Perkuat Nilai Keagamaan di Desa, Pemkab Sidrap Dukung Penuh Program Binaan Desa Dakwah MUI
- account_circle Iful -
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Upaya meneguhkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai daerah yang religius mendapat dorongan baru melalui program Binaan Desa Dakwah yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap. Program ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat sekaligus membentuk karakter yang konstruktif dan berdaya saing.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran pengurus MUI Sidrap dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap yang berlangsung di ruang kerja Bupati, Kantor SKPD, Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif didampingi Wakil Bupati Nurkanaah dan Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh menerima langsung jajaran pengurus MUI Sidrap. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muhammad Syairin serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI Sidrap dalam menghadirkan program pembinaan berbasis desa tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program ini sangat strategis dalam membangun masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki karakter dan etos kerja yang baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, terdapat delapan desa yang menjadi lokus pelaksanaan program, yakni Desa Tanatoro, Desa Belawae, Desa Dengen-Dengen, Desa Buntu Buangin, Desa Leppangen, Desa Lombok, Desa Cenrana, dan Desa Compong.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya metode dakwah yang santun, bijak, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar pesan keagamaan dapat diterima secara luas dan efektif di tengah keberagaman karakter masyarakat desa.
“Dakwah harus dilakukan dengan bil hikmah wal mau’izhah al-hasanah, yakni dengan hikmah dan nasihat yang baik, serta memahami kondisi masyarakat di masing-masing desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syaharuddin berharap kehadiran MUI melalui program ini dapat memberikan pembinaan berkelanjutan, khususnya dalam membangun etos kerja, moralitas, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Dengan hadirnya MUI, kita berharap ada pembinaan khusus yang mampu mendorong masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keagamaan maupun kontribusinya terhadap pembangunan daerah,” tambahnya.
Program Binaan Desa Dakwah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi spiritual masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Sidrap yang maju, religius, dan harmonis. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar