Jajaran Personil Kodim 1419 Enrekang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Latimojong-Lakawan Enrekang
- account_circle Basir
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jajaran Personil Kodim 1419 Enrekang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Latimojong-Lakawan Enrekang
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID--M<span;>elalui jajaran Kodim 1419/Enrekang terus terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Peran personel tidak hanya dalam proses pemadaman, tetapi juga pencegahan.
“Kami terus aktif melalui koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri, BPBD, Damkar, Polhut serta masyarakat. Ketika kebakaran, Babinsa diarahkan untuk segera turun ke lokasi, berkoordinasi dengan unsur terkait dan membantu proses pemadaman bersama masyarakat,” kata Komandan Kodim 1419/Enrekang Letkol Inf Hendra Kusuma Wijaya , Jumat (4/9/2026).
Lebih lanjut brliau mengatakan pihaknya menginstruksikan jajaran Koramil dan Babinsa meningkatkan pemantauan di wilayah rawan Karhutla. Kawasan yang menjadi perhatian terutama hutan, lahan kering dan daerah pegunungan.
“Kami rutin melaksanakan kegiatan patroli untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar apabila membuka lahan, jangan sekali-kali membakar,” ujarnya.
Selain pemadaman, personel TNI juga melaksanakan pemantauan pascakebakaran. Tujuannya untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
“Personel juga tetap melakukan pemantauan setelah api berhasil dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” tegasnya.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah rawan kebakaran. TNI memberikan edukasi agar warga tidak melakukan pembakaran secara sembarangan saat membuka lahan, terutama pada musim kemarau.
“Selain patroli, kami juga mendorong pemasangan baliho di sejumlah titik rawan sebagai bagian dari sosialisasi pencegahan karhutla. Kesiapsiagaan personel ditingkatkan agar laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” paparnya.
Hendra menyebut kebakaran di kawasan Gunung Tabaro menghanguskan sekitar 27 hektare lahan, kawasan Latimojong sekitar 7,5 hektare dan Bambapuang sekitar 10 hektare. Adapun dampak kebakaran yang terluas terjadi Kawasan Gunung Lakawan dengan luasan kebakaran sekitar 35 hektare.
“Ada beberapa titik kebakaran yang terjadi selama sebulan terakhir mulai Juli sampai awal September dengan total 215,5 hektare. Yang terparah mengalami kebakaran di kawasan Gunung Lakawan dengan luas kebakaran kurang lebih 35 hektare,” rincinya.
Dalam penanganan karhutla, personel gabungan menghadapi kendala medan yang terjal dan sulit dijangkau. Kondisi ini membuat kendaraan pemadam tidak dapat mendekati sejumlah titik api sehingga pemadaman harus dilakukan secara manual.
“Khususnya kebakaran yang terjadi di kawasan pegunungan, medan cukup terjal dan sulit dijangkau,” ujarnya.
Kondisi cuaca yang panas dan kering serta angin kencang turut mempercepat penyebaran api. Banyaknya vegetasi dan daun kering juga membuat api mudah kembali menyala setelah proses pemadaman.
“Keterbatasan sumber air di beberapa lokasi menjadi kendala lain yang dihadapi petugas. Meski demikian, TNI bersama unsur terkait terus meningkatkan koordinasi untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas,” paparnya.(Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar