Kanwil Ditjenpas Sulsel Tanam 10.000 Bibit Kelapa, Karutan Malino Ikut Sukseskan Gerakan Hijau untuk Pangan dan Lingkungan
- account_circle Iful -
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 170
- comment 0 komentar

MAROS, KBK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan melaksanakan gerakan penanaman 10.000 bibit kelapa pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional penanaman 360.000 bibit kelapa yang dipusatkan di Nusakambangan, Jawa Tengah, sebagai salah satu bentuk dukungan pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Di Sulawesi Selatan, penanaman difokuskan di Desa Pucak, Kabupaten Maros, serta di sejumlah titik lain yang tersebar di Kabupaten Bantaeng, Bone, Pangkep, Kepulauan Selayar, dan Kota Palopo. Total bibit yang ditanam berjumlah 10.000, dengan rincian 5.000 bibit berasal dari kontribusi jajaran pemasyarakatan, dan 5.000 lainnya dari jajaran imigrasi. Bibit-bibit tersebut ditanam di lahan lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan negara (rutan), hingga lahan masyarakat yang dianggap potensial untuk pengembangan tanaman kelapa.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga strategis bagi masa depan pangan dan kelestarian alam. “Lahan yang digunakan bervariasi, mulai dari 2 hingga 45 hektare. Jenis kelapa yang ditanam adalah kelapa dalam, yang tahan lama dan produktif. Bahkan, sebagian bibit ditanam di sepanjang tepi sungai untuk menahan erosi dan mencegah longsor,” jelasnya.
Acara penanaman tersebut turut dihadiri berbagai pihak, di antaranya Kepala Lapas Maros, Kapolres Maros, anggota DPRD Maros, serta Kepala Rutan Kelas IIB Malino, Dedy Sutriady Rijal, yang ikut serta secara langsung menanam bibit kelapa bersama jajaran. Kehadiran unsur forkopimda dan tokoh masyarakat semakin memperkuat komitmen bersama untuk mendukung program penghijauan yang berorientasi pada keberlanjutan pangan.
Anggota DPRD Maros, Alwyldan Mustahir, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Kanwil Ditjenpas Sulsel. Ia menilai program ini akan membawa manfaat besar, baik secara ekonomi bagi masyarakat maupun secara ekologis bagi kelestarian alam. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat bibit yang sudah ditanam agar tumbuh subur. Jika kelak berbuah, tentu hasilnya bisa meningkatkan ketahanan pangan dan juga menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Penanaman bibit kelapa ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemasyarakatan, imigrasi, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menciptakan gerakan hijau yang berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya memberi dampak dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada keberlangsungan hidup generasi mendatang. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar