Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Operasi Gagal BNN Sulsel? Penembakan Mobil di Sidrap Diduga Langgar Prosedur Hukum

Operasi Gagal BNN Sulsel? Penembakan Mobil di Sidrap Diduga Langgar Prosedur Hukum

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 336
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Kasus penembakan mobil Mitsubishi Xpander warna hitam bernopol DD 1368 XAR yang terjadi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, memasuki babak baru.

Fakta-fakta di lapangan yang diungkap pemilik mobil dan kuasa hukumnya justru membongkar banyak kejanggalan dari klarifikasi resmi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel yang disiarkan berbagai media dan itu dinilai penuh inkonsistensi dan terkesan mencari pembenaran.

Mobil Xpander yang diketahui milik Hasdar, seorang pengusaha sekaligus pemilik usaha rental PT. Musa Jaya Perkasa, ditembaki hingga berlubang di delapan titik oleh oknum petugas BNN Sulsel dalam operasi dini hari, Selasa, 14 Oktober 2025.

Padahal, mobil tersebut merupakan kendaraan sewaan dari seorang Kepala Dusun di Siwa Kabupaten Wajo dan dipinjam sewakan dan digunakan pada dua warga Sidrap berinisial HR dan RF, bukan milik pengedar narkoba seperti yang disampaikan pihak BNN Sulsel kepada sejumlah media.

Kronologi yang Ganjil

Menurut versi BNN Sulsel, penembakan terjadi ketika mobil Xpander berusaha melarikan diri setelah akan menerima 94 butir pil ekstasi dari seseorang berinisial AO yang lebih dulu diamankan petugas.

Petugas disebut menembak ke arah ban mobil karena kendaraan tersebut nyaris menabrak aparat dan menolak berhenti. Padahal kondisi terakhir Ban mobil saat ditemukan tidak ada lubang peluru, dan yang ada hanya dikempesin.

Namun, versi ini dibantah keras oleh Hasdar. Dalam konferensi pers di Sidrap, Minggu (19/10/2025), ia menilai pernyataan BNNP Sulsel tidak logis dan cenderung menutupi kesalahan fatal petugas di lapangan.

“BNN hanya mencari pembenaran. Logikanya, HR dan RF belum bisa dikategorikan sebagai pengedar. Yang punya barang itu AO, dia penjual. HR dan RF adalah pembeli alias pengguna yang akan menerima barang tersebut. Lalu atas dasar apa mobil saya ditembaki seperti itu?” ujar Hasdar.

Hasdar menegaskan, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada barang bukti narkotika yang ditemukan di dalam mobil setelah insiden penembakan.

Artinya, tindakan menembak kendaraan sipil tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berpotensi melanggar prosedur standar operasi (SOP) penindakan.

Lubang Peluru di Segala Arah

Pemeriksaan awal yang dilakukan pemilik bersama kuasa hukumnya, Echa Syaputra, SH., MH., menemukan setidaknya delapan lubang peluru tajam bersarang di bodi kendaraan, sementara klaim BNN Sulsel ada lima kali tembakan peluru, sementara ada delapan lubang bersarang di bodi kiri kanan depan belakang mobil tersebut.

Lubang-lubang itu terdapat di kaca depan, sisi kiri, kanan, hingga bagian belakang, bahkan dua di antaranya berada di dekat tangki bahan bakar.

“Kalau benar mereka dikejar ataupun nyawa petugas spontan membahayakan dan hendak tabrak lari spontan pasti rentetan tembakan dsri arah depan lebih banyak ketimbang dari bagian belakang, tapi inikan anrh lubang tembakan di bagian belakang diduga tembus kedepan serta tembus mengenai jok sopir. Ini bukan tembakan peringatan, tapi tembakan mematikan,” jelas Echa Syaputra.

Echa menyebut pola tembakan itu blunder dan menunjukkan unsur penyalahgunaan senjata api, karena menembak ke arah kabin kendaraan berarti secara langsung mengancam nyawa pengemudi maupun penumpang, belum lagi adanya peluru nyasar kerumah warga dan secara otomatis juga membahayakan nyawa penduduk setempat.

Apalagi lokasi kejadian berada di area padat penduduk Desa Lainungan, yang semestinya membuat petugas lebih berhati-hati menggunakan senjata sebelum mengambil tindakan tegas.

Klarifikasi yang Tidak Sinkron

Dalam pernyataannya, Agung FS, Plt Kasi Intelijen BNNP Sulsel, mengungkap bahwa penembakan dilakukan karena mobil berusaha kabur dan membahayakan petugas.

Namun, dalam penjelasan berikutnya, ia justru menyebut bahwa peristiwa itu terjadi dalam skenario “transaksi terselubung (undercover buy)” yang akan dilakukan antara AO dan HR-RF — artinya transaksi belum terjadi dan baru akan serah terima barang bukti pada saat itu.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar, bahwa Jika transaksi belum terjadi, dan belum ada barang bukti di tangan HR-RF, mengapa BNN memilih menggunakan senjata api dan menembaki mobil sebelum ada kepastian tindak pidana?

Kuasa hukum menilai pernyataan BNN yang berubah-ubah menjadi bukti kuat bahwa lembaga tersebut belum terbuka sepenuhnya kepada publik.

Bahkan, kata Echa, ada indikasi bahwa sejumlah pimpinan BNN Sulsel berupaya menutup-nutupi kesalahan anak buahnya.

Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Tuntutan Pertanggungjawaban

Atas insiden tersebut, Hasdar mengaku akan melaporkan kasus ini ke Divisi Propam Mabes Polri, Irwasum, dan termasuk ke Kompolnas RI, serta menuntut ganti rugi atas kerusakan mobilnya.

“Kalau memang mereka mau tangkap pelaku kejahatan, tangkap orangnya, jangan mobil saya yang jadi korban. Ini sama saja dengan merusak harta benda warga sipil,” tegas Hasdar.

Hasdar juga mengungkap, selain menembaki mobil tanpa dasar jelas, petugas BNN disebut sempat tidak memberikan surat perintah operasi dan berita acara penyitaan di lokasi.

Padahal, itu adalah dokumen wajib dalam setiap operasi penindakan narkoba.

Sementara itu, dari informasi yang diterima wartawan di lapangan, sejumlah warga Desa Lainungan mengaku mendengar suara tembakan bertubi-tubi sekitar pukul 01.30 dini hari.

Salah satu warga bahkan menyebut sempat panik karena letusan terjadi di dekat pemukiman padat.

Kejadian itu juga dibenarkan kepala desa Lainungan Andi Haruna yang mengaku baru mengetahui setelah pihak pemilik mobil berserta anggota Polres mendatangi TKP dan melaporkan kejadian itu.

“Saya baru tau setelah ada pihak pemilik dan polres kelokasi dan saat itu saya sedang berduka ada keluarga meninggal dunia,”ucap Andi Haruna yang dihubungi setelah kejadian.

Desakan Transparansi dan Audit Internal

Sejumlah pemerhati hukum di Sulawesi Selatan menilai, BNNP Sulsel harus membuka hasil investigasi internal secara transparan, termasuk hasil gelar perkara, laporan balistik, dan koordinasi dengan Polres Sidrap.

Hal ini penting agar publik tidak menilai lembaga anti-narkoba itu justru menjadi pelaku pelanggaran hukum.

“Tindakan represif seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan, aparat bisa seenaknya menembak siapa pun hanya dengan alasan ‘diduga bandar’,” ujar salah satu pemerhati hukum Sidrap H.Purmadi Muin,S.H.

Arah Investigasi Selanjutnya

Hingga kini, belum ada pernyataan baru dari pimpinan BNNP Sulsel selain klarifikasi awal yang dinilai janggal.

Sementara itu, pihak pemilik kendaraan terus mengumpulkan bukti visual dan saksi untuk memperkuat laporan ke Kompolnas dan Propam.

Publik kini menunggu keberanian BNNP Sulsel membuka data lapangan secara jujur — termasuk arah tembakan, jumlah peluru, dan dasar penembakan — agar kebenaran insiden ini tidak terkubur oleh narasi pembenaran sepihak. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sindikat Narkoba Antarprovinsi Terbongkar di Parepare, Polisi Sita 44 Kg Sabu

    Sindikat Narkoba Antarprovinsi Terbongkar di Parepare, Polisi Sita 44 Kg Sabu

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 419
    • 0Komentar

    PARE-PARE, KBK – Kepolisian Resor (Polres) Parepare berhasil membongkar sindikat narkoba antarprovinsi dengan barang bukti fantastis: 44 kilogram sabu yang dikemas rapi dalam bungkus teh asal Tiongkok. Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar sepanjang 2025 di wilayah Sulawesi Selatan. Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, mengungkapkan penangkapan berawal dari informasi intelijen terkait adanya peredaran […]

  • Listrik Pedesaan Dipercepat, Akses Energi Masyarakat Pinrang Jadi Perhatian

    Listrik Pedesaan Dipercepat, Akses Energi Masyarakat Pinrang Jadi Perhatian

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Listrik Pedesaan Dipercepat, Akses Energi Masyarakat Pinrang Jadi Perhatian PINRANG KABAR KITA.CO.ID— Upaya memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau terus didorong Pemerintah Kabupaten Pinrang. Salah satunya melalui percepatan Program Listrik Pedesaan (Lisdes) Tahun Anggaran 2026 yang menyasar sejumlah wilayah yang berada di kawasan hutan. Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Uterus
    • visibility 733
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Kapolres Enrekang Terima Silaturahmi Forkopimda dalam Halal Bihalal Idul Adha 1447 H

    Kapolres Enrekang Terima Silaturahmi Forkopimda dalam Halal Bihalal Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 65
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID,–Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan halal bihalal Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., di Rumah Dinas Kapolres Enrekang usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, pada Rabu pagi (27/05/2026) humas polres enrekang menjelaskan, Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan sinergitas antar unsur Forum […]

  • Satgas TMMD Ke-125 Kodim 1419/Enrekang Kebut Pembangunan RTLH Rumah Pak Deri.

    Satgas TMMD Ke-125 Kodim 1419/Enrekang Kebut Pembangunan RTLH Rumah Pak Deri.

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 317
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Pembangunan rumah milik Pak Deri yang menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1419/Enrekang kini menunjukkan progres yang signifikan. Hingga saat ini, pengerjaannya telah mencapai 70 persen. Rumah yang berlokasi di Dusun Kota Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja, ini merupakan bagian dari program rehabilitasi rumah tidak layak […]

  • Pelantikan dan Penerimaan Alumni Baru IKA SMEA SMK Sidenreng Berlangsung Khidmat

    Pelantikan dan Penerimaan Alumni Baru IKA SMEA SMK Sidenreng Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle kabarkita
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sidrap, Pelantikan Ketua dan pengurus Alumni terpilih pada Mubes IKA SMEA /SMK 1 Sidenreng beberapa bulan lalu, dilaksanakan di halaman sekolah SMK Neg. 1 Sidenreng. pelantikan pengurus IKA periode 2026 -2029 dirangkaikan dengan penerimaan Alumni baru Angkatan Tahun 2026. Berlangsung khidmat pelantikan pengurus IKA di hadiri ratusan Alumni dari berbagai daerah tidak tanggung tanggung beberapa […]

expand_less