Dukung Stabilitas Pangan, Bupati dan Kapolres Sidrap Pimpin Panen dan Tanam Jagung di Mattirotasi
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 74
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan panen raya sekaligus penanaman jagung di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif didampingi Wakil Bupati Nurkanaah serta Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong. Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Kepala Perum Bulog Sidrap Ivan Faisal, Staf Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Nur Azis, serta perwakilan Syngenta, Ansar Messa.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas jagung mencapai 9,6 ton per hektare. Capaian ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terus mendorong peningkatan produksi jagung di daerah tersebut. Ia menyebut Sidrap menjadi salah satu daerah dengan penyerapan jagung terbaik di Sulawesi Selatan melalui kerja sama dengan Bulog, serta mendapat perhatian dalam survei tingkat provinsi.
Sementara itu, Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan rasa syukur atas kembali terlaksananya panen raya jagung menjelang Ramadan, seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mattirotasi dan sekitarnya,” ujarnya.
Bupati menegaskan capaian tersebut semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah dengan penyerapan jagung tertinggi di Sulawesi Selatan. Bahkan, Sidrap juga tercatat sebagai daerah dengan penyerapan program stabilisasi pasokan dan harga pangan beras tertinggi secara nasional.
“Ini adalah hasil kerja keras para petani kita. Karena itu pemerintah harus selalu hadir, mulai dari bupati dan wakil bupati hingga camat, kepala desa, PPL, BPP, kelompok tani, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melindungi dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah diwujudkan melalui penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, termasuk penggunaan benih unggul dari Syngenta serta dukungan alat dan mesin pertanian dari pihak swasta.
“Pemerintah juga menjaga stabilitas harga melalui sinergi dengan Bulog dan mitra pembeli,” kuncinya.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris peserta sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja sektor pertanian. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar