Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 324
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Bau busuk dugaan rekayasa dan intimidasi mulai menyeruak dari balik operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) yang berujung pada drama tembakan, ancaman, dan tekanan terhadap seorang kepala dusun asal Kabupaten Wajo.

Makmur Ibrahim, Kepala Dusun dari Kecamatan Siwa, Kabupaten Wajo, kini menjadi sosok yang disorot publik setelah mengaku dipaksa menjadi kambing hitam dalam insiden penembakan mobil warga di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hingga kini, mobil Mitsubishi Xpander warna hitam milik warga bernama Hasdar—yang diberondong delapan peluru oleh oknum BNNP Sulsel—masih terparkir rusak tanpa kejelasan ganti rugi.

Namun yang lebih mengagetkan, Makmur justru diminta bertanggung jawab dan mengganti kerusakan mobil yang sama sekali bukan akibat perbuatannya.

“Saya yang disuruh bertanggung jawab. Kalau menolak, mereka ancam jadikan saya tersangka dan dijerat pasal 114 ayat 2,” ujar Makmur lirih tapi tegas, saat ditemui di Posko Resmob Polres Sidrap, Rabu (22/10/2025).

Kronologi yang Janggal

Kisah ini bermula ketika Makmur menyewa mobil milik Hasdar. Tak lama kemudian, dua pria berinisial HR dan RF meminjam kendaraan itu untuk urusan pribadi.
Namun malam naas pun tiba. Saat melintas di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mobil tersebut mendadak menjadi sasaran tembakan beruntun dari petugas BNNP Sulsel, yang mengaku tengah memburu jaringan narkoba dan membuntuti dua pria yang disebut akan menerima 94 butir ekstasi dari seseorang berinisial AO.

Ironisnya, meski peluru sudah menembus bodi mobil, tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
Yang muncul justru tekanan demi tekanan kepada sang kepala dusun.

“Keesokan harinya saya bersama pemilik mobil menjemput kendaraan itu. Tapi saat di Posko Resmob, BNN datang menangkap saya tanpa surat penangkapan. Saya dibawa ke Makassar, disekap enam hari tanpa surat penahanan,” ungkap Makmur.

Selama di dalam tahanan, Makmur mengaku dipaksa menggundul kepala, diperlakukan seperti tersangka, dan bahkan diwajibkan membayar Rp10 juta dengan dalih untuk pengacara dan petugas BNN.

“Rp5 juta untuk pengacara yang mereka tunjuk, Rp5 juta katanya untuk petugas. Kalau tidak, saya dijadikan tersangka,” ujarnya menahan emosi.

Tekanan tidak berhenti di sana. Makmur dipaksa menandatangani surat pernyataan damai yang menyebut dirinya siap memperbaiki mobil hasil tembakan tersebut.

“Saya terpaksa tanda tangan, karena mereka ancam akan menahan saya lagi,” tambahnya.

BNN Sulsel Membantah, Tapi Publik Tak Mudah Percaya

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung F.S., membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada uang yang diterima oleh pihaknya dan menyebut masalah pembayaran pengacara adalah urusan pribadi antara Makmur dan kuasa hukumnya.

“Saya jamin personel BNN tidak menerima sepeser pun. Soal uang itu, pengacaranya sendiri yang mengatur. Tidak ada kaitan dengan kami,” tegas Agung.

Soal pembotakan kepala Makmur, Agung berdalih hal itu dilakukan atas persetujuan yang bersangkutan dan diklaim sebagai bagian dari “disiplin internal”.

Namun publik mulai mempertanyakan, sejak kapan “disiplin internal” BNN diterapkan kepada warga sipil yang bukan pegawai lembaga tersebut?

Ketika ditanya soal dugaan ancaman terhadap Makmur agar memperbaiki mobil yang ditembak petugas, Agung menghindar dan menyuruh wartawan menanyakan langsung ke pengacara Makmur.

“Saya tidak tahu soal itu. Tanyakan saja ke pengacaranya Pak Dusun,” pungkasnya singkat.

Gelombang Reaksi

Kasus ini kini mengguncang kredibilitas BNN Sulsel. Sejumlah pemerhati hukum dan tokoh masyarakat Wajo menilai kasus ini perlu diusut tuntas oleh pihak independen, karena mengandung aroma penyalahgunaan kewenangan, pemerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Publik menuntut transparansi dan audit internal terhadap operasi lapangan BNN Sulsel yang berujung tembakan tanpa kejelasan barang bukti.
Apalagi kini, satu kepala dusun harus menanggung trauma, kerugian, dan tekanan psikologis akibat operasi yang sarat tanda tanya.

“Kalau benar ada tekanan, ancaman, dan uang mengalir, ini bukan lagi operasi, tapi skenario gelap yang mencederai keadilan,” ujar salah satu aktivis hukum di Sidrap.

Kasus ini pun menjadi cermin buram dari praktik penegakan hukum yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menindasnya.
Sementara masyarakat masih menunggu: siapa yang berani membuka skenario gelap di balik peluru BNN Sulsel?. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sulsel Tanam Jagung 812 Hektar pada Kuartal I 2026, Targetkan Swasembada Jagung

    Polda Sulsel Tanam Jagung 812 Hektar pada Kuartal I 2026, Targetkan Swasembada Jagung

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Makassar, Sulsel, KBK — Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) telah melakukan penanaman jagung seluas 812 hektar pada Kuartal I Tahun 2026. Lahan tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Selatan. Penanaman jagung ini memanfaatkan berbagai jenis lahan binaan Polri, mulai dari lahan […]

  • IKMB Bersama HIMAGRO, Hima BK, dan Hima MBI Galang Dana untuk Warga Terdampak Kebakaran

    IKMB Bersama HIMAGRO, Hima BK, dan Hima MBI Galang Dana untuk Warga Terdampak Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 110
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di Buntu Lamba, Kecamatan Buntu Batu, Ikatan Mahasiswa Buntu Batu (IKMB) bersama HIMAGRO UNIMEN, Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, serta Hima MBI UNIMEN menggelar aksi penggalangan dana di perempatan lampu merah Kabupaten Enrekang. Pada Kamis (18/6/2026) Aksi kemanusiaan tersebut mendapat sambutan positif dari […]

  • Dukung Pembinaan Atlet, Kapolres Sidrap dan Bupati Buka Tournament Volly Manisa Cup III 2025

    Dukung Pembinaan Atlet, Kapolres Sidrap dan Bupati Buka Tournament Volly Manisa Cup III 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 207
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Ajang olahraga tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Kecamatan Baranti kembali digelar. Open Tournament Bola Volly Manisa Cup III Tahun 2025 resmi dibuka di Lapangan Rethander, Kelurahan Manisa, Rabu (1/10/2025) malam. Pembukaan berlangsung meriah dengan hadirnya sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong selaku Ketua PBVSI Sidrap, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, […]

  • Bupati Sidrap Ikuti Peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo: Dorong Ekonomi Desa Bangkit

    Bupati Sidrap Ikuti Peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo: Dorong Ekonomi Desa Bangkit

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 300
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, mengikuti peluncuran program nasional 80.000 Koperasi Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring pada Senin (21/7/2025). Kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kelembagaan […]

  • Gemes Squad Tumbuhkan Wirausaha Muda, Bupati Sidrap Beri Dukungan Penuh

    Gemes Squad Tumbuhkan Wirausaha Muda, Bupati Sidrap Beri Dukungan Penuh

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-5 Gemes Squad di Lapangan Andi Sulolipu, Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (2/5/2026) malam. Acara berlangsung semarak, turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap, Hj. Haslindah Syaharuddin, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sidrap, serta perwakilan Bupati Wajo. Ada juga […]

  • Longsor Tutup Setengah Badan Jalan Trans Enrekang-Toraja

    Longsor Tutup Setengah Badan Jalan Trans Enrekang-Toraja

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 502
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID<span;> -Longsor terjadi di kaki Gunung Bambapuang di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jalan penghubung Enrekang-Toraja itu pun tertutup material batu setengah badan jalan. “Iya, ada longsor batu di kaki Gunung Bambapuang, jalur Trans Sulawesi Enrekang-Toraja,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Enrekang Indra Audi Putra, Senin (9/6/2025). Indra mengaku longsor di Kecamatan Anggeraja, Enrekang itu terjadi sejak […]

expand_less