Pemda Enrekang Raih Penghargaan Kemendagri, Dewan Sampaikan Apresiasi atas Kinerja Disdikbud
- account_circle Basir
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID— Anggota DPRD Enrekang, Sapril, memuji kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Erik. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul diraihnya penghargaan terbaik I dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan.
Menurut politisi PKS ini, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan pendidikan mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Sapril, legislator berlatarbelakang pendidik ini menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian, seperti pemerataan guru, ketersediaan ruang kelas, Harapan Lama Sekolah (HLS), Angka Partisipasi Murni (APM), serta capaian literasi peserta didik berdasarkan Asesmen Nasional. Karena itu, penghargaan tersebut menggambarkan bagaimana kinerja Disdikbud dalam memberi akses dan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.
Katanya, Disdikbud Enrekang perlu mempertahankan capaian tersebut sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus melakukan pembenahan. Pemerataan tenaga pendidik, pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta penguatan berbagai inovasi pendidikan dinilai perlu terus dilakukan agar penghargaan yang diraih sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.
Sapril juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah, pengawas, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang selama ini bekerja mendukung program pendidikan di Kabupaten Enrekang. Menurutnya, penghargaan Kemendagri tersebut merupakan hasil kerja bersama.
Sapril berharap penghargaan tersebut tidak membuat pemerintah daerah berhenti pada capaian administratif dan indikator makro. Justru penghargaan itu harus menjadi momentum untuk mengevaluasi bagian-bagian yang masih lemah. Data hasil Asesmen Nasional, dan rapor mutu, misalnya, perlu benar-benar digunakan untuk membaca persoalan pembelajaran di sekolah dan menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang lebih terarah. (OMBASS)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar