Wabup Nurkanaah Tekankan Kolaborasi FKUB–FPK untuk Perkuat Pencegahan Narkotika di Sidrap
- account_circle Iful -
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dalam rangka memperkuat sinergi pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kegiatan berlangsung, Senin (1/12/2025), di Ballroom Hotel Grand Sidny, Pangkajene.
Rapat koordinasi ini menjadi tindak lanjut pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendorong kolaborasi yang lebih luas antar lembaga sekaligus memperkuat peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen kebangsaan dalam menjaga lingkungan sosial dari ancaman narkotika.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menegaskan bahwa upaya pencegahan narkotika tidak boleh dilakukan secara parsial. Ia mengingatkan bahwa dinamika sosial ekonomi Sidrap yang berkembang pesat, termasuk arus pendatang yang semakin meningkat, menuntut kesiapsiagaan sosial yang lebih kuat.
“Kita tidak bisa menutup diri, namun tetap harus mawas diri. Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga FKUB dan FPK. Peranan FKUB dan FPK sangat strategis, terutama dalam meminimalkan pergerakan narkoba melalui pendekatan tokoh agama dan tokoh masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Nurkanaah yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol Sidrap, Muhammad Arsul, menyatakan bahwa Sidrap sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan, lumbung telur, sentra energi terbarukan, serta tempat lahirnya banyak penghafal Al-Qur’an, harus tetap menjaga jati diri positifnya. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak membiarkan stigma negatif berkembang akibat maraknya peredaran narkotika di berbagai daerah.
“Daerah ini memiliki identitas positif yang harus kita jaga bersama. Kita tidak boleh membiarkan stigma negatif berkembang. Semua pihak harus terlibat aktif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidrap yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan pencegahan narkotika melalui koordinasi lintas sektor. Kehadiran Forkopimda menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan sosial serta memperkuat langkah antisipatif di tingkat masyarakat.
Rakor FKUB dan FPK ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang efektif untuk memperkuat jejaring komunikasi, memperluas edukasi bahaya narkotika, serta membangun gerakan moral bersama dalam menciptakan lingkungan Sidrap yang aman, bersih, dan tangguh dari ancaman narkotika. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar