Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

Tembakan, Tekanan, dan Kebohongan: Skenario Gelap BNN Sulsel Terbongkar?

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 361
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Bau busuk dugaan rekayasa dan intimidasi mulai menyeruak dari balik operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) yang berujung pada drama tembakan, ancaman, dan tekanan terhadap seorang kepala dusun asal Kabupaten Wajo.

Makmur Ibrahim, Kepala Dusun dari Kecamatan Siwa, Kabupaten Wajo, kini menjadi sosok yang disorot publik setelah mengaku dipaksa menjadi kambing hitam dalam insiden penembakan mobil warga di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hingga kini, mobil Mitsubishi Xpander warna hitam milik warga bernama Hasdar—yang diberondong delapan peluru oleh oknum BNNP Sulsel—masih terparkir rusak tanpa kejelasan ganti rugi.

Namun yang lebih mengagetkan, Makmur justru diminta bertanggung jawab dan mengganti kerusakan mobil yang sama sekali bukan akibat perbuatannya.

“Saya yang disuruh bertanggung jawab. Kalau menolak, mereka ancam jadikan saya tersangka dan dijerat pasal 114 ayat 2,” ujar Makmur lirih tapi tegas, saat ditemui di Posko Resmob Polres Sidrap, Rabu (22/10/2025).

Kronologi yang Janggal

Kisah ini bermula ketika Makmur menyewa mobil milik Hasdar. Tak lama kemudian, dua pria berinisial HR dan RF meminjam kendaraan itu untuk urusan pribadi.
Namun malam naas pun tiba. Saat melintas di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mobil tersebut mendadak menjadi sasaran tembakan beruntun dari petugas BNNP Sulsel, yang mengaku tengah memburu jaringan narkoba dan membuntuti dua pria yang disebut akan menerima 94 butir ekstasi dari seseorang berinisial AO.

Ironisnya, meski peluru sudah menembus bodi mobil, tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
Yang muncul justru tekanan demi tekanan kepada sang kepala dusun.

“Keesokan harinya saya bersama pemilik mobil menjemput kendaraan itu. Tapi saat di Posko Resmob, BNN datang menangkap saya tanpa surat penangkapan. Saya dibawa ke Makassar, disekap enam hari tanpa surat penahanan,” ungkap Makmur.

Selama di dalam tahanan, Makmur mengaku dipaksa menggundul kepala, diperlakukan seperti tersangka, dan bahkan diwajibkan membayar Rp10 juta dengan dalih untuk pengacara dan petugas BNN.

“Rp5 juta untuk pengacara yang mereka tunjuk, Rp5 juta katanya untuk petugas. Kalau tidak, saya dijadikan tersangka,” ujarnya menahan emosi.

Tekanan tidak berhenti di sana. Makmur dipaksa menandatangani surat pernyataan damai yang menyebut dirinya siap memperbaiki mobil hasil tembakan tersebut.

“Saya terpaksa tanda tangan, karena mereka ancam akan menahan saya lagi,” tambahnya.

BNN Sulsel Membantah, Tapi Publik Tak Mudah Percaya

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung F.S., membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada uang yang diterima oleh pihaknya dan menyebut masalah pembayaran pengacara adalah urusan pribadi antara Makmur dan kuasa hukumnya.

“Saya jamin personel BNN tidak menerima sepeser pun. Soal uang itu, pengacaranya sendiri yang mengatur. Tidak ada kaitan dengan kami,” tegas Agung.

Soal pembotakan kepala Makmur, Agung berdalih hal itu dilakukan atas persetujuan yang bersangkutan dan diklaim sebagai bagian dari “disiplin internal”.

Namun publik mulai mempertanyakan, sejak kapan “disiplin internal” BNN diterapkan kepada warga sipil yang bukan pegawai lembaga tersebut?

Ketika ditanya soal dugaan ancaman terhadap Makmur agar memperbaiki mobil yang ditembak petugas, Agung menghindar dan menyuruh wartawan menanyakan langsung ke pengacara Makmur.

“Saya tidak tahu soal itu. Tanyakan saja ke pengacaranya Pak Dusun,” pungkasnya singkat.

Gelombang Reaksi

Kasus ini kini mengguncang kredibilitas BNN Sulsel. Sejumlah pemerhati hukum dan tokoh masyarakat Wajo menilai kasus ini perlu diusut tuntas oleh pihak independen, karena mengandung aroma penyalahgunaan kewenangan, pemerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Publik menuntut transparansi dan audit internal terhadap operasi lapangan BNN Sulsel yang berujung tembakan tanpa kejelasan barang bukti.
Apalagi kini, satu kepala dusun harus menanggung trauma, kerugian, dan tekanan psikologis akibat operasi yang sarat tanda tanya.

“Kalau benar ada tekanan, ancaman, dan uang mengalir, ini bukan lagi operasi, tapi skenario gelap yang mencederai keadilan,” ujar salah satu aktivis hukum di Sidrap.

Kasus ini pun menjadi cermin buram dari praktik penegakan hukum yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menindasnya.
Sementara masyarakat masih menunggu: siapa yang berani membuka skenario gelap di balik peluru BNN Sulsel?. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Enrekang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek

    Kapolres Enrekang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Enrekang,KABAR KITA.CO.ID- Kapolres Enrekang AKBP Ketut Yoga Saputra, S.I.K. memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim, Kapolsek Cendana, Kapolsek Enrekang, Kapolsek Baraka, Kapolsek Anggeraja serta pelantikan Kasikum Polres Enrekang, Selasa (11/8/26). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wira Pratama Polres Enrekang dan diikuti oleh Wakapolres Enrekang, para Kabag, para Kapolsek jajaran, para perwira, personel Polres […]

  • Kepergian Mendadak Bang Uly: Jurnalis Senior dan Penggerak Olahraga Parepare Berpulang di Tengah Aktivitas Padat

    Kepergian Mendadak Bang Uly: Jurnalis Senior dan Penggerak Olahraga Parepare Berpulang di Tengah Aktivitas Padat

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 430
    • 0Komentar

    PAREPARE, KBK — Kabar duka menyelimuti Kota Parepare. Bang Uly, jurnalis senior TV One sekaligus sosok aktif di berbagai komunitas olahraga, meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu (9/8/2025) sekitar pukul 14.55 WITA di RSUD Andi Makkasau. Hanya beberapa jam sebelum kepergiannya, almarhum masih terlihat bugar. Ia bermain tenis di Lapangan Pengadilan Negeri Parepare sekitar pukul […]

  • Wakapolres Enrekang  Gelar Waskat pada Sidak Gaktiplin Dan Tes Urine Personil

    Wakapolres Enrekang  Gelar Waskat pada Sidak Gaktiplin Dan Tes Urine Personil

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 434
    • 0Komentar

    ENREKANG-KABAR KITA.CO.ID-Guna menegakkan kedisiplinan dan menjaga integritas internal Polri, Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksum, S.Sos., M.M., memantau langsung pelaksanaan Inspeksi tes urine terhadap seluruh personel Polres dan jajaran Polsek, di Mapolres Enrekang. Kamis (24/07/2025). Kegiatan yang digelar usai apel skala besar ini merupakan bagian dari program pencegahan penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri, hasil kerja sama […]

  • Kejari Enrekang Musnahkan Barang Bukti Perkara

    Kejari Enrekang Musnahkan Barang Bukti Perkara

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 342
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID-Kejaksaan Negeri Enrekang melakukan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum, narkotika dan pencabulan yang sudah vonis dan memiliki kekuatan hukum tetap (Incrah) dan acara berlangsung di halaman kejaksaan setempat. Kali ini pemusnahan barang bukti perkara yang telah vonis berkekuatan hukum tetap (Inkrahct Van Gewidse) dieksekusi atas Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang […]

  • Sambut HUT TNI ke-80, Koramil 1419-03/Baraka Bersama Forkopimca Gelar Karya Bakti

    Sambut HUT TNI ke-80, Koramil 1419-03/Baraka Bersama Forkopimca Gelar Karya Bakti

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 388
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-80 tahun 2025, Koramil 1419-03/Baraka yang dipimpin langsung Danramil Lettu Kav David berkolaborasi dengan Forkopimca Baraka melaksanakan kegiatan Karya Bakti di Pasar Citra Baraka, Kelurahan Baraka, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Rabu (03/09/2025). Kegiatan karya bakti ini difokuskan pada pembersihan lingkungan pasar dengan melibatkan personel TNI, Polri, aparat kecamatan, […]

  • Polisi Cilik Polres Enrekang Raih Poin Tertinggi dan Juara Pertama Untuk Zona 3

    Polisi Cilik Polres Enrekang Raih Poin Tertinggi dan Juara Pertama Untuk Zona 3

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 66
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Polisi Cilik (Pocil) Polres Enrekang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama dalam perlombaan Polisi Cilik Zona 3. Tampil penuh percaya diri dan memukau di hadapan dewan juri serta para penonton, Pocil Polres Enrekang berhasil mengungguli empat peserta dari Polres lainnya, Minggu (6/9/26). Dari lima peserta yang tampil dalam perlombaan tersebut, […]

expand_less