Pemkab Sidrap dan FKUB Perkuat Ruang Komunikasi Lintas Agama: Jaga Kerukunan, Wujudkan Negeri Damai
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
- visibility 203
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ruang komunikasi lintas agama yang digagas dalam Rapat Koordinasi FKUB dengan tokoh lintas agama, Rabu (3/9/2025), di Aula Kemenag Sidrap, Kelurahan Majelling, Kecamatan Maritengngae.
Rapat yang mengangkat tema “Umatku Rukun, Negeriku Damai” itu dihadiri Wakil Bupati Sidrap, Hj. Nurkanaah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kasdim 1420 Sidrap Mayor Inf. Wahyudi, Kasi Humas Polres Sidrap Kompol Supiadi, serta Kepala Kemenag Sidrap, Muhammad Idris Usman. Hadir pula para pengurus FKUB dan tokoh lintas agama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga persaudaraan di Bumi Nene Mallomo.
Dalam sambutannya, Wabup Nurkanaah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang konsisten menjalin sinergi dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Sidrap bersama jajaran Forkopimda terus membuka ruang komunikasi yang luas bagi masyarakat, khususnya para tokoh agama, agar kerukunan tetap terjaga.
“Sejak enam bulan kepemimpinan kami, sinergi itu betul-betul terasa. Setiap ada kegiatan, Forkopimda selalu bersatu padu, termasuk Kemenag, untuk hadir bersama masyarakat. Itu wujud nyata betapa indahnya damai itu,” ujar Nurkanaah.
Ia juga menekankan bahwa suasana kondusif di Sidrap harus terus dirawat, bukan hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga di bidang kepemudaan, olahraga, dan aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Pemerintah mengajak anak-anak muda terlibat aktif. Mereka adalah generasi penerus yang harus dipersiapkan untuk membawa Indonesia semakin maju,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nurkanaah menyinggung beberapa kegiatan besar yang telah dan akan berlangsung di Sidrap, antara lain pertemuan akbar Wahdah Islamiyah yang berhasil menghimpun lebih dari 1.000 peserta, serta agenda Kemah Tahfidz Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Sulsel yang akan digelar di Sidrap pada 13 September 2025 mendatang. “Kegiatan ini melibatkan generasi muda. Dukungan semua pihak sangat kita harapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyoroti pentingnya menjaga kerukunan melalui dialog yang konsisten. Ia menyebutkan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan berada pada angka 79,1, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 76,4.
“Kerukunan tidak boleh hanya dijaga saat ada persoalan. Dialog dan komunikasi harus menjadi budaya. Konsistensi inilah yang akan membuat masyarakat semakin rukun dan damai,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama RI saat ini telah mengembangkan kurikulum cinta untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Kurikulum tersebut menekankan pesan bahwa kehidupan umat manusia penuh keberagaman, tetapi semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kedamaian.
“Harapan kita, FKUB bisa menjadi wadah yang memberi pelajaran toleransi kepada generasi muda, menjaga tempat ibadah agar tetap aman, sekaligus mendorong masyarakat merawat lingkungan. Semua ini adalah bagian dari menjaga Sidrap sebagai daerah yang harmonis dan damai,” tandasnya.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah daerah dan FKUB Sidrap sepakat memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan komunikasi lintas agama yang semakin terbuka, diharapkan Sidrap terus menjadi teladan kerukunan di Sulawesi Selatan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang damai dan maju. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar