Jaga Pasokan Air Petani, Pemkab Pinrang bersama BBWS Siapkan Langkah Jangka Pendek dan Panjang
- account_circle Basir
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PINRANG,KABAR KITA.CO.ID-— Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama DPRD Kabupaten Pinrang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang terus memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan air irigasi bagi masyarakat, khususnya para petani yang menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.
Upaya ini dilakukan menyusul kondisi musim kemarau yang dari tahun ke tahun dirasakan semakin panjang dan berpotensi mempengaruhi ketersediaan debit air irigasi serta produktivitas pertanian masyarakat.
Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut mengungkapkan bahwa persoalan ketersediaan air membutuhkan penanganan bersama dengan langkah yang terukur, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun dalam perencanaan jangka panjang.
“Koordinasi ini kita lakukan untuk mencari solusi agar masyarakat, khususnya petani, tetap mendapatkan pasokan air yang cukup di tengah kondisi kemarau. Kita perlu langkah cepat untuk menghadapi kondisi saat ini, namun pada saat yang sama harus menyiapkan solusi yang dapat digunakan untuk menghadapi persoalan serupa ke depan,” ungkap Wabup Sudirman.
Salah satu langkah jangka pendek yang diusulkan dalam pertemuan tersebut adalah melakukan pompanisasi pada kantong lumpur induk Pekkabata.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan debit air sehingga distribusi air ke wilayah pertanian tetap dapat dilakukan dan aktivitas petani tidak terganggu secara signifikan.
Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Pinrang mengusulkan pembukaan pintu baru yang terlebih dahulu akan melalui kajian teknis.
Pintu tersebut diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengaturan dan distribusi air, khususnya ketika memasuki musim kemarau.
Menurut Wabup Sudirman, langkah antisipasi seperti ini penting dilakukan mengingat sektor pertanian memiliki peran besar terhadap kehidupan masyarakat Pinrang.
Ketersediaan air yang terjaga bukan hanya berkaitan dengan keberlangsungan tanaman, tetapi juga menyangkut pendapatan petani, ketersediaan pangan dan kestabilan ekonomi masyarakat.
Selain itu, dalam rapat tersebut juga diungkapkan usulan untuk segera melaksanakan rapat Komisi Irigasi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan melibatkan Kabupaten Pinrang, Sidrap dan Wajo.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk mengatur kembali pola tanam sehingga risiko kekurangan air, khususnya pada musim kemarau, dapat diminimalisir.
“Pola tanam juga harus kita atur bersama. Karena persoalan air ini tidak hanya menyangkut satu wilayah, sehingga diperlukan koordinasi lintas daerah agar kebutuhan air bagi pertanian bisa diatur dengan baik,” lanjutnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap ketersediaan air irigasi dapat lebih terjamin sehingga para petani tetap memiliki kepastian dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian Pinrang sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pinrang Amri, Camat Duampanua A. Sateiadin, Kepala Satker BBWS Pompengan–Jeneberang Fitrah, Kepala Desa Baruga, Kepala Desa Kaliang, Kepala Desa Paria, Kepala Desa Massewae serta Kepala UPTD Pekkabata.(Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar