Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman*

UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman*

  • account_circle Basir
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, KABAR KITA.CO.ID– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama perguruan tinggi terus membangun ekosistem ilmu kepolisian untuk merespons kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman. Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian dan kerja sama akademik dengan Polri.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026). Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan penghargaan kepada Unhas dan UMI yang telah membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik.

“Bagi Polri, perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkaya perspektif dan mengembangkan ilmu kepolisian. Kami sangat menghargai keterbukaan kampus untuk bersama-sama membangun pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Wakapolri menilai Pusat Studi Kepolisian perlu dikembangkan sesuai dengan karakter, kompetensi, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberagaman fokus kajian justru menjadi kekuatan dalam membangun jejaring keilmuan kepolisian secara nasional.

Unhas: Menghubungkan Ilmu dengan Persoalan Masyarakat

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menilai kolaborasi dengan Polri memiliki makna strategis bagi dunia akademik maupun kepolisian.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian harus menjadi ruang yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di masyarakat.

“Pusat studi ini jangan hanya menjadi lembaga yang dibentuk secara administratif. Kita ingin menjadi ruang yang hidup untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

Ia menilai persoalan seperti destructive fishing membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu agar dapat dilihat secara komprehensif.

Unhas pun membuka peluang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi penegak hukum.

UMI: Kolaborasi yang Saling Menumbuhkan

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Zakir menegaskan bahwa hubungan Polri dan UMI dibangun dengan semangat kemitraan dan saling memperkuat.

“Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sedangkan UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas penelitian, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Keduanya dapat dipertemukan untuk saling memperkuat,” ujar Zakir.

Ia menjelaskan, UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam, termasuk hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama, dan ilmu sosial.

Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kajian kepolisian yang lebih komprehensif.

“Kita ingin Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi. Bukan hanya membicarakan persoalan setelah terjadi, tetapi juga membantu membaca risiko dan menyiapkan berbagai kemungkinan sejak dini,” katanya.

Memperkuat Evidence-Based Policing

Wakapolri menjelaskan bahwa pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan evidence-based policing, yakni pengembangan praktik kepolisian yang didukung oleh data, penelitian, dan pengujian ilmiah.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman praktis kepolisian dapat dipertemukan dengan metodologi dan perspektif akademik untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan sekaligus dapat diterapkan.

“Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekayaan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Dari sana kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” ungkap Wakapolri.

Menurutnya, mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu kepolisian.

Jejaring Nasional Terus Diperluas

Hingga saat ini, Polri telah menjalin 79 MoU dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

Di lingkungan internal Polri juga telah dikembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan fokus keilmuan yang beragam, mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, hingga intelijen kepolisian.

Wakapolri berharap jejaring tersebut tidak sekadar menjadi jaringan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

“Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata berapa banyak kerja sama yang dibuat atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Enrekang  Meninjau Beberapa Titik wilayah  Terdampak Bencana.

    Bupati Enrekang  Meninjau Beberapa Titik wilayah  Terdampak Bencana.

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 353
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga meninjau akses jalan Poros Desa Baringin, Maiwa – Tallangrilau, Bungin yang sudah bisa dilalui,, Kamis,( 17 /7/2025.) Kemarin. Akses jalan utama itu sempat tertutup longsoran beberapa waktu yang lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Enrekang kemudian melakukan pembersihan longsor setelah mendapat laporan dari warga setempat. Bupati Enrekang H. Muh. […]

  • Ashila Mahasiswi FKM Unhas 2024 Posko Rijang Pittu Turun Langsung ke Masyarakat, Gelar Survei Kesehatan

    Ashila Mahasiswi FKM Unhas 2024 Posko Rijang Pittu Turun Langsung ke Masyarakat, Gelar Survei Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap. – Ashila Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2024 yang tergabung dalam Posko Rijang Pittu turun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan survei kesehatan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian dan pembelajaran lapangan jumat 10 Juli 2026. Kegiatan survei dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga guna mengumpulkan data terkait kondisi kesehatan masyarakat, pola […]

  • Rangkaian Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Kodim 1419/Enrekang Gelar Ziarah Rombongan

    Rangkaian Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Kodim 1419/Enrekang Gelar Ziarah Rombongan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 179
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Dalam rangka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin Tahun 2026, Kodim 1419/Enrekang menggelar kegiatan upacara ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Massenrempulu Enrekang, Jl. Pahlawan, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Jumat (29/05/2026). Upacara ziarah rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1419/Enrekang Letkol Inf Hendra Kusuma […]

  • Lantik 1.361 Pejabat ATR/BPN, Sekjen: Amanah Baru untuk Jadi Motor Penggerak Perubahan

    Lantik 1.361 Pejabat ATR/BPN, Sekjen: Amanah Baru untuk Jadi Motor Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Jakarta. — Rotasi kerja di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan langkah yang dilakukan untuk memperkuat organisasi dan mutu sumber daya manusia (SDM). Di momen Pelantikan 1.361 Pejabat Manajerial dan Non Manajerial yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Kamis (13/08/2028), Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menitipkan […]

  • Kapolres Enrekang Bersama Staf dan Bhayangkari Sampaikan Ucapan Selamat, Pada Perayaan HUT ke-66 Kabupaten Enrekang

    Kapolres Enrekang Bersama Staf dan Bhayangkari Sampaikan Ucapan Selamat, Pada Perayaan HUT ke-66 Kabupaten Enrekang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 126
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran personel serta Bhayangkari Cabang Enrekang menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Enrekang, yang dirayakan di ruang Pola kantor Bupati Enrekang. Sabtu (11/04/2026). Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap perjalanan panjang Kabupaten Enrekang, […]

  • Skandal Kredit Fiktif KUR Terbongkar, Kejati Sulsel Tetapkan 4 Tersangka Baru: Negara Rugi Rp6,5 Miliar

    Skandal Kredit Fiktif KUR Terbongkar, Kejati Sulsel Tetapkan 4 Tersangka Baru: Negara Rugi Rp6,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 533
    • 0Komentar

    MAKASSAR, KBK – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan kembali menorehkan gebrakan dalam penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank milik negara di Kota Makassar. Pada Kamis malam, 24 Juli 2025, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel secara resmi menetapkan empat tersangka baru dalam perkara ini. Mereka adalah NR, F, […]

expand_less