Skandal Gaji Buta di Sidrap: Honorer Fiktif Diduga Menyusup di Satpol PP dan Damkar
- account_circle Uterus
- calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
- visibility 906
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Indikasi adanya permainan pun mulai menyeruak. Diduga bagian absensi ikut terlibat dalam pengkondisian kehadiran fiktif.
Bahkan ditemukan pula kasus sopir yang sudah lama tidak aktif, tapi namanya masih tercantum sebagai pegawai honorer.
Tak kalah mencengangkan, informasi lain menyebut ada honorer yang jarang masuk, namun kini telah diangkat sebagai PPPK.
“Ada dugaan permainan daftar kehadiran. Ini jadi pertanyaan besar di internal kantor,” lanjut sumber tersebut.
Kepala Inspektorat Sidrap, Mustari Kadir, mengonfirmasi pihaknya tengah mendalami kasus ini.
“Belum jadi LHP-nya, masih berjalan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sekretaris Satpol PP dan Damkar, Andi Agustianti, membenarkan bahwa memang ada honorer yang masih terdaftar, tapi tidak lagi menerima honor.
“Secara administrasi tercatat, tapi honornya dikembalikan ke kas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian itu akibat miskomunikasi internal.
“Ada nama, tapi uangnya tidak cair. Itu yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Jumlah tenaga honorer yang terdata saat ini yakni 128 orang untuk Satpol PP dan 123 orang di Damkar. Honor bulanan mereka berkisar Rp700 ribu hingga Rp1,4 juta. (bm)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar