Bola Bulu Menyala! 903 Hektare Sawah Siap Didorong IP300, Potensi Produksi Hampir Rp200 Miliar Setahun
- account_circle Uterus
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Panen raya berlangsung di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat, 4 September 2026.
Hamparan sawah yang membentang luas menjadi gambaran besarnya potensi pertanian desa tersebut sekaligus memperkuat posisi Pitu Riase sebagai salah satu kawasan penyangga pangan di Sidrap.
Camat Pitu Riase A. Mukti Ali, didampingi Kepala Desa Bola Bulu Andi Mustakim, menyampaikan bahwa luas lahan pertanian di Desa Bola Bulu mencapai sekitar 903 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 272 hektare telah masuk dalam pengembangan pertanian modern.
Pengembangan tersebut akan terus diperluas melalui program cetak sawah dan peningkatan indeks pertanaman (IP) hingga IP300, sebagaimana yang telah didorong di Desa Bila Riase dan Desa Botto.
“Bantuan pertanian terus mengalir di Bola Bulu. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Pitu Riase,” ujar A. Mukti Ali.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menilai potensi pertanian Bola Bulu sangat luar biasa.
Menurutnya, produktivitas sawah di wilayah tersebut kini mampu mencapai sekitar 10 hingga 12 ton per hektare, meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran 7–8 ton.
“Kalau rata-rata 10 ton per hektare dan luasnya 903 hektare, hasil produksi satu kali panen sangat besar. Dengan nilai gabah sekitar Rp7.700 per kilogram, nilainya bisa mencapai kurang lebih Rp69 miliar dalam satu kali panen,” kata Syaharuddin.
Ia mengatakan, potensi tersebut akan semakin besar apabila program IP300 atau pertanian modern dapat diterapkan secara optimal.
Dengan tiga kali musim tanam dalam setahun, nilai produksi pertanian Bola Bulu secara teoritis dapat mendekati Rp200 miliar per tahun.
“Kalau satu kali panen sekitar Rp69 miliar, dikali tiga bisa hampir Rp200 miliar. Ini luar biasa dan tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Syaharuddin menegaskan, pemerintah daerah terus memperkuat dukungan kepada petani, mulai dari ketersediaan air irigasi, pupuk, benih berkualitas hingga sarana produksi pertanian seperti pestisida, fungisida dan herbisida.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga penyerapan gabah petani agar hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan.
“Air kita cukupkan, pupuk tersedia, benih berkualitas, sarana produksi pertanian kita kuatkan. Serapan harga gabah juga kita dorong agar petani mendapatkan hasil yang baik,” jelasnya.
Menurut Syaharuddin, peningkatan produktivitas tersebut sejalan dengan program swasembada pangan yang didorong Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Pertanian.
Kabupaten Sidrap, kata dia, terus diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung beras nasional.
Panen raya di Bola Bulu pun menjadi momentum untuk mendorong transformasi pertanian dari pola tanam konvensional menuju pertanian modern dengan produktivitas tinggi dan indeks pertanaman yang lebih optimal. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar