Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kejati Sulsel Dorong Investasi Tambang Berkeadilan Lewat Skema JVC dan Dukungan Hukum

Kejati Sulsel Dorong Investasi Tambang Berkeadilan Lewat Skema JVC dan Dukungan Hukum

  • account_circle Uterus
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat dan mengamankan investasi sektor pertambangan yang berkeadilan.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Percepatan dan Pengamanan Investasi Sektor Pertambangan di Provinsi Sulawesi Selatan”, Selasa (15/7/2025), Kejati menggandeng berbagai pemangku kepentingan di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar.

FGD ini menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan patungan (Joint Venture Corporation/JVC) antara BUMD dan swasta agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.

Kepala Kejati Sulsel, Agus Salim, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Investasi Sulsel, menegaskan peran strategis kejaksaan dalam memastikan kerja sama antar pihak berjalan sesuai aturan.

Menurutnya, pembentukan Satgas adalah bentuk konkret dukungan terhadap visi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“Posisi kejaksaan adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi fraud. Kami mem-backup kerja sama JVC seperti antara PT SCI dan PT Ifishdeco dalam pengelolaan tambang nikel, termasuk di Blok Lingke Utara dan Bulubalang,” jelas Agus Salim.

FGD ini juga menghadirkan Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, yang mengupas tantangan pengelolaan sumber daya alam oleh BUMD. Ia mengakui bahwa perbedaan regulasi antara swasta dan pemerintah kerap menghambat proses awal kerja sama, namun Satgas diharapkan mampu menyatukan perbedaan itu menjadi solusi konkret.

“Satgas ini harus jadi jembatan. Jangan sampai birokrasi membuat investor lari,” tegasnya.

Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (SCI), Aryadi, turut memaparkan perkembangan terkini BUMD milik Pemprov Sulsel tersebut. Fokusnya saat ini adalah penguatan SDM, pencarian mitra strategis, dan peningkatan kinerja dividen agar SCI benar-benar berperan dalam ekonomi daerah.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Ifishdeco Tbk, Muhammad Ishaq, mengungkap dinamika proses lelang prioritas tiga blok tambang eks PT Vale di Kementerian ESDM. Ia menyebut kerja sama dengan PT SCI sebagai bentuk sinergi dalam membangun industri pertambangan nasional yang sehat dan profesional.

FGD ini mempertegas peran Kejati Sulsel bukan sekadar pengawas hukum, tetapi juga akselerator pembangunan yang menghadirkan kepastian hukum, efisiensi birokrasi, dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam Sulsel. (bm) 

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Uterus

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less