Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » “Malam Berdarah di Lainungan: Tembakan Gelap, Ancaman, dan Skenario Busuk di Balik Operasi BNN Sulsel”

“Malam Berdarah di Lainungan: Tembakan Gelap, Ancaman, dan Skenario Busuk di Balik Operasi BNN Sulsel”

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Bau mesiu di malam pekat itu bukan sekadar sisa letusan peluru. Ia berubah menjadi aroma busuk kebohongan dan ketakutan yang hingga kini belum lenyap dari Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Selasa, 14 Oktober 2025, sekitar pukul 00.30 WITA, langit Lainungan yang biasanya tenang mendadak meledak oleh suara senjata.
Warga yang tertidur panik. Anak-anak menangis. Pintu rumah tertutup rapat. Dari balik jendela, mereka menyaksikan adegan baku tembak seperti di film laga — hanya kali ini, darah dan peluru benar-benar nyata.

“Suara tembakannya seperti perang. Kami kira ada rampok atau teroris,” ujar Irennu, seorang ibu rumah tangga, dengan mata berkaca.


Operasi Rahasia yang Berubah Jadi Teror

BNN Sulsel mengklaim malam itu mereka tengah menjalankan undercover buy — operasi penyamaran untuk menangkap dua pria yang hendak menerima 94 butir pil ekstasi. Tapi versi warga dan korban menceritakan kisah yang jauh lebih kelam.

Tidak ada tembakan peringatan. Tidak ada peringatan lisan.
Yang ada hanya peluru panas menembus bodi mobil Mitsubishi Xpander milik warga sipil, menyalak membabi buta ke arah dua pria tak bersenjata — HR dan RF.

“Langsung tembak, tidak ada teriak ‘berhenti’ atau apa pun,” ujar RF. “Saya menunduk karena peluru lewat di atas kepala. Kalau saya terlambat satu detik, mungkin sudah mati di tempat.”

Mobil yang mereka tumpangi bukan milik mereka. Mobil itu disewa oleh Makmur Ibrahim, seorang Kepala Dusun dari Wajo — yang belakangan justru dijadikan kambing hitam.


Kepala Dusun Jadi Korban Skenario

Makmur ditangkap, ditahan tanpa surat, dan bahkan rambutnya dibotaki di sel BNN Sulsel.
Ia bukan pelaku. Ia bahkan tidak ada di lokasi. Tapi ia dituduh harus mengganti rugi mobil yang diberondong peluru oleh aparat negara.

“Saya ditahan enam hari. Disuruh bayar Rp10 juta, katanya untuk pengacara dan petugas. Kalau tidak, saya dijadikan tersangka,” ujar Makmur lirih.

Ia dipaksa menandatangani surat damai agar seolah-olah masalah selesai. Sebuah surat yang isinya justru menegaskan betapa hukum bisa dibengkokkan dengan tekanan dan ancaman.

“Kalau saya menolak tanda tangan, mereka bilang saya bisa dijerat pasal narkoba. Siapa yang berani lawan?” katanya getir.


Bantahan yang Tercium Palsu

Kasi Intel BNNP Sulsel, Agung FS, buru-buru menepis semua tuduhan.
Menurutnya, tidak ada uang mengalir ke petugas. Tidak ada paksaan. Bahkan pembotakan kepala Makmur disebut “atas persetujuan sendiri” dan bagian dari “disiplin internal.”

Tapi penjelasan itu justru memantik kemarahan.
“Disiplin macam apa yang dilakukan pada orang yang bukan tahanan narkoba?” tanya salah satu tokoh masyarakat Lainungan. “Kalau itu disebut prosedur, maka hukum di negeri ini sudah berubah jadi senjata, bukan pelindung rakyat.”


Skenario Busuk di Balik Tembakan

Fakta di lapangan semakin mengarah pada satu hal: ada upaya sistematis menutupi kekacauan operasi.
BNN Sulsel berupaya mempertahankan citra “operasi sukses”, padahal yang terjadi di Lainungan lebih mirip operasi gagal yang disulap jadi cerita heroik.

Sumber internal bahkan menyebut adanya tekanan agar laporan hasil operasi disusun dengan versi tertentu — versi yang menyelamatkan nama institusi, meski mengorbankan kebenaran.

“Kalau itu bukan skenario, lalu apa? Warga dengar peluru, bukan peringatan. Mobil sipil berlubang. Orang tak bersalah ditahan. Tapi semuanya dibilang prosedural. Ini penghinaan terhadap logika dan nurani,” ujar seorang sumber di lapangan.


Rakyat Menuntut Keadilan

Kasus Lainungan kini jadi buah bibir di Sidrap dan Wajo.
Masyarakat menuntut transparansi total: di mana surat tugasnya, siapa komandan operasi, di mana barang buktinya, dan mengapa ada warga sipil yang dijadikan tumbal?

Jika benar BNN bertindak sesuai hukum, mengapa begitu banyak kebohongan, ancaman, dan ketakutan yang tersisa di balik operasi itu?

“Negara ini tidak boleh jadi panggung sandiwara,” tegas seorang tokoh masyarakat. “Jika aparat bisa menembak seenaknya, menahan tanpa surat, dan memaksa rakyat membayar kesalahan mereka, maka kita sedang menuju kegelapan hukum.”


Malam berdarah di Lainungan bukan sekadar peristiwa salah tembak. Ia adalah noda besar di tubuh penegakan hukum.
Selama BNN Sulsel tidak berani membuka fakta apa adanya — bukan versi karangan — publik akan terus percaya bahwa yang terjadi di malam itu bukan operasi narkoba, melainkan operasi pembungkaman.

Rakyat menuntut keadilan, bukan alasan.
Dan jika hukum tidak lagi berpihak pada kebenaran, maka suara rakyatlah yang akan menjadi peluru paling mematikan. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Sidrap Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

    Kemenag Sidrap Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 122
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang belakangan menjadi sorotan di dunia pendidikan disebut bukan hal baru bagi madrasah. Nilai-nilai yang diusung dalam kurikulum tersebut dinilai telah lama menjadi “DNA” dalam sistem pendidikan madrasah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, Fitriadi, saat membuka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di […]

  • Satgas TMMD 125 Kodim 1419/Enrekang Gelar Upacara Proklamasi Kemerdekaan di Pedalaman

    Satgas TMMD 125 Kodim 1419/Enrekang Gelar Upacara Proklamasi Kemerdekaan di Pedalaman

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 384
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-– Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1419/Enrekang melaksanakan upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di lokasi TMMD, Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Minggu (17/8/2025). Upacara yang digelar secara sederhana namun khidmat ini diikuti oleh seluruh personel Satgas TMMD bersama masyarakat desa. Meski berada di pedalaman dengan segala keterbatasan, semangat nasionalisme […]

  • Pemdes Lombo Gelar Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng

    Pemdes Lombo Gelar Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap.– Pemerintah Desa Lombo menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng, yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan yang penuh berkah kamis 26 Februari 2026. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lombo, Wahidin, bersama Ketua BPD, aparat desa, serta masyarakat Desa Lombo. Dan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam […]

  • Tonggak Baru Pendidikan Sidrap: Bupati Resmikan MPLS Sekolah Rakyat

    Tonggak Baru Pendidikan Sidrap: Bupati Resmikan MPLS Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 602
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Kabupaten Sidenreng Rappang menorehkan sejarah baru di dunia pendidikan dengan dibukanya Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30. Peresmian sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 dilakukan langsung oleh Bupati Syaharuddin Alrif, Jumat (15/8/2025). Hadir dalam kesempatan itu Brigjen TNI Wawan Erawan selaku Koordinator Opla dan CSR Wilayah Sulawesi, Direktur […]

  • PGRI Kulo Dilantik, Bupati Syaharuddin: Guru Kunci Pendidikan Unggul dan Sidrap Emas 2045

    PGRI Kulo Dilantik, Bupati Syaharuddin: Guru Kunci Pendidikan Unggul dan Sidrap Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 390
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kulo masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni di Aula SMKN 4 Sidrap, Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kamis (24/7/2025). Pelantikan dilakukan oleh Ketua PGRI Kabupaten Sidrap yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati, Hj. Nurkanaah, disaksikan langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif. Turut hadir […]

  • Respon Cepat Kapolres Enrekang di Titik Jalan Amblas Wilayah Desa Bambapuang

    Respon Cepat Kapolres Enrekang di Titik Jalan Amblas Wilayah Desa Bambapuang

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 402
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., kembali menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinan dengan turun langsung ke lapangan mengatur arus lalu lintas di tengah kemacetan akibat jalan poros Trans Sulawesi yang amblas di wilayah Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Enrekang. Rabu (09/07/2025) Kerusakan pada jalan nasional tersebut memicu kepadatan kendaraan dan membahayakan pengguna jalan. Tanpa […]

expand_less