Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemda Enrekang kedua Terbaik Se-Indonesia  dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial

Pemda Enrekang kedua Terbaik Se-Indonesia  dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial

  • account_circle Basir
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • visibility 335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,, KABARKITA.CO.ID — Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Festival Pesona 2025 yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan RI di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025), Enrekang ditetapkan sebagai Pemerintah Daerah kedua Terbaik dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Festival Pesona merupakan agenda tahunan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial untuk meningkatkan sinergitas antar pihak dalam mendukung percepatan pengelolaan perhutanan sosial, sebagaimana diamanahkan dalam Perpres Nomor 28 Tahun 2023. Tahun ini, festival mengusung tagline “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan” dan diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran hasil hutan, talkshow, hingga diskusi multi-pihak yang menampilkan praktik baik pengelolaan hutan di berbagai daerah.

Pada penapisan terakhir yang dilakukan 6 Agustus 2025, Dewan Juri menetapkan penerima penghargaan untuk tiga kategori, yakni Pendamping Terbaik, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Terbaik, dan Pemerintah Daerah Terbaik. Untuk kategori Pemda Kabupaten/Kota, Kabupaten Enrekang berhasil bersanding dengan Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) dan Kabupaten Pesawaran (Lampung) sebagai penerima penghargaan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Mursalim Bagenda, Asisten III Setda Enrekang, yang hadir mewakili Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga. Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian ini. “Prestasi ini tentu tidak lepas dari arahan dan dukungan penuh Bupati Enrekang, serta dukungan semua stakeholder perhutanan sehingga daerah kita mampu menjadi pemerintah daerah yang serius dalam mengelola perhutanan sosial. Harapannya, perhutanan sosial di Enrekang semakin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, perhutanan sosial adalah skema pemberian akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan negara secara berkelanjutan. Skema ini meliputi Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan. Secara nasional, hingga 2023 izin perhutanan sosial telah diterbitkan seluas sekitar 5,3 juta hektar dari target 12,7 juta hektar.

Kabupaten Enrekang sendiri termasuk daerah yang progresif dalam mengembangkan perhutanan sosial. Sejak 2018, sebanyak 108 Masyarakat Hukum Adat (MHA) telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, dan dari jumlah itu 48 kelompok sudah memiliki KUPS sebagai wadah usaha berbasis hutan. Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat mengembangkan usaha dari hasil hutan non-kayu, ekowisata, hingga pertanian berkelanjutan. Adapun luas kawasan hutan di Enrekang sendiri mencapai sekitar 74.786 hektar, yang sebagian telah dikelola melalui skema perhutanan sosial.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI menegaskan bahwa apresiasi ini diharapkan mampu memotivasi seluruh pihak agar semakin optimal dalam pengelolaan perhutanan sosial. “Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, pendamping, dan masyarakat, perhutanan sosial dapat menjadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus pelestarian hutan,” ujarnya.

Penghargaan ini menegaskan posisi Kabupaten Enrekang sebagai daerah yang serius menjaga hutan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui skema perhutanan sosial yang berkelanjutan.(**)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115 Hadirkan Program EcoGrow untuk Dukung Ketahanan Pangan di Desa Bulo Wattang

    Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115 Hadirkan Program EcoGrow untuk Dukung Ketahanan Pangan di Desa Bulo Wattang

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    LoKabarkita.co.id.Sidrap.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk EcoGrow (Inovasi Urban Farming Hortikultura Berbasis Aquaponik untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan) di Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Minggu 18 Januari 2026. Program EcoGrow digagas dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Unhas dengan Andita Amanda Putri […]

  • Bupati Enrekang Keluarkan Surat Edaran Larang Angkutan Over Load Lewat Jalan Kabupaten

    Bupati Enrekang Keluarkan Surat Edaran Larang Angkutan Over Load Lewat Jalan Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 426
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Bupati Enrekang melalui Dinas Perhubungan Emrekang akhirnya menerbitkan surat edaran pembatasan muatan kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalan Kabupaten Enrekang maksimal bertonase 8 ton yang boleh melintas. Pembatasan muatan kendaraan dikeluarkan resmi nomor 420/2025 dengan pertimbangan dan analisa mendalam atas kondisi jalan kabupaten saat ini salah satunya faktor yang mempercepat kerusakan struktur jalan […]

  • Pembuatan Talud Jalan Tani Sasaran Fisik TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang Capai 27 Persen

    Pembuatan Talud Jalan Tani Sasaran Fisik TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang Capai 27 Persen

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PINRANG,KABAR KITA.CO.ID– Pengerjaan talud jalan tani yang menjadi salah satu sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1404/Pinrang terus menunjukkan perkembangan. Progres pembangunan talud di Desa Tanratuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang telah mencapai 27 persen. Hingga Jumat (24/07/2026), Pembangunan talud tersebut bertujuan untuk memperkuat badan jalan tani agar lebih kokoh, mencegah terjadinya […]

  • Bangun SDM Unggul, Ini Metode Yang Dijalankan Kapolres Enrekang

    Bangun SDM Unggul, Ini Metode Yang Dijalankan Kapolres Enrekang

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 284
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID-Implementasi dari tagline kepemimpinan yang diusung AKBP Hari Budiyanto.S.H.,S.I.K.,M.H, yakni “Tidak ada Anggota yang salah, melainkan pimpinan lah yang salah” , Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto.S.H.,S.I.K.,M.H, kembali menggelar tatap muka dengan para personil, yang dalam masa pemantauan. Berdasarkan keterangan Kasi Propam, Pertemuan Kapolres Enrekang tersebut dengan anggota, adalah Personil dalam perkara sebagaimana dijelaskan […]

  • “Janji Manis, Akhir Tragis: Warga Sidrap Tertipu Investasi Meta Bodong Rp123 Juta”

    “Janji Manis, Akhir Tragis: Warga Sidrap Tertipu Investasi Meta Bodong Rp123 Juta”

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 461
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Satu lagi warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjadi korban tipu daya investasi bodong berkedok bisnis digital di platform Meta dan grup Telegram. Uang simpanannya senilai Rp123 juta lenyap digondol jaringan penipu online. Korban bernama Nur Hidayah Sutalma (27), warga Kecamatan Watang Pulu, melaporkan kasus ini ke Polres Sidrap, Senin malam […]

  • Musda PPDI Sidrap 2026 Siap Digelar, Tiga Kandidat Calon Ketua Bakal Maju Bertarung.

    Musda PPDI Sidrap 2026 Siap Digelar, Tiga Kandidat Calon Ketua Bakal Maju Bertarung.

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap.– Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung 27–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perangkat desa untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan membawa arah perjuangan PPDI ke depan. Dengan Mengusung tema. “Memperkuat solidaritas dan profesionalisme perangkat desa dalam mewujudkan […]

expand_less