Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pra Peradilan Baznas Enrekang Mengguncang Kejaksaan: Ahli Tegaskan Zakat Bukan Keuangan Negara, Audit Inspektorat Cacat Hukum

Pra Peradilan Baznas Enrekang Mengguncang Kejaksaan: Ahli Tegaskan Zakat Bukan Keuangan Negara, Audit Inspektorat Cacat Hukum

  • account_circle Basir
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- — Proses pra peradilan dalam perkara dugaan korupsi yang menyeret pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang kini resmi bergulir di Pengadilan Negeri Enrekang. Sidang ini tidak sekadar menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka, tetapi juga membuka fakta serius adanya dugaan kesalahan kewenangan, salah penerapan rezim hukum, serta cacat prosedural sejak tahap awal penyidikan.

Memasuki hari keempat sidang pra peradilan, Kamis 18 Desember 2025, pemohon menghadirkan Ahli Administrasi Negara, Prof. Dr. H. Lauddin Marsuni, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI). Keterangan yang disampaikan di hadapan hakim tunggal tersebut menjadi titik krusial yang mengguncang konstruksi hukum yang selama ini dibangun oleh penyidik dalam perkara BAZNAS Enrekang.

Dalam keterangannya, Prof. Lauddin menjelaskan bahwa BAZNAS dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001 dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri. Secara hierarkis, BAZNAS bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama, bukan kepada pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa meskipun pimpinan BAZNAS kabupaten/kota diangkat dan diberhentikan oleh Bupati atau Wali Kota, pengangkatan tersebut bersifat administratif setelah memperoleh pertimbangan dari BAZNAS pusat, dan sama sekali tidak mengubah status kelembagaan BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural yang berdiri di luar perangkat daerah.

“Yang harus digarisbawahi, BAZNAS bukan perangkat daerah dan bukan SKPD. Karena itu, seluruh rezim hukum keuangan daerah tidak bisa serta-merta dipaksakan kepada BAZNAS,” tegas Prof. Lauddin di ruang sidang.

Pernyataan ahli menjadi semakin tajam ketika menyoroti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadikan salah satu dasar penetapan tersangka, termasuk klaim adanya kerugian negara sebesar Rp16,6 miliar.

Menurutnya, audit tersebut cacat hukum sejak dari hulu.

Prof. Lauddin menjelaskan bahwa Inspektorat memiliki kewenangan pengawasan internal yang terbatas hanya pada perangkat daerah sesuai lingkup pemerintahan masing-masing, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Sementara itu, BAZNAS secara tegas bukan perangkat daerah, sehingga secara kewenangan absolut Inspektorat tidak memiliki legitimasi hukum untuk melakukan audit, apalagi menghitung kerugian negara di BAZNAS.

“Jika kewenangan dasarnya tidak ada, maka seluruh produk hukumnya menjadi tidak sah. Kalau prosesnya salah dari awal, hasilnya pasti salah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa LHP yang diterbitkan oleh lembaga yang tidak berwenang tidak memiliki kekuatan hukum, tidak memenuhi prinsip legalitas, dan tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah dalam penetapan tersangka.

Kesalahan ini, menurutnya, bukan kesalahan administratif biasa, melainkan cacat kewenangan yang bersifat fundamental.
Lebih lanjut, Prof. Lauddin memaparkan secara sistematis bahwa dana zakat bukan bagian dari keuangan negara, baik ditinjau dari sumber perolehan maupun mekanisme pengelolaannya.

Ia menjelaskan bahwa sumber keuangan negara sebagaimana dikenal dalam hukum keuangan negara meliputi pajak, penerimaan negara bukan pajak, hibah, denda, keuntungan BUMN, pinjaman negara, dan instrumen lain yang secara eksplisit diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Zakat tidak termasuk dalam seluruh kategori sumber keuangan negara tersebut,” tegasnya.

Pendapat tersebut, lanjut Prof. Lauddin, juga diperkuat oleh Ijtima Ulama yang berlangsung pada 28–31 Mei 2024 di Bangka Belitung, yang secara tegas menyatakan bahwa zakat bukan keuangan negara, melainkan dana umat yang dikelola berdasarkan prinsip syariat Islam.

Ia menambahkan, apabila zakat dipaksakan sebagai keuangan negara, maka secara logis dan yuridis pertanggungjawabannya seharusnya berada di bawah Menteri Keuangan, bukan Menteri Agama. Faktanya, BAZNAS berada di bawah rezim UU Pengelolaan Zakat, bukan UU Keuangan Negara, sehingga konstruksi hukum yang dipakai penyidik dinilai keliru sejak awal.
Dalam konteks penetapan tersangka, ahli juga menyoroti dalil termohon yang menyatakan telah memiliki dua alat bukti, di mana salah satunya bersumber dari produk Inspektorat Sulsel. Menurutnya, alat bukti yang lahir dari lembaga yang tidak berwenang kehilangan legitimasi yuridisnya.

“Pertanyaannya sederhana: bagaimana mungkin alat bukti lahir dari lembaga yang tidak punya kewenangan? Jika dasar kewenangannya salah, maka seluruh bangunan hukumnya runtuh,” tegas Prof. Lauddin.
Ia menegaskan bahwa kesalahan kewenangan (error in authority) merupakan cacat serius yang tidak dapat diperbaiki di tahap lanjutan proses pidana, karena menyangkut prinsip dasar legalitas dan due process of law.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum pemohon, Adhi Bintang, menyatakan bahwa jalannya pra peradilan semakin memperjelas bahwa proses penyidikan serta seluruh tuduhan terhadap Komisioner dan mantan Komisioner BAZNAS Enrekang dilakukan secara serampangan, tidak cermat, dan sarat cacat hukum.

Menurutnya, fakta-fakta persidangan menunjukkan adanya pemaksaan rezim hukum keuangan negara terhadap lembaga yang secara tegas berada di luar lingkup tersebut. Ia menilai, pra peradilan ini menjadi momentum penting untuk mengoreksi praktik penegakan hukum yang menyimpang dan berpotensi mencederai rasa keadilan.

Sidang pra peradilan ini pun dinilai sebagai ujian serius bagi profesionalisme aparat penegak hukum, khususnya dalam memahami dan membedakan antara rezim hukum keuangan negara dan rezim hukum pengelolaan zakat. Kesalahan dalam membedakan keduanya, dinilai berpotensi melahirkan kriminalisasi dan preseden buruk dalam penegakan hukum nasional.

Para pemohon berharap, hakim tunggal yang memeriksa perkara pra peradilan ini dapat menjatuhkan putusan yang berlandaskan fakta-fakta persidangan, prinsip legalitas, serta keadilan substantif, sehingga pengadilan benar-benar menjadi benteng terakhir penegakan hukum yang adil.

Putusan yang akan dijatuhkan Pengadilan Negeri Enrekang tidak hanya menentukan nasib para pemohon, tetapi juga berpotensi menjadi preseden nasional dalam penanganan perkara yang melibatkan lembaga zakat di Indonesia.

Publik kini menanti satu pertanyaan mendasar: apakah hukum akan ditegakkan berdasarkan kewenangan yang sah dan konstitusional, atau justru membenarkan praktik penegakan hukum yang cacat sejak dari hulunya.(**)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dikbud Enrekang Juara 1 Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

    Dikbud Enrekang Juara 1 Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 62
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Enrekang berhasil meraih Juara 1 Lomba Gerak Jalan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil penilaian panitia pelaksana yang ditetapkan di Enrekang pada 17 Agustus 2026, Dikbud Enrekang memperoleh nilai 1.815, sekaligus menempatkannya di posisi teratas dari […]

  • Perjanjian Kinerja Diperkuat, Wabup Sudirman Dorong Aparatur Bekerja Lebih Mandiri dan Bertanggung Jawab

    Perjanjian Kinerja Diperkuat, Wabup Sudirman Dorong Aparatur Bekerja Lebih Mandiri dan Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Perjanjian Kinerja Diperkuat, Wabup Sudirman Dorong Aparatur Bekerja Lebih Mandiri dan Bertanggung Jawab PINRANG,KABAR KITA.CO.ID— Upaya membangun budaya kerja aparatur yang lebih terarah, terukur dan bertanggung jawab terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang. Salah satunya melalui evaluasi terhadap perjanjian kinerja dan pakta integritas yang menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap aparatur memahami tugas dan tanggung […]

  • Satgas TMMD ke 125 Memacu Penyelesaian Pengerjaan Sumur Bor Guna Penuhi Kebutuhan Air Bersih.

    Satgas TMMD ke 125 Memacu Penyelesaian Pengerjaan Sumur Bor Guna Penuhi Kebutuhan Air Bersih.

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 337
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1419/Enrekang terus memacu penyelesaian pengerjaan sumur bor di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Rabu (13/8/2025). Proyek ini dmenjadi solusi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat. Pengeboran dilakukan dengan kedalaman yang telah diperhitungkan untuk menghasilkan debit air optimal. Nantinya, air akan dialirkan ke […]

  • Babinsa Bersama Kepala Desa Ranga Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Buttu Passe

    Babinsa Bersama Kepala Desa Ranga Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Buttu Passe

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 84
    • 0Komentar

    ENREKANGKABAR KITA.CO.ID-Kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Enrekang. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Gunung Buttu Passe, Dusun Ranga, Desa Ranga, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Jumat (28/08/2026). Kebakaran tersebut diketahui setelah Kepala Desa Ranga, Muh. Saing, S.Pd., yang kebetulan melintas di jalan menuju Desa Ranga, melihat kepulan asap dari kawasan Gunung Buttu Passe. Menyadari adanya […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 851
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Hujan Seharian, Genangi gedung Perkantoran Dan Permukiman di Enrekang

    Hujan Seharian, Genangi gedung Perkantoran Dan Permukiman di Enrekang

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Enrekang,  KABAR KITA.CO.ID- Hujan deras yang mengguyur wilayah kota Enrekang sejak siang hingga sore hari menyebabkan sejumlah saluran got meluap dan menggenangi jalan poros Enrekang–Toraja, permukiman warga, serta sejumlah kantor pemerintahan, Sabtu (31/5/2025). Dari pantauan di lapangan, air yang meluap terlihat cukup deras di beberapa titik, terutama di Kelurahan Puserren, Kelurahan Juppandang, Kelurahan Lewaja, dan […]

expand_less