Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Benteng Alla’ Direkam dalam Film, Foto, dan Ingatan Warga: Upaya Menjaga Sejarah Agat Tetap Lestari

Benteng Alla’ Direkam dalam Film, Foto, dan Ingatan Warga: Upaya Menjaga Sejarah Agat Tetap Lestari

  • account_circle Basir
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANGKABAR KITA.CO.ID, Sejarah Benteng Alla’ di Kabupaten Enrekang tidak hanya tersimpan pada gerbang dan benda-benda peninggalan masa lalu. Ada pengetahuan lokal, cerita masyarakat, dan ingatan kolektif yang perlu diselamatkan agar tidak terputus dari generasi berikutnya.

Upaya merawat warisan itu dilakukan melalui pameran dokumentasi budaya, pemutaran film dokumenter, dan diskusi budaya yang digelar di Villa Lasharan Garden, Kecamatan Alla’, Kabupaten Enrekang, Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, unsur legislatif, masyarakat adat, pemerintah desa, akademisi, pemerhati budaya, dan generasi muda.

Melalui tiga agenda itu, hasil dokumentasi Situs Sejarah Benteng Alla’ dibawa kembali kepada masyarakat. Tujuannya bukan sekadar memperlihatkan peninggalan sejarah, melainkan memperluas pemahaman publik tentang nilai budaya yang hidup di baliknya.

Dr. Asbar, Ketua Pelaksana Penerima Manfaat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Revitalisasi dan Pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah melalui Dokumentasi Kreatif dan Diseminasi Karya di Situs Sejarah Benteng Alla’, Sulawesi Selatan.”

Program tersebut merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Dana Indonesiana.

“Program ini berupaya memperkuat pelestarian warisan budaya melalui pendekatan dokumentasi kreatif yang tidak hanya merekam keberadaan situs dan objek budaya, tetapi juga menghimpun cerita, pengetahuan lokal, serta ingatan kolektif masyarakat yang melekat di dalamnya,” kata Asbar.

Salah satu bagian penting kegiatan itu adalah pameran dokumentasi yang menampilkan foto dan materi visual mengenai kekayaan sejarah Benteng Alla’. Pengunjung diajak melihat bahwa sebuah situs sejarah tidak cukup dipahami hanya dari keberadaan benda atau bangunannya. Konteks sejarah, nilai, dan cerita yang menyertainya juga menentukan bagaimana warisan tersebut dimaknai.

Pemutaran film dokumenter menjadi cara lain untuk menyampaikan hasil dokumentasi kepada publik. Melalui medium audiovisual, lanskap dan objek bersejarah dipertemukan dengan cerita serta perspektif budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah objek yang menjadi perhatian dalam dokumentasi tersebut antara lain Gerbang Benteng Alla’, Issong atau lesung batu, Bubun Disuloi, dan Batu Sitodo’. Keberadaan objek-objek itu memperlihatkan pentingnya menghubungkan peninggalan fisik dengan pengetahuan lokal dan penuturan masyarakat agar pemahaman tentang sejarah Benteng Alla’ menjadi lebih utuh.

Namun, dokumentasi baru menjadi langkah awal. Hasilnya perlu terus dikaji, dipahami, dan dimanfaatkan agar tidak berhenti sebagai kumpulan foto atau film yang hanya ditonton sesaat.

Ketua PH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Massenrempulu, Ali Syamsu, S.Pd., menilai kerja bersama lintas pihak penting untuk memastikan pelestarian budaya berlangsung secara berkelanjutan.

“Sangat penting untuk membangun sinergitas dan kerja bersama dengan semua pihak dalam menjaga warisan budaya. Melalui aktivitas dokumentasi situs budaya seperti Benteng Alla’ ini, kiranya dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kepedulian dan menumbuhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan budaya,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Waliuddin Tandigau’ dari Pemerintah Desa Benteng Alla’ Utara. Menurut dia, dokumentasi tidak semestinya dibatasi pada rekaman peninggalan fisik, tetapi juga harus menjadi sarana mewariskan nilai dan tatanan peradaban yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Dokumentasi dalam perspektif ini bukan sekadar merekam peninggalan fisik, melainkan juga menjaga pengetahuan, nilai, dan ingatan yang membentuk kehidupan masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Patongloan, Atto Sainal, yang turut hadir sebagai salah satu tokoh kunci dalam penelusuran sejarah Benteng Alla’, berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merunut kembali jejak sejarah yang masih tersisa.

Ia mendorong dokumentasi dan penelitian lanjutan agar berbagai informasi yang tersebar di masyarakat dapat ditelusuri, dihubungkan, dan diuji sehingga menghasilkan gambaran sejarah Benteng Alla’ yang lebih utuh.

Dari dokumentasi menuju pendidikan budaya

Persoalan berikutnya adalah bagaimana hasil dokumentasi dapat digunakan setelah kegiatan berakhir. Film dan foto berpotensi menjadi sumber pembelajaran, bahan penelitian, media literasi budaya, serta sarana memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

Aspek tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi budaya yang menghadirkan dua akademisi dan praktisi pendidikan, yakni Dr. Baharuddin dari Universitas Muhammadiyah Enrekang dan Dr. Fitriyanti Sulaiman.

Diskusi tersebut membahas pemaknaan warisan budaya, pemanfaatan dokumentasi sebagai sumber edukasi, serta peran masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pelestarian Situs Sejarah Benteng Alla’.

Pengembangan dokumentasi menjadi bahan pendidikan penting agar sejarah lokal tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga masuk ke ruang belajar dan percakapan generasi muda. Dengan cara itu, warisan budaya dapat dipahami sebagai sumber pengetahuan yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Keberlanjutan upaya tersebut membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah dan pemerintah desa dapat mendukung kebijakan serta pemanfaatan hasil dokumentasi. Masyarakat adat dan lembaga lokal berperan menjaga pengetahuan dan konteks budaya. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memperkuat penelitian, pengarsipan, dan pengembangan materi pembelajaran.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Enrekang, Camat Baroko, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, para kepala desa, unsur AMAN Kabupaten Enrekang, akademisi, serta pemerhati budaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian situs sejarah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu lembaga atau kelompok masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar dokumentasi yang telah dihasilkan memiliki manfaat lebih luas dan dapat diakses oleh generasi berikutnya.

Bagi Benteng Alla’, tantangan pelestarian tidak berhenti pada upaya mempertahankan objek bersejarah. Pengetahuan yang menjelaskan makna objek tersebut juga perlu dirawat. Tanpa penuturan, penelitian, dan pewarisan yang berkelanjutan, peninggalan fisik berisiko kehilangan sebagian konteks yang membuatnya penting bagi masyarakat.

Diseminasi di Villa Lasharan Garden menjadi salah satu upaya menghubungkan kembali hasil dokumentasi dengan masyarakat pemilik warisan budaya tersebut. Pameran, film dokumenter, dan diskusi membuka ruang bagi publik untuk mengenali, mendiskusikan, serta memikirkan langkah selanjutnya dalam pelestarian.

Pada akhirnya, keberhasilan dokumentasi tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak foto yang tersimpan atau film yang diproduksi. Ukurannya juga terletak pada sejauh mana hasil tersebut memperkuat pengetahuan masyarakat, mendorong penelitian lanjutan, dan diteruskan kepada generasi muda.

Benteng Alla’ menyimpan lebih dari sekadar jejak masa lalu. Di dalamnya terdapat cerita dan identitas yang perlu terus ditafsirkan serta diwariskan. Dokumentasi dapat menjadi jembatan untuk menjaga warisan itu tetap hadir dalam ingatan, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat Enrekang.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Makan Minum Damkar Parepare Disorot: Petugas Piket Disuruh Antar Jemput Konsumsi Ditengah Siaga

    Anggaran Makan Minum Damkar Parepare Disorot: Petugas Piket Disuruh Antar Jemput Konsumsi Ditengah Siaga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle kabarkita
    • visibility 544
    • 0Komentar

    PAREPARE, Kabarkita.co.id– Polemik pengelolaan anggaran makan dan minum di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare mencuat ke publik. Pembahasan anggaran disebut tidak melibatkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), padahal posisi tersebut memiliki peran strategis dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan. Sejumlah sumber internal menyebutkan, dalam proses pembahasan hingga realisasi anggaran makan minum, PPTK tidak diikutsertakan […]

  • Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bupati Sidrap Hadiri Pencanangan Bibit Jagung di Pangkep

    Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bupati Sidrap Hadiri Pencanangan Bibit Jagung di Pangkep

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PANGKEP, KBK – Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, menghadiri kegiatan pencanangan bibit jagung di Desa Manggalung, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sabtu (27/9/2025). Acara ini merupakan bagian dari program Asta Cita Ketahanan Pangan Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, sekaligus menandai dimulainya Gerakan “Senator Peduli Ketahanan Pangan” yang digagas untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Satu Tahun Kerja Nyata, Syaharuddin Alrif Bawa Sidrap Bangkit dan Melaju Kencang

    Satu Tahun Kerja Nyata, Syaharuddin Alrif Bawa Sidrap Bangkit dan Melaju Kencang

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 108
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Setahun kepemimpinan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, menghadirkan perubahan nyata yang tak lagi sebatas data, tetapi telah menjelma menjadi denyut kehidupan masyarakat. Di hadapan ribuan jemaah, suasana haru sempat menyelimuti saat capaian pembangunan dipaparkan. Bukan sekadar angka yang terdengar, melainkan realitas yang dirasakan langsung—dari sawah, kandang […]

  • Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kabupaten Enrekang Dan DPRD Enrekang  Dengan Kejaksaan Negeri Enrekang Tentang Pendampingan Hukum

    Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kabupaten Enrekang Dan DPRD Enrekang  Dengan Kejaksaan Negeri Enrekang Tentang Pendampingan Hukum

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 169
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID— Pemerintah Kabupaten Enrekang dan DPRD Kabupaten Enrekang melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Enrekang tentang Pendampingan Hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Senin (5/1/2026) Acara ini diawali dengan penandatanganan Kerjasama oleh Kajari Enrekang A. Fajar Anugerah Setiawan, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga […]

  • Hakim Tolak Gugatan di Lokasi Ketiga, Ketua Yayasan As’adiyah Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

    Hakim Tolak Gugatan di Lokasi Ketiga, Ketua Yayasan As’adiyah Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 283
    • 0Komentar

    WAJO — Sengketa lahan yang melibatkan Yayasan As’adiyah Sengkang kembali memasuki babak baru. Pengadilan Negeri Sengkang melalui putusan perkara Nomor 51/Pdt.Bth/2025/PN Skg menyatakan bantahan yang diajukan pembantah tidak dapat diterima. Berdasarkan amar putusan yang tercantum dalam sistem E-Court Mahkamah Agung, majelis hakim mengabulkan eksepsi terkait diskualifikasi pihak berdasarkan subjek hukum. Dalam pokok perkara, hakim menyatakan […]

  • Sekolah di Dua Pitue Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilahan Sampah Lewat Bank Sampah dan Kompos

    Sekolah di Dua Pitue Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilahan Sampah Lewat Bank Sampah dan Kompos

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SIDRAP — Upaya memperkuat pendidikan lingkungan hidup di sekolah terus digencarkan melalui sosialisasi pemilahan sampah berbasis bank sampah dan pengolahan kompos yang digelar KKKS Dua Pitue, 7 November 2025. Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang hadir untuk memperdalam praktik pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kabid PAUD […]

expand_less