Koordinasi Pemkab, Perpadi, Petani, dan Bulog Wujudkan Panen Tertib dan Harga Gabah Jelas
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat tata kelola panen dan tata niaga gabah melalui rapat koordinasi bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), petani, dan Perum Bulog, Kamis malam (5/2/2026).
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif tersebut digelar di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu.
Pertemuan ini membahas penguatan tata niaga gabah dan beras, mekanisme pembelian gabah petani, serta target serapan Bulog pada musim tanam 2025/2026. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga, menciptakan kepastian pasar, serta melindungi pendapatan petani.
Sejumlah unsur strategis hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sidrap Tahyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Ketua Perpadi Sidrap Hasnawi, Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad, Pimpinan Bulog Cabang Sidrap, perwakilan Polres Sidrap, serta perwakilan Dandim 1420 Sidrap.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang akan diterapkan pada musim tanam 2026, yakni:
- Timbangan wajib dikalibrasi.
- Timbangan disiapkan oleh kelompok tani.
- Panen dilakukan di atas pukul 10.00 Wita.
- Panen dilaksanakan setelah umur tanaman memenuhi syarat.
- Potongan pada kondisi cuaca normal maksimal 2 kilogram; jika kondisi tidak normal dibicarakan dengan pedagang.
- Harga gabah disepakati pada kisaran Rp6.500–Rp6.800 per kilogram.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan menciptakan keadilan bagi petani sekaligus kepastian bagi pelaku usaha penggilingan dan distribusi beras.
“Kita ingin petani terlindungi, harga stabil, dan serapan Bulog berjalan optimal. Semua pihak harus jalan seiring,” tegas Syaharuddin.
Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus melakukan pendampingan kepada petani di lapangan agar kesepakatan yang telah dibuat dapat dijalankan secara konsisten.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin turut memaparkan capaian sektor pertanian Sidrap sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Produksi padi Gabah Kering Panen (GKP) Sidrap pada 2025 tercatat mencapai 679.772 ton, meningkat 129.464 ton dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 534.355 ton.
Harga rata-rata GKP juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp4.800 per kilogram pada 2024 menjadi Rp6.800 per kilogram pada 2025. Sementara nilai ekonomi produksi melonjak dari Rp2,56 triliun menjadi Rp4,62 triliun.
Adapun produksi beras Sidrap pada 2025 mencapai 326.933 ton, meningkat 69.937 ton atau 27,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Mari terus kita tingkatkan produksi untuk mendukung swasembada pangan nasional sesuai harapan Presiden. Ini momentum besar bagi kesejahteraan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudarmin, Kadis Kominfo Mahluddin, Kepala Bapenda Muhammad Rohady Ramadhan, Kadis TPHPKP Ibrahim beserta jajaran, Kadis PMD P3A Andi Surya Praja Hadiningrat, serta Kadisdagrin Muhammad Fajri Salman.
Tampak pula Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, Kabag Perekonomian dan SDA Muhammad Haris Alimin, para camat, BPP, PPL, gapoktan, petani, serta undangan lainnya. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar