Pustakawan Profesi Mulia, Profesi Dunia Akhirat
- account_circle Iful -
- calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
- visibility 145
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Tokoh literasi nasional sekaligus Deklarator Asosiasi Penulis Profesional Indonesia, Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan bahwa pustakawan merupakan profesi mulia, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
Hal itu disampaikan Bachtiar saat tampil sebagai pembicara pada kegiatan Bedah Buku Meluruskan Kesalahpahaman tentang Perpustakaan karya Dedi Suprianto yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidrap, Jumat (26/9/2026).
Menurutnya, pustakawan memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui layanan informasi yang disediakan perpustakaan. Tugas tersebut sejalan dengan nilai-nilai agama, terutama perintah Iqra atau membaca, yang menjadi dasar penting peradaban.
“Sebagai pustakawan, wajib berbangga dengan profesi yang disandang. Mereka adalah komunikator kecerdasan masyarakat, penggerak literasi, sekaligus penjaga peradaban,” tegasnya.
Bachtiar menambahkan, perpustakaan tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menyimpan dan mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, maupun karya rekam. Lebih dari itu, perpustakaan berperan sebagai pusat pembelajaran, ruang dialog pengetahuan, dan sarana penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.
Kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan tiga pembicara, yakni Bachtiar Adnan Kusuma, Syamsuddin, dan Husni. Para peserta didominasi oleh pustakawan dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan instansi di Kabupaten Sidrap.
Diskusi berlangsung interaktif, di mana para pustakawan berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di era digital saat ini.
Melalui forum tersebut, Bachtiar berharap lahir semakin banyak pustakawan yang tidak hanya berperan sebagai pengelola perpustakaan, tetapi juga agen perubahan sosial yang membawa masyarakat menuju peradaban yang lebih maju. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar