Sidrap Raih Apresiasi di Tengah Pengarahan Mendagri, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sosial dan Pembangunan
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- visibility 120
- comment 0 komentar

MAKASSAR, KBK – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pengarahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, yang digelar di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (11/9/2025), Sidrap mendapatkan pujian atas capaian kinerja pengelolaan keuangan daerah.
Forum tersebut dihadiri langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, para bupati dan wali kota se-Sulsel, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel. Agenda utama membahas realisasi belanja dan pendapatan APBD tahun anggaran 2025 hingga posisi per 10 September.
Sidrap Peringkat Kedua Sulsel
Berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah, Sidrap mencatat realisasi belanja sebesar 56,91 persen dan pendapatan 66,34 persen. Angka ini menempatkan Sidrap pada peringkat kedua tertinggi di Sulsel, tepat di bawah Kabupaten Pangkep yang membukukan belanja 57,49 persen dan pendapatan 71,27 persen.
Kinerja tersebut melampaui rata-rata nasional yang baru berada di angka 46,42 persen. Tak heran jika Mendagri Tito dan Gubernur Sulsel memberikan apresiasi, sebab capaian ini menunjukkan tata kelola keuangan daerah yang sehat, efektif, dan seimbang antara sisi pendapatan dan belanja.
“Ini bukti bahwa pemerintah daerah bisa bergerak cepat dan terukur. Sidrap dan Pangkep patut menjadi contoh bagi kabupaten lain,” ungkap Mendagri dalam arahannya.
Stabilitas Sosial Jadi Fondasi
Selain capaian teknis keuangan, Mendagri menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat akibat derasnya arus informasi, khususnya melalui media sosial, harus diantisipasi dengan kebijakan tepat.
“Kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Perubahan sosial yang cepat harus direspons dengan langkah konkret di lapangan,” tegasnya.
Mendagri menambahkan, stabilitas daerah adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia meminta kepala daerah memperkuat komunikasi sosial, meningkatkan peran forum masyarakat, serta menjaga sinergi lintas lembaga.
Respons Bupati Sidrap
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyambut baik arahan Mendagri dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dengan pendekatan kolaboratif.
“Arahan dari Bapak Mendagri sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Kami akan memperkuat pelayanan publik, mengaktifkan forum masyarakat, dan melakukan pemantauan isu strategis secara rutin,” ucap Syaharuddin.
Ia juga menegaskan bahwa stabilitas daerah tidak bisa hanya dibangun pemerintah sendiri, melainkan perlu dukungan dari semua pihak, termasuk TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
“Kami ingin Sidrap terus menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus tetap produktif dalam pembangunan,” tambahnya.
Hadir Mendampingi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin didampingi sejumlah pejabat penting, yakni Kepala Badan Kesbangpol Muhammad Arsul, Kepala BKAD Sahabuddin, Kepala Bapenda Muhammad Rohady Ramadhan, serta Kepala Dinas Biciptapera Abdul Rasyid. Kehadiran mereka menjadi bukti keseriusan Pemkab Sidrap dalam mendukung penuh agenda nasional yang ditekankan Mendagri.
Dengan capaian kinerja keuangan yang solid serta komitmen menjaga stabilitas sosial, Sidrap meneguhkan diri sebagai salah satu daerah yang siap melangkah menuju pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar