Pagi hingga Malam, Bupati Sidrap Susuri Saluran Irigasi di Kecamatan Kulo
- account_circle Uterus
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Sejak pagi hingga malam hari, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung menyusuri saluran irigasi Sungai Saddang dan areal persawahan masyarakat di Kecamatan Kulo, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pertanian sekaligus mempercepat penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Bersama rombongan, Bupati menggunakan sepeda motor trail menyusuri sejumlah desa, mulai dari Desa Bina Baru, Maddenra, Abbokongeng, Kulo, Rijang Panua, hingga Mario.
Medan yang sulit tidak menghalangi rombongan untuk meninjau langsung saluran irigasi, titik-titik kekeringan, serta melakukan penanganan sementara di lokasi terdampak.
Di setiap titik yang dikunjungi, Syaharuddin Alrif berdialog dengan para petani dan pengurus kelompok tani guna menyerap aspirasi terkait kebutuhan air irigasi serta jaringan listrik masuk sawah.
Di Desa Kulo, Rijang Panua, dan Mario, mayoritas lahan pertanian merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah terus memperluas Program Listrik Masuk Sawah dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah agar pasokan air tetap tersedia saat musim kemarau.
Harapan tersebut mulai terjawab. Saat ini, pihak PLN telah melakukan pekerjaan penyediaan jaringan listrik yang akan dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air dan mengaliri lahan pertanian masyarakat.
Di Desa Rijang Panua, Bupati juga meninjau langsung fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Selain itu, ia mengecek sejumlah titik sumur bor yang telah terhubung dengan Program Listrik Masuk Sawah.
Tercatat terdapat tujuh titik sumur bor di Desa Bina Baru, lima titik di Desa Kulo, serta beberapa titik lainnya di desa-desa lain di Kecamatan Kulo.
Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Di Desa Rijang Panua saja, sekitar 700 hektare lahan sawah masih mengalami kekurangan pasokan air sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Syaharuddin Alrif juga menyempatkan diri mendengar langsung keluhan dan masukan para kelompok tani di Desa Mario.
Berbagai persoalan disampaikan, mulai dari kebutuhan tambahan sumber air hingga penguatan infrastruktur irigasi untuk menjamin keberlangsungan musim tanam.
Bupati menegaskan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menghadapi dampak El Nino. Berbagai langkah darurat maupun jangka panjang terus dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan setiap persoalan di lapangan diketahui secara langsung. Pertanian adalah urat nadi perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, kami tidak akan menyerah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama seluruh pihak agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi dan produksi pertanian tetap berjalan,” tegas Syaharuddin Alrif.
Kehadiran Bupati Sidrap yang menyusuri desa-desa hingga malam hari mendapat apresiasi dari masyarakat.
Para petani menilai kepedulian Bupati terhadap sektor pertanian sangat tinggi karena tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi saluran irigasi, sawah, dan titik-titik yang mengalami kekeringan.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut, Anggota DPRD Dapil III, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Camat Kulo Arisal Asad, para kepala desa, serta jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kulo.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjaga ketahanan pangan melalui percepatan penanganan dampak kekeringan, penguatan infrastruktur irigasi, serta perluasan Program Listrik Masuk Sawah dan Jaringan Irigasi Air Tanah. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar