Saling Menguatkan, Sidrap dan Hulu Sungai Utara Berbagi Inovasi Demi Kemajuan Daerah
- account_circle Uterus
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, saling menguatkan melalui pertukaran dan replikasi inovasi daerah.
Upaya tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Saromase SKPD, Kompleks Perkantoran Bupati Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan untuk memperkuat pembangunan yang berdampak bagi masyarakat tersebut, dirangkaikan Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kerja sama tersebut menjadi ruang bagi kedua daerah untuk saling belajar dan mengambil praktik baik yang telah dikembangkan masing-masing.
“Hulu Sungai Utara memiliki 116 inovasi daerah, sementara Sidrap memiliki 126 inovasi yang dihimpun dari desa, kelurahan, dan perangkat daerah. Lewat inovasi ini kita sama-sama berbagi ilmu,” kata Syaharuddin.
Menurutnya, inovasi daerah tidak semestinya berhenti sebagai program di satu wilayah. Praktik yang terbukti memberi manfaat dapat dipelajari dan diterapkan di daerah lain sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing.
“Apa yang baik di Hulu Sungai Utara kita ambil, apa yang perlu dicontoh kita pelajari. Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang kita miliki,” ujarnya.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam MoU antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Ruang lingkupnya mencakup bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, termasuk replikasi inovasi daerah pada sektor pertanian, pengelolaan pajak daerah, dan digitalisasi layanan.
Pertukaran pengalaman juga menyentuh sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan kedua daerah. Syaharuddin menyebut Sidrap dan Hulu Sungai Utara memiliki karakter sebagai daerah pertanian, meski kondisi lahannya berbeda.
“Karakter daerah kita mirip, sama-sama pertanian. Bedanya, di sana lebih banyak rawa,” katanya.
Di Sidrap, sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah terus menjaga produktivitas pertanian di tengah kemarau dan fenomena El Nino melalui berbagai upaya, termasuk program listrik masuk sawah.
Syaharuddin menyebut dari sekitar 51.000 hektare lahan yang ditanami, sekitar 4.500 hektare terdampak kemarau. Sementara sekitar 46.000 hektare lainnya masih berhasil dipanen.
“Kita terus bekerja maksimal karena sumber pendapatan utama di sini sektor tanaman pangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pengembangan pertanian inklusif dengan melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.
Potensi tersebut, kata Syaharuddin, dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dibagikan dalam kerja sama antardaerah.
Ia mencontohkan Desa Padangloang Alau yang memiliki sekitar 591 hektare lahan persawahan. Dalam satu kali panen, nilai produksinya disebut mencapai sekitar Rp67 miliar.
“Ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang ada di desa. Kita ingin sektor pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Hero Setiawan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ia mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi dan pengalaman yang dikembangkan Sidrap.
“Kami datang ke sini disambut seperti saudara,” kata Hero.
Hero menyebut Hulu Sungai Utara memiliki potensi dan karakter wilayah yang memiliki kemiripan dengan Sidrap, khususnya pada sektor pertanian. Perbedaannya, wilayah pertanian di Hulu Sungai Utara lebih banyak berupa lahan rawa.
Kesamaan dan perbedaan tersebut menjadi ruang untuk saling belajar. Melalui kerja sama, inovasi yang telah dikembangkan di masing-masing daerah dapat menjadi referensi untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Bapenda Sulsel, jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, sejumlah kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar