Dua Pendongeng Cilik Sidrap Raih Prestasi Nasional, Harumkan Daerah di Ajang KSBN 2025
- account_circle Iful -
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, KBK — Dua pendongeng cilik asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Tanawali Asis dan Ratu Arumi Radika, kembali mengharumkan nama daerah di panggung nasional. Keduanya berhasil meraih prestasi membanggakan pada Lomba Dongeng Karya Cipta Baru Tingkat Nasional 2025 bertema “Budaya dan Nilai Luhur Bangsaku” yang digelar Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) bekerja sama dengan Kemendikdasmen dan Kemenbud di Plaza Insani, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Tanawali Asis Raih Juara Harapan 3
Tanawali Asis, siswa UPT SD Negeri 1 Amparita, meraih Juara Harapan 3 kategori SD kelas 1–3 melalui dongeng berjudul “Ayam Gagak dari Sidrap”.
Karyanya mengangkat kearifan lokal serta asal-usul salah satu hewan endemik khas Sidenreng Rappang. Tanawali dibimbing oleh Asman L., S.Pd., Gr., M.Pd., dan Asis T., S.Ag., Gr., M.Pd.

Ratu Arumi Radika Sabet Juara 3 TK/PAUD
Sementara itu, Ratu Arumi Radika dari TKN Idhata Rappang meraih Juara 3 kategori TK/PAUD lewat dongeng “Hantu Kalimpau”.
Cerita tersebut memuat pesan moral Bugis tentang pentingnya anak-anak pulang sebelum petang. Arumi dilatih oleh Surya Reski dan Tahira, S.Pd., AUD.
Seni Bertutur Dihidupkan Kembali
Ketua KSBN Nasional, Mayjen TNI (Purn.) Hendardji Soepandji, menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi wadah menghidupkan kembali seni bertutur sekaligus memperkuat kebudayaan daerah. Ia menekankan bahwa dongeng dapat membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua.
Memukau Juri dan Penonton
Penampilan kedua wakil Sidrap ini sukses memukau juri dan penonton di Aula Inzani Kemendikdasmen. Mereka dinilai unggul dalam penjiwaan karakter, perubahan suara, serta kemampuan membawa alur cerita secara hidup sehingga layak menempati posisi juara.
Karya Akan Diterbitkan dan Dipajang di Museum
Prestasi tersebut mendapat apresiasi istimewa. Naskah “Ayam Gagak dari Sidrap” dan “Hantu Kalimpau” akan diterbitkan secara analog dan digital oleh Kemendikdasmen dan Kemenbud.
Selain itu, foto keduanya juga akan dipajang di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery di Medan, bersama pakaian adat dan properti yang mereka gunakan saat tampil.
Peran Pelatih dan Dukungan Pemerintah
Tanawali dan Arumi didampingi para pelatih: Asman L., Asis T., Andika Putra Yani, Surya Reski, dan Tahira. Keberangkatan mereka ke Jakarta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidrap serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala UPT SD Negeri 1 Amparita, Hj. Hasnati, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian Tanawali yang berhasil bersaing dengan peserta dari 32 provinsi.
Hal senada juga disampaikan pihak TKN Idhata Rappang yang bangga atas prestasi Arumi yang berhasil menembus tiga besar dari 33 provinsi.
Bukti Komitmen Pemkab Sidrap
Para pendamping mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidrap, Wakil Bupati, Bunda PAUD, serta jajaran Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah. Mereka menilai capaian ini menjadi bukti kuat perhatian pemerintah terhadap pengembangan bakat dan kreativitas anak, sejalan dengan tagline Saromase Sidenreng Rappang. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar