Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 362
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Bau busuk dugaan rekayasa dan intimidasi mulai menyeruak dari balik operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) yang berujung pada drama tembakan, ancaman, dan tekanan terhadap seorang kepala dusun asal Kabupaten Wajo.

Makmur Ibrahim, Kepala Dusun dari Kecamatan Siwa, Kabupaten Wajo, kini menjadi sosok yang disorot publik setelah mengaku dipaksa menjadi kambing hitam dalam insiden penembakan mobil warga di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hingga kini, mobil Mitsubishi Xpander warna hitam milik warga bernama Hasdar—yang diberondong delapan peluru oleh oknum BNNP Sulsel—masih terparkir rusak tanpa kejelasan ganti rugi.

Namun yang lebih mengagetkan, Makmur justru diminta bertanggung jawab dan mengganti kerusakan mobil yang sama sekali bukan akibat perbuatannya.

“Saya yang disuruh bertanggung jawab. Kalau menolak, mereka ancam jadikan saya tersangka dan dijerat pasal 114 ayat 2,” ujar Makmur lirih tapi tegas, saat ditemui di Posko Resmob Polres Sidrap, Rabu (22/10/2025).

Kronologi yang Janggal

Kisah ini bermula ketika Makmur menyewa mobil milik Hasdar. Tak lama kemudian, dua pria berinisial HR dan RF meminjam kendaraan itu untuk urusan pribadi.
Namun malam naas pun tiba. Saat melintas di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mobil tersebut mendadak menjadi sasaran tembakan beruntun dari petugas BNNP Sulsel, yang mengaku tengah memburu jaringan narkoba dan membuntuti dua pria yang disebut akan menerima 94 butir ekstasi dari seseorang berinisial AO.

Ironisnya, meski peluru sudah menembus bodi mobil, tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
Yang muncul justru tekanan demi tekanan kepada sang kepala dusun.

“Keesokan harinya saya bersama pemilik mobil menjemput kendaraan itu. Tapi saat di Posko Resmob, BNN datang menangkap saya tanpa surat penangkapan. Saya dibawa ke Makassar, disekap enam hari tanpa surat penahanan,” ungkap Makmur.

Selama di dalam tahanan, Makmur mengaku dipaksa menggundul kepala, diperlakukan seperti tersangka, dan bahkan diwajibkan membayar Rp10 juta dengan dalih untuk pengacara dan petugas BNN.

“Rp5 juta untuk pengacara yang mereka tunjuk, Rp5 juta katanya untuk petugas. Kalau tidak, saya dijadikan tersangka,” ujarnya menahan emosi.

Tekanan tidak berhenti di sana. Makmur dipaksa menandatangani surat pernyataan damai yang menyebut dirinya siap memperbaiki mobil hasil tembakan tersebut.

“Saya terpaksa tanda tangan, karena mereka ancam akan menahan saya lagi,” tambahnya.

BNN Sulsel Membantah, Tapi Publik Tak Mudah Percaya

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung F.S., membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada uang yang diterima oleh pihaknya dan menyebut masalah pembayaran pengacara adalah urusan pribadi antara Makmur dan kuasa hukumnya.

“Saya jamin personel BNN tidak menerima sepeser pun. Soal uang itu, pengacaranya sendiri yang mengatur. Tidak ada kaitan dengan kami,” tegas Agung.

Soal pembotakan kepala Makmur, Agung berdalih hal itu dilakukan atas persetujuan yang bersangkutan dan diklaim sebagai bagian dari “disiplin internal”.

Namun publik mulai mempertanyakan, sejak kapan “disiplin internal” BNN diterapkan kepada warga sipil yang bukan pegawai lembaga tersebut?

Ketika ditanya soal dugaan ancaman terhadap Makmur agar memperbaiki mobil yang ditembak petugas, Agung menghindar dan menyuruh wartawan menanyakan langsung ke pengacara Makmur.

“Saya tidak tahu soal itu. Tanyakan saja ke pengacaranya Pak Dusun,” pungkasnya singkat.

Gelombang Reaksi

Kasus ini kini mengguncang kredibilitas BNN Sulsel. Sejumlah pemerhati hukum dan tokoh masyarakat Wajo menilai kasus ini perlu diusut tuntas oleh pihak independen, karena mengandung aroma penyalahgunaan kewenangan, pemerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Publik menuntut transparansi dan audit internal terhadap operasi lapangan BNN Sulsel yang berujung tembakan tanpa kejelasan barang bukti.
Apalagi kini, satu kepala dusun harus menanggung trauma, kerugian, dan tekanan psikologis akibat operasi yang sarat tanda tanya.

“Kalau benar ada tekanan, ancaman, dan uang mengalir, ini bukan lagi operasi, tapi skenario gelap yang mencederai keadilan,” ujar salah satu aktivis hukum di Sidrap.

Kasus ini pun menjadi cermin buram dari praktik penegakan hukum yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menindasnya.
Sementara masyarakat masih menunggu: siapa yang berani membuka skenario gelap di balik peluru BNN Sulsel?. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorotan Publik Menguat, Temuan BPK Rp734 Juta di DPRD Sidrap Mulai Ditindaklanjuti

    Sorotan Publik Menguat, Temuan BPK Rp734 Juta di DPRD Sidrap Mulai Ditindaklanjuti

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 971
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali mengungkap temuan serius dalam pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor: 31.B/LHP/XIX.MKS/05/2025 tertanggal 23 Mei 2025, BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran Tunjangan Perumahan dan Tunjangan Transportasi Pimpinan serta Anggota DPRD Sidrap yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja […]

  • “Pameran Expo Unhas 2025 di Sidrap, Bukti Sinergi Pemerintah, Kampus, dan Polri Wujudkan SDM Unggul dan Ekonomi Kuat”

    “Pameran Expo Unhas 2025 di Sidrap, Bukti Sinergi Pemerintah, Kampus, dan Polri Wujudkan SDM Unggul dan Ekonomi Kuat”

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 236
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Pameran Expo Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2025 resmi digelar di lobby Kantor Bupati Sidrap, Selasa (30/9/2025) siang. Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, jajaran Forkopimda, kepala OPD, para dekan fakultas, camat, hingga […]

  • Deppa Te’tekan Khas Enrekang

    Deppa Te’tekan Khas Enrekang

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 608
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID–Tiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing yang terdiri dari beragam jenis. Ada yang berupa makanan berat, kue, maupun minuman tradisional. Seperti halnya kabupaten Enrekang juga memiliki kue tradisional khas bumi Massenrempulu yaitu Deppa Te’tekan. Kue ini sebenarnya jika dalam bahasa Indonesia disebut kue cucur. Kue ini tidak hanya menjadi favorit warga […]

  • PESANTREN MBS ENREKANG MEMPERLUAS JARINGAN, PENANDATANGANAN MOU DENGAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO

    PESANTREN MBS ENREKANG MEMPERLUAS JARINGAN, PENANDATANGANAN MOU DENGAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 382
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Pesantren MBS Enrekang kedatangan tamu dari luar Kabupaten untuk mempererat kerja sama. Dilakukan penandatanganan MOU dengan Prodi PAI.   Minggu,(31/8/2025) Universitas Muhammadiyah Palopo Kegiatan silahturahmi ini diawali dengan Pengenalan oleh Muhammad Yusuf, S.Ud.,M.Pd. selaku Ketua Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Palopo dan kemudian dilanjutkan Kajian literasi oleh salah satu Dosen PAI Universitas Muhammadiyah Palopo juga […]

  • Pemkab Enrekang Serahkan SK Badan Hukum Koperasi, Dorong Perekonomian Desa

    Pemkab Enrekang Serahkan SK Badan Hukum Koperasi, Dorong Perekonomian Desa

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 331
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID‘-Plt. Sekretaris Daerah Enrekang, Zulkarnain Kara memimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kesadaran Nasional, yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Koperasi Ke-78 Tahun 2025,  di halaman kantor Bupati Enrekang. Kamis, (17/7/2025) Dalam rangkaian Peringatan Hari Koperasi, PLT Sekretaris Daerah Enrekang, Zulkarnain Kara, menyerahkan secara simbolis SK Badan Hukum Koperasi Merah Putih Kelurahan Juppandang dan Kelurahan […]

  • MTsN 1 Sidrap Pastikan Penyerahan Uang Rekreasi ke Orang Tua di Momen Perpisahan

    MTsN 1 Sidrap Pastikan Penyerahan Uang Rekreasi ke Orang Tua di Momen Perpisahan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 404
    • 0Komentar

    SIDRAP — Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sidrap, Muh Nasir angkat bicara soal dana perpisahan siswa kelas IX tahun 2025. Menurutnya, kegiatan perpisahan dan tadabbur alam itu melalui rapat komite (rapat para orang tua) termasuk kegiatan perpisahan 20 Mei 2025. “Para orang tua sepakat dan yang memutuskannya. Bukan guru. Mengenai uang rekreasi akan kami […]

expand_less