tersebut terlihat dari posisi Kabupaten Sidrap yang menempati urutan kedua tertinggi dalam realisasi pendapatan daerah di antara 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Capaian ini, menurutnya, merupakan bukti bahwa kolaborasi lintas sektor berjalan dengan baik serta disambut positif oleh masyarakat.
Pendekatan Produktivitas Ekonomi Rakyat
Lebih jauh, Syaharuddin menekankan pentingnya menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan kepatuhan pajak.
“Saya konsentrasi penuh mengaktivasi produktivitas padi, jagung, dan telur karena itu langsung berdampak pada peningkatan penghasilan masyarakat. Ketika penghasilan meningkat, kemampuan membayar kewajiban seperti biaya kendaraan pun ikut meningkat. Kadang mereka hanya butuh dorongan, dan saya siap untuk itu,” tegasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Melalui forum monev bersama Gubernur Sulsel ini, Bupati Sidrap menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong efektivitas swakelola. Ia menilai bahwa penguatan pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada ketegasan kebijakan, tetapi juga sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Dengan capaian signifikan tersebut, Sidrap semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang proaktif, inovatif, dan konsisten dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar