Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Gerbang Benteng hingga Batu Sitodo’, Menelusuri Jejak Budaya yang Dijaga Masyarakat Benteng Alla’

Dari Gerbang Benteng hingga Batu Sitodo’, Menelusuri Jejak Budaya yang Dijaga Masyarakat Benteng Alla’

  • account_circle Basir
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-, Sejarah Benteng Alla’ di Kabupaten Enrekang tidak hanya tersimpan pada gerbang dan benda-benda peninggalan masa lalu. Ada pengetahuan lokal, cerita masyarakat, dan ingatan kolektif yang perlu diselamatkan agar tidak terputus dari generasi berikutnya.

Upaya merawat warisan itu dilakukan melalui pameran dokumentasi budaya, pemutaran film dokumenter, dan diskusi budaya yang digelar di Villa Lasharan Garden, Kecamatan Alla’, Kabupaten Enrekang, Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, unsur legislatif, masyarakat adat, pemerintah desa, akademisi, pemerhati budaya, dan generasi muda.

Melalui tiga agenda itu, hasil dokumentasi Situs Sejarah Benteng Alla’ dibawa kembali kepada masyarakat. Tujuannya bukan sekadar memperlihatkan peninggalan sejarah, melainkan memperluas pemahaman publik tentang nilai budaya yang hidup di baliknya.

Dr. Asbar, Ketua Pelaksana Penerima Manfaat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Revitalisasi dan Pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah melalui Dokumentasi Kreatif dan Diseminasi Karya di Situs Sejarah Benteng Alla’, Sulawesi Selatan.”

Program tersebut merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Dana Indonesiana.

“Program ini berupaya memperkuat pelestarian warisan budaya melalui pendekatan dokumentasi kreatif yang tidak hanya merekam keberadaan situs dan objek budaya, tetapi juga menghimpun cerita, pengetahuan lokal, serta ingatan kolektif masyarakat yang melekat di dalamnya,” kata Asbar.

Salah satu bagian penting kegiatan itu adalah pameran dokumentasi yang menampilkan foto dan materi visual mengenai kekayaan sejarah Benteng Alla’. Pengunjung diajak melihat bahwa sebuah situs sejarah tidak cukup dipahami hanya dari keberadaan benda atau bangunannya. Konteks sejarah, nilai, dan cerita yang menyertainya juga menentukan bagaimana warisan tersebut dimaknai.

Pemutaran film dokumenter menjadi cara lain untuk menyampaikan hasil dokumentasi kepada publik. Melalui medium audiovisual, lanskap dan objek bersejarah dipertemukan dengan cerita serta perspektif budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah objek yang menjadi perhatian dalam dokumentasi tersebut antara lain Gerbang Benteng Alla’, Issong atau lesung batu, Bubun Disuloi, dan Batu Sitodo’. Keberadaan objek-objek itu memperlihatkan pentingnya menghubungkan peninggalan fisik dengan pengetahuan lokal dan penuturan masyarakat agar pemahaman tentang sejarah Benteng Alla’ menjadi lebih utuh.

Namun, dokumentasi baru menjadi langkah awal. Hasilnya perlu terus dikaji, dipahami, dan dimanfaatkan agar tidak berhenti sebagai kumpulan foto atau film yang hanya ditonton sesaat.

Ketua PH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Massenrempulu, Ali Syamsu, S.Pd., menilai kerja bersama lintas pihak penting untuk memastikan pelestarian budaya berlangsung secara berkelanjutan.

“Sangat penting untuk membangun sinergitas dan kerja bersama dengan semua pihak dalam menjaga warisan budaya. Melalui aktivitas dokumentasi situs budaya seperti Benteng Alla’ ini, kiranya dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kepedulian dan menumbuhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan budaya,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Waliuddin Tandigau’ dari Pemerintah Desa Benteng Alla’ Utara. Menurut dia, dokumentasi tidak semestinya dibatasi pada rekaman peninggalan fisik, tetapi juga harus menjadi sarana mewariskan nilai dan tatanan peradaban yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Dokumentasi dalam perspektif ini bukan sekadar merekam peninggalan fisik, melainkan juga menjaga pengetahuan, nilai, dan ingatan yang membentuk kehidupan masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Patongloan, Atto Sainal, yang turut hadir sebagai salah satu tokoh kunci dalam penelusuran sejarah Benteng Alla’, berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merunut kembali jejak sejarah yang masih tersisa.

Ia mendorong dokumentasi dan penelitian lanjutan agar berbagai informasi yang tersebar di masyarakat dapat ditelusuri, dihubungkan, dan diuji sehingga menghasilkan gambaran sejarah Benteng Alla’ yang lebih utuh.

Dari dokumentasi menuju pendidikan budaya

Persoalan berikutnya adalah bagaimana hasil dokumentasi dapat digunakan setelah kegiatan berakhir. Film dan foto berpotensi menjadi sumber pembelajaran, bahan penelitian, media literasi budaya, serta sarana memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

Aspek tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi budaya yang menghadirkan dua akademisi dan praktisi pendidikan, yakni Dr. Baharuddin dari Universitas Muhammadiyah Enrekang dan Dr. Fitriyanti Sulaiman.

Diskusi tersebut membahas pemaknaan warisan budaya, pemanfaatan dokumentasi sebagai sumber edukasi, serta peran masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pelestarian Situs Sejarah Benteng Alla’.

Pengembangan dokumentasi menjadi bahan pendidikan penting agar sejarah lokal tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga masuk ke ruang belajar dan percakapan generasi muda. Dengan cara itu, warisan budaya dapat dipahami sebagai sumber pengetahuan yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Keberlanjutan upaya tersebut membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah dan pemerintah desa dapat mendukung kebijakan serta pemanfaatan hasil dokumentasi. Masyarakat adat dan lembaga lokal berperan menjaga pengetahuan dan konteks budaya. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memperkuat penelitian, pengarsipan, dan pengembangan materi pembelajaran.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Enrekang, Camat Baroko, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, para kepala desa, unsur AMAN Kabupaten Enrekang, akademisi, serta pemerhati budaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian situs sejarah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu lembaga atau kelompok masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar dokumentasi yang telah dihasilkan memiliki manfaat lebih luas dan dapat diakses oleh generasi berikutnya.

Bagi Benteng Alla’, tantangan pelestarian tidak berhenti pada upaya mempertahankan objek bersejarah. Pengetahuan yang menjelaskan makna objek tersebut juga perlu dirawat. Tanpa penuturan, penelitian, dan pewarisan yang berkelanjutan, peninggalan fisik berisiko kehilangan sebagian konteks yang membuatnya penting bagi masyarakat.

Diseminasi di Villa Lasharan Garden menjadi salah satu upaya menghubungkan kembali hasil dokumentasi dengan masyarakat pemilik warisan budaya tersebut. Pameran, film dokumenter, dan diskusi membuka ruang bagi publik untuk mengenali, mendiskusikan, serta memikirkan langkah selanjutnya dalam pelestarian.

Pada akhirnya, keberhasilan dokumentasi tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak foto yang tersimpan atau film yang diproduksi. Ukurannya juga terletak pada sejauh mana hasil tersebut memperkuat pengetahuan masyarakat, mendorong penelitian lanjutan, dan diteruskan kepada generasi muda.

Benteng Alla’ menyimpan lebih dari sekadar jejak masa lalu. Di dalamnya terdapat cerita dan identitas yang perlu terus ditafsirkan serta diwariskan. Dokumentasi dapat menjadi jembatan untuk menjaga warisan itu tetap hadir dalam ingatan, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat Enrekang.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Sidrap Nurkanaah Puji Perjuangan Tim Voli PGRI Enrekang, Kawinkan Dua Gelar Juara

    Wabup Sidrap Nurkanaah Puji Perjuangan Tim Voli PGRI Enrekang, Kawinkan Dua Gelar Juara

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SIDRAP,KABAR KITA.CO.ID-– Kontingen PGRI Kabupaten Enrekang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan 2026. Dua medali emas berhasil dipersembahkan dari cabang olahraga bola voli putra dan putri setelah keduanya tampil sebagai juara pada partai final yang berlangsung di Lapangan Kodim 1420 Sidrap, Senin (6/7/2026) pagi. Tim voli putra Enrekang tampil impresif dengan […]

  • Kasat Lantas Polres Enrekang Turut Hadir HUT Lalu Lintas ke-71, Ditlantas Polda Sulsel Gelar Syukuran

    Kasat Lantas Polres Enrekang Turut Hadir HUT Lalu Lintas ke-71, Ditlantas Polda Sulsel Gelar Syukuran

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MAKASSAR ,KABAR KITA.CO.ID-–Kasat lantas Polres Enrekang AKP.Muh.Ali.S.Sos  turut hadir  Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan mengikuti  acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Kegiatan dilaksanakan di Aula Biru Mako ditlantas Polda Sulsel. Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran khususnya personil Satlantas Polres Enrekang dan umumnya  Ditlantas Polda […]

  • Asy’ari Abdullah dan Parman Agus Mante Terima Penghargaan dari Anis Matta di Puncak HUT ke-6 Partai Gelora

    Asy’ari Abdullah dan Parman Agus Mante Terima Penghargaan dari Anis Matta di Puncak HUT ke-6 Partai Gelora

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PAREPARE,KABAR KITA.CO.ID – Ketua DPD Partai Gelora Parepare, Asy’ari Abdullah, bersama Ketua Bappilu Partai Gelora Parepare, S. Parman Agus Mante, menerima penghargaan khusus pada puncak perayaan HUT ke-6 Partai Gelora Indonesia. Acara berlangsung meriah di Ballroom Hotel Horison Ultima, Minggu (16/11/2025). Perayaan tahun ini mengangkat tema nasional “Rumah Untuk Semua”, sedangkan tema tingkat Sulawesi Selatan […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 919
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Gaspol dan Konsisten! Kodim 1404/Pinrang Rutin Asah Kemampuan Prajurit Lewat Latihan PSM

    Gaspol dan Konsisten! Kodim 1404/Pinrang Rutin Asah Kemampuan Prajurit Lewat Latihan PSM

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 63
    • 0Komentar

    PINRANG,KABAR KITA,CO.ID— Kodim 1404/Pinrang terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit melalui latihan Pencak Silat Militer (PSM) yang dilaksanakan secara rutin di lapangan Makodim 1404/Pinrang, Selasa (18/08/2026). Kegiatan latihan tersebut diikuti oleh para prajurit Kodim 1404/Pinrang dengan penuh semangat dan disiplin. Latihan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya memelihara serta meningkatkan kemampuan dasar […]

  • Pemkab Enrekang Raih WTP dari BPK Atas LKPD Tahun Anggaran 2025

    Pemkab Enrekang Raih WTP dari BPK Atas LKPD Tahun Anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 89
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID, – Pemkab Enrekang akhirnya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2025. Capaian Kab. Enrekang tersebut menjadi momentum dan energi penting bagi Pemkab Enrekang setelah tahun kemarin hanya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Penyerahan Laporan Hasil […]

expand_less