Belajar dari Daerah Lumbung Pangan, Hulu Sungai Utara Sambangi Sidrap
- account_circle Uterus
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menyambangi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, untuk belajar pengelolaan sektor pertanian, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Bupati HSU Hero Setiawan tersebut diterima Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan MAritengngae.
Turut mendampingi Bupati Sidrap, Sekda Andi Rahmat Saleh, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Kepala Bapperida Herwin, serta jajaran Bapperida.
Haeru Setiawan mengatakan Sidrap dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan dengan produktivitas pertanian yang tinggi.
Menurutnya kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab HSU untuk mempelajari berbagai strategi pengelolaan pertanian yang diterapkan di Sidrap.
“Saya ucapkan permohonan maaf dan salam hormat dari Bupati kami. Karena beliau belum berkesempatan hadir di sini, namun mengutus saya untuk datang,” ujarnya.
Ia menyebut HSU dan Sidrap memiliki kesamaan sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Meski demikian, karakteristik lahannya berbeda.
“Secara luas wilayah kami di Kalsel sebenarnya di Kalimantan wilayahnya luas, tapi secara potensi pertanian lebih luas di sini. Dan potensinya itu mirip dengan di sini. Miripnya di sektor pertanian,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian di HSU memiliki karakteristik rawa. Sementara di Sidrap, lahan pertaniannya lebih banyak berupa sawah tadah hujan dan sawah irigasi.
“Bedanya, karakteristik tanah di tempat kami lebih banyak rawa. Sementara di Sidrap lahannya lebih dominan sawah tadah hujan dan irigasi. Ini yang ingin kami pelajari bagaimana pengelolaannya,” tambahnya.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengatakan perbedaan karakteristik lahan tidak menghalangi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan sektor pertanian.
“Kami senang disambangi saudara dari Kalsel. Walaupun berbeda karakteristik tanah, tapi semangat memajukan petani dan menjaga ketahanan pangan kita sama. Silakan belajar di sini, dan kita juga bisa saling berbagi,” ujar Syaharuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Syaharuddin memaparkan sejumlah program pertanian yang dijalankan Pemkab Sidrap. Di antaranya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, program Listrik Masuk Sawah, serta langkah penanganan dampak El Nino.
Pembahasan juga mencakup pompanisasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan kelompok tani.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara Sidrap dan Hulu Sungai Utara dalam pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar