Akselerasi PLTB Sidrap II, Bupati Syaharuddin Temui Manajemen PT Barito Wind Energy di Jakarta
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar

JAKARTA, KBK – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melakukan langkah strategis dalam mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap II. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan dengan jajaran manajemen PT Barito Wind Energy di Hotel Kimaya, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada akselerasi proyek ekspansi PLTB Sidrap sekaligus mematangkan sejumlah poin kesepakatan penting antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan pihak perusahaan.
Bupati Syaharuddin hadir didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, sejumlah kepala OPD, serta pejabat terkait. Turut hadir Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim. Rombongan diterima langsung oleh manajemen PT Barito Wind Energy, di antaranya Laksmi Prasvita, Teuku Nofizal, Pribadhi Satriawan, dan Zerry Antro.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memberi perhatian khusus terhadap penyelesaian komitmen lama, terutama pembangunan kawasan wisata (tourism area) PLTB yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 80 persen.
“Kami minta tolong tourism area dituntaskan supaya bisa dimanfaatkan secara maksimal, karena banyak tamu yang datang,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan, penyelesaian kawasan tersebut tidak menggunakan dana CSR agar tidak mengganggu program pemberdayaan masyarakat lainnya. Menurutnya, kawasan wisata PLTB merupakan wajah investasi daerah yang harus ditata dengan baik.
“Intinya dirapikan, supaya menjadi branding untuk PLTB di Sidrap,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga menyinggung soal bagi hasil atau bonus produksi PLTB yang saat ini masih menunggu regulasi dari DPR RI dan Kementerian ESDM.
“Mengenai bonus produksi, kita menunggu regulasi. Begitu aturan sudah ada, kita jalankan sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Terkait rencana pengembangan PLTB Sidrap II, Syaharuddin menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan pengusaha lokal, termasuk penggunaan material dari daerah.
“Pesan saya, libatkan tenaga kerja lokal dan gunakan material lokal agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh untuk mempercepat proses administrasi, termasuk pengurusan Amdal di tingkat provinsi. Bahkan, ia menawarkan fasilitas perkantoran di lingkungan Kantor Bupati bagi tim perusahaan guna memperlancar koordinasi.
“Kalau diperlukan, silakan berkantor di Sidrap untuk mempercepat proses,” tandasnya.
Sementara itu, Head of Finance PT Barito Wind Energy, Teuku Nofizal, mengungkapkan bahwa proyek Sidrap II direncanakan memiliki kapasitas sebesar 75 Megawatt (MW). Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan tahap akuisisi lahan dan studi teknis sambil menunggu pengumuman tender resmi dari PT PLN.
“Salah satu syarat utama adalah dokumen Amdal. Kami targetkan tahun ini ada pengumuman tender sehingga proyek 75 MW ini bisa segera diajukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Head of Public Social Investment and Communication, Laksmi Prasvita, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Sidrap sebagai kawasan PLTB terbesar dan terdepan di Indonesia.
“Semoga pengembangan Sidrap II berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkasnya.(GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar