Bupati Sidrap Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Kalosi Alau, Pastikan Bantuan untuk Korban
- account_circle Uterus
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Musibah kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Api tiba-tiba membesar dan membumbung tinggi hingga dengan cepat merambat ke dua rumah yang berdampingan. Kedua rumah tersebut diketahui milik Lawise Las dan Damise Las.
Warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya pemadaman kemudian dibantu mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.
Kobaran api mengakibatkan kerugian material cukup besar. Sedikitnya tiga mobil, empat sepeda motor dan tiga mesin jahit ikut terbakar. Sejumlah barang berharga lainnya juga dilaporkan turut terdampak.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang mengunjungi lokasi kejadian mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang diperparah kondisi cuaca panas.
“Terjadi sekitar pukul 2 atau 3 sore. Dampaknya ada dua rumah yang terbakar. Rumah Pak Lawise yang berprofesi sebagai bengkel mobil, beberapa motor dan mobil ikut terbakar. Rumah Pak Damise yang juga bengkel las ikut terbakar karena posisinya bertetangga,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, musibah tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Namun, ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Namanya musibah, tentu tidak ada yang menginginkan. Kita bersyukur tidak ada korban. Kalau soal material, saya yakin pemerintah daerah pasti akan membantu, begitu juga keluarga dan pihak lainnya,” katanya.
Syaharuddin menyebutkan, pemerintah masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang dialami korban. Pendataan dilakukan oleh BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan.
“Kerugiannya masih dihitung. Sepertinya cukup banyak karena ada beberapa motor dan mobil, belum lagi uang, emas dan barang lainnya,” jelasnya.
Untuk sementara, kedua keluarga korban akan mengungsi ke rumah kerabat. Pemerintah melalui Dinas Sosial dan BPBD juga telah menyiapkan bantuan awal untuk meringankan beban korban.
“Nanti segera kita bantu berupa bantuan uang tunai untuk meringankan kerugian korban kebakaran,” ungkapnya.
Menghadapi musim kemarau yang disertai cuaca panas, Syaharuddin mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya akibat korsleting listrik.
Pemkab Sidrap, kata dia, telah melakukan langkah mitigasi dengan meminta pemerintah desa menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui masjid.
“Musim kemarau ini air terbatas, cuaca panas, dan penyebab kebakaran juga banyak dari korsleting listrik. Kami sudah meminta semua desa mengumumkan kepada masyarakat agar waspada,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga mencabut colokan listrik yang tidak digunakan, tidak meninggalkan rumah terlalu lama tanpa pengawasan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang yang dapat membuat api cepat membesar.
“Kalau tidak dipakai, segera dicabut. Rumah juga harus dijaga dan jangan terlalu lama ditinggalkan. Karena kondisi panas dan angin kencang bisa menyebabkan api cepat membesar dan korbannya semakin banyak,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar