Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Bau busuk dugaan rekayasa dan intimidasi mulai menyeruak dari balik operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) yang berujung pada drama tembakan, ancaman, dan tekanan terhadap seorang kepala dusun asal Kabupaten Wajo.

Makmur Ibrahim, Kepala Dusun dari Kecamatan Siwa, Kabupaten Wajo, kini menjadi sosok yang disorot publik setelah mengaku dipaksa menjadi kambing hitam dalam insiden penembakan mobil warga di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hingga kini, mobil Mitsubishi Xpander warna hitam milik warga bernama Hasdar—yang diberondong delapan peluru oleh oknum BNNP Sulsel—masih terparkir rusak tanpa kejelasan ganti rugi.

Namun yang lebih mengagetkan, Makmur justru diminta bertanggung jawab dan mengganti kerusakan mobil yang sama sekali bukan akibat perbuatannya.

“Saya yang disuruh bertanggung jawab. Kalau menolak, mereka ancam jadikan saya tersangka dan dijerat pasal 114 ayat 2,” ujar Makmur lirih tapi tegas, saat ditemui di Posko Resmob Polres Sidrap, Rabu (22/10/2025).

Kronologi yang Janggal

Kisah ini bermula ketika Makmur menyewa mobil milik Hasdar. Tak lama kemudian, dua pria berinisial HR dan RF meminjam kendaraan itu untuk urusan pribadi.
Namun malam naas pun tiba. Saat melintas di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mobil tersebut mendadak menjadi sasaran tembakan beruntun dari petugas BNNP Sulsel, yang mengaku tengah memburu jaringan narkoba dan membuntuti dua pria yang disebut akan menerima 94 butir ekstasi dari seseorang berinisial AO.

Ironisnya, meski peluru sudah menembus bodi mobil, tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
Yang muncul justru tekanan demi tekanan kepada sang kepala dusun.

“Keesokan harinya saya bersama pemilik mobil menjemput kendaraan itu. Tapi saat di Posko Resmob, BNN datang menangkap saya tanpa surat penangkapan. Saya dibawa ke Makassar, disekap enam hari tanpa surat penahanan,” ungkap Makmur.

Selama di dalam tahanan, Makmur mengaku dipaksa menggundul kepala, diperlakukan seperti tersangka, dan bahkan diwajibkan membayar Rp10 juta dengan dalih untuk pengacara dan petugas BNN.

“Rp5 juta untuk pengacara yang mereka tunjuk, Rp5 juta katanya untuk petugas. Kalau tidak, saya dijadikan tersangka,” ujarnya menahan emosi.

Tekanan tidak berhenti di sana. Makmur dipaksa menandatangani surat pernyataan damai yang menyebut dirinya siap memperbaiki mobil hasil tembakan tersebut.

“Saya terpaksa tanda tangan, karena mereka ancam akan menahan saya lagi,” tambahnya.

BNN Sulsel Membantah, Tapi Publik Tak Mudah Percaya

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung F.S., membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada uang yang diterima oleh pihaknya dan menyebut masalah pembayaran pengacara adalah urusan pribadi antara Makmur dan kuasa hukumnya.

“Saya jamin personel BNN tidak menerima sepeser pun. Soal uang itu, pengacaranya sendiri yang mengatur. Tidak ada kaitan dengan kami,” tegas Agung.

Soal pembotakan kepala Makmur, Agung berdalih hal itu dilakukan atas persetujuan yang bersangkutan dan diklaim sebagai bagian dari “disiplin internal”.

Namun publik mulai mempertanyakan, sejak kapan “disiplin internal” BNN diterapkan kepada warga sipil yang bukan pegawai lembaga tersebut?

Ketika ditanya soal dugaan ancaman terhadap Makmur agar memperbaiki mobil yang ditembak petugas, Agung menghindar dan menyuruh wartawan menanyakan langsung ke pengacara Makmur.

“Saya tidak tahu soal itu. Tanyakan saja ke pengacaranya Pak Dusun,” pungkasnya singkat.

Gelombang Reaksi

Kasus ini kini mengguncang kredibilitas BNN Sulsel. Sejumlah pemerhati hukum dan tokoh masyarakat Wajo menilai kasus ini perlu diusut tuntas oleh pihak independen, karena mengandung aroma penyalahgunaan kewenangan, pemerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Publik menuntut transparansi dan audit internal terhadap operasi lapangan BNN Sulsel yang berujung tembakan tanpa kejelasan barang bukti.
Apalagi kini, satu kepala dusun harus menanggung trauma, kerugian, dan tekanan psikologis akibat operasi yang sarat tanda tanya.

“Kalau benar ada tekanan, ancaman, dan uang mengalir, ini bukan lagi operasi, tapi skenario gelap yang mencederai keadilan,” ujar salah satu aktivis hukum di Sidrap.

Kasus ini pun menjadi cermin buram dari praktik penegakan hukum yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menindasnya.
Sementara masyarakat masih menunggu: siapa yang berani membuka skenario gelap di balik peluru BNN Sulsel?. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sidrap Diskusi dengan Pimpinan Bank Bahas Kerja Sama Strategis Pembangunan Daerah Perbankan Siap Dukung UMKM, Pertanian, dan Inklusi Keuangan di Bumi Nene Mallomo

    Bupati Sidrap Diskusi dengan Pimpinan Bank Bahas Kerja Sama Strategis Pembangunan Daerah Perbankan Siap Dukung UMKM, Pertanian, dan Inklusi Keuangan di Bumi Nene Mallomo

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 251
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menerima audiensi sejumlah pimpinan bank yang beroperasi di wilayah Sidrap dan Ajatappareng, Rabu (10/9/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu menjadi ajang strategis membahas peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor perbankan guna mempercepat pembangunan daerah. Sejumlah pimpinan bank yang hadir antara […]

  • Target 87% LP2B Tercapai Sebelum 2029, Menteri Nusron Apresiasi Kinerja Jajaran

    Target 87% LP2B Tercapai Sebelum 2029, Menteri Nusron Apresiasi Kinerja Jajaran

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Target 87% LP2B Tercapai Sebelum 2029, Menteri Nusron Apresiasi Kinerja Jajaran Kabarkita.co.id.Sleman. — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat pencapaian target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hingga 2026, LP2B secara nasional telah melampaui target 87% yang semula disasar bisa tercapai pada akhir […]

  • Agus Rasyid Butu Nahkodai PKB Sidrap, Usung Politik Terbuka untuk Semua

    Agus Rasyid Butu Nahkodai PKB Sidrap, Usung Politik Terbuka untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle kabarkita
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sidrap, Sukses nahkodai PKB Sidrap, Agus Rasyid Butu sampaikan bahwa organisasi bukan sekadar tempat berhimpun. Organisasi adalah ruang belajar yang membentuk cara berpikir, menempa karakter, dan mengajarkan arti pengabdian kepada masyarakat. Perjalanan itu dimulai dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), tempat ia tumbuh dan mengenal nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam keberagaman. Dari rahim […]

  • Danramil 1419-02/Maiwa Pimpin Karya Bakti Bersihkan Area Jembatan Perintis Garuda

    Danramil 1419-02/Maiwa Pimpin Karya Bakti Bersihkan Area Jembatan Perintis Garuda

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 62
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID– Danramil 1419-01/Maiwa Kodim 1419/Enrekang, Letda Inf Amrullah, memimpin kegiatan karya bakti berupa pembersihan pohon dan ranting di sekitar Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Dusun Salokaraja, Desa Pattondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Senin (03/08/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus untuk menciptakan kondisi yang aman […]

  • Usai Mengikuti Zoom Asistensi, Anev PEKPPP dan ZI Ro Rena : Kapolres Enrekang Gelar Pengarahan Kepada Personil Yan Publik

    Usai Mengikuti Zoom Asistensi, Anev PEKPPP dan ZI Ro Rena : Kapolres Enrekang Gelar Pengarahan Kepada Personil Yan Publik

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 314
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID – Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin pelaksanaan Zoom meeting dalam rangka Asistensi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) serta Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Polres Enrekang, Kegiatan ini berlangsung di ruang Vidcom Mapolres.Selasa (20/05/2025). Usai pelaksanaan Zoom meeting agenda Rorena Polda Sulsel,  yang dipimpin langsung […]

  • Bupati Enrekang Bertemu Dirjen Bina Keuangan Daerah, Ini Yang Di Bahas

    Bupati Enrekang Bertemu Dirjen Bina Keuangan Daerah, Ini Yang Di Bahas

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 317
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID– Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, bersama Wakil Bupati Enrekang melakukan kunjungan resmi dan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. Pertemuan tersebut berlangsung beberapa waktu lalu dan membahas secara khusus kondisi keuangan daerah Kabupaten Enrekang saat ini, sekaligus menjadi momen penting […]

expand_less