Staf Ahli Menag: Bumikan Kurikulum Cinta Kemanusiaan Demi Indonesia Damai Bunyamin Yapid Ajak Jajaran Kemenag Perkuat Kerukunan Lewat Asta Protas
- account_circle Iful -
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- visibility 192
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Indonesia adalah negara besar yang berdiri di atas keberagaman agama, budaya, dan tradisi. Karena itu, menjaga kerukunan dan perdamaian menjadi tanggung jawab bersama, khususnya jajaran Kementerian Agama (Kemenag) RI yang memiliki peran langsung dalam membina kehidupan beragama.
Pesan itu disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Haji, Umrah, dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Bunyamin Yapid, dalam kegiatan penguatan delapan program prioritas atau Asta Protas di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sidrap, Senin (1/9/2025).
Dalam arahannya, Bunyamin mengingatkan agar seluruh jajaran Kemenag di tanah air senantiasa menjaga daerah masing-masing dari potensi konflik, demi terwujudnya Indonesia yang damai dan harmonis.

“Saya harap semua jajaran Kemenag RI di manapun berada menjaga daerah masing-masing demi Indonesia tercinta,” tegas Bunyamin.
Kurikulum Cinta Kemanusiaan
Lebih lanjut, Bunyamin menjelaskan bahwa salah satu strategi penting dalam Asta Protas Menag RI, Prof. Nasaruddin Umar, adalah menghadirkan kurikulum cinta kemanusiaan. Kurikulum ini dipandang sebagai jalan efektif untuk memperkuat moderasi beragama, menumbuhkan kesadaran hidup damai, serta menanamkan penghargaan terhadap perbedaan di tengah masyarakat.
“Peran penting seluruh jajaran Kemenag untuk menciptakan Indonesia aman dan damai sangatlah vital. Karena itu, kita harus bergerak membumikan kurikulum cinta kemanusiaan di semua lini, baik pendidikan, penyuluhan, maupun pembinaan umat,” jelasnya.
Kurikulum cinta kemanusiaan diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen kebijakan, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam praktik pendidikan dan pembinaan di madrasah, pesantren, lembaga keagamaan, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Sinergi dengan Ormas dan Pengawas
Dalam kesempatan itu, Bunyamin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen. Ia mengajak pejabat pengawas, pengawas madrasah/PAI, serta organisasi keagamaan seperti MUI, FKUB, PGMI, APRI, hingga IPARI untuk ikut aktif mengawal program ini.
Menurutnya, membumikan kurikulum cinta kemanusiaan membutuhkan dukungan semua pihak, karena isu kerukunan dan toleransi tidak bisa hanya ditangani oleh Kemenag, melainkan harus menjadi gerakan bersama.
“Kita ingin mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang, menghormati perbedaan, dan siap menjaga persatuan,” ujar Bunyamin.
Publikasi Asta Protas
Selain penguatan di lapangan, Bunyamin juga menekankan pentingnya publikasi program Asta Protas agar bisa diketahui dan dipahami masyarakat luas.
“Saya berharap jajaran Kemenag di daerah terus mensosialisasikan dan mempublikasikan kegiatan-kegiatan Asta Protas, baik melalui media massa maupun media sosial. Ini penting agar masyarakat tahu bahwa Kemenag hadir untuk menjaga kerukunan,” tandasnya.
Komitmen Kemenag Sidrap
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sidrap, Muhammad Idris, menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Kemenag Sidrap siap meneruskan amanah Menteri Agama untuk menguatkan Asta Protas dengan mengedepankan nilai cinta kemanusiaan.
“InsyaAllah, kami akan terus mendorong terciptanya Sidrap yang damai dan harmonis, sejalan dengan cita-cita Indonesia yang rukun melalui Kurikulum Asta Protas Menag RI,” ujarnya.
Dengan semangat membumikan kurikulum cinta kemanusiaan, Kemenag berharap Indonesia semakin kokoh sebagai rumah besar bagi seluruh umat beragama, di mana perdamaian, toleransi, dan kebersamaan dapat tumbuh dengan subur. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar