Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 327
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Syamsinar Ramadhani Desember 2025 seharusnya menjadi penanda akhir yang membahagiakan bagi perjalanan akademik seorang mahasiswa. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan data, teori, observasi lapangan, dan revisi tanpa henti, ujian skripsi menjadi gerbang terakhir menuju kelulusan. Namun bagi saya, hari itu justru menyisakan tanda tanya besar: apa sebenarnya makna sebuah nilai akademik jika ia tidak merepresentasikan proses ilmiah yang telah dilalui?

Di ruang ujian munaqasyah, saya menerima nilai terendah di kelas. Bukan karena absen metodologi, bukan pula karena penelitian fiktif, melainkan karena penilaian yang terasa tidak sejalan dengan isi dan tujuan skripsi. Kekecewaan itu bukan semata soal angka, melainkan soal keadilan akademik yang terasa dipertanyakan.

Skripsi yang saya tulis berjudul _“Pengaruh Kualitas dan Branding terhadap Loyalitas Pelanggan Kopi Keliling sebagai Gaya Hidup Gen Z: Pendekatan Ekonomi Syariah.”_ Penelitian ini disusun mengikuti pedoman Karya Tulis Ilmiah (KTI), menggunakan instrumen yang teruji, serta dilandasi riset lapangan yang nyata. Observasi dilakukan, problem sosial-ekonomi dikaji, kuesioner disebarkan, dan data dianalisis untuk melihat hubungan antarvariabel secara empiris.

Namun dalam forum ujian, diskusi justru bergerak jauh dari substansi skripsi. Pertanyaan yang diajukan tidak lagi berangkat dari tujuan penelitian, bahkan melebar ke wilayah yang tidak relevan dengan fokus kajian. Lebih ironis lagi, penilaian terhadap skripsi disampaikan tanpa membuka naskah, hanya berdasar pada kesan sepintas dari judul. Tulisan saya langsung dicap “tidak mengandung unsur Ekonomi Syariah” dan dianggap sekadar kajian psikologi sosial.

Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ujian skripsi semestinya menjadi ruang dialog ilmiah, bukan arena asumsi. Ketika penilaian lahir tanpa pembacaan yang utuh, maka yang diuji bukan lagi kualitas karya, melainkan kemampuan mahasiswa bertahan dari subjektivitas.

Pengalaman ini bukan kasus tunggal. Banyak mahasiswa mengalami kegelisahan serupa, namun memilih diam karena khawatir dianggap tidak siap dikritik. Padahal kritik yang sehat lahir dari pembacaan yang jujur dan pertanyaan yang relevan.

Tulisan ini bukan untuk menuntut pembenaran diri, melainkan untuk mengajak refleksi bersama. Nilai akademik bukan sekadar angka di transkrip, tetapi representasi dari proses berpikir, kerja ilmiah, dan integritas akademik.

Sebab jika nilai tak lagi mencerminkan usaha, maka pertanyaan yang tersisa adalah: untuk apa kita diajarkan berpikir ilmiah, jika hasil akhirnya tak berpijak pada keadilan akademik?. (EnP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Enrekang Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka HUT ke-80 RI

    Bupati Enrekang Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka HUT ke-80 RI

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 384
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–Bupati Enrekang, H. Muhammad Yusuf Ritangnga, bertindak sebagai pembina upacara pada pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Enrekang tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar pada Jumat malam (15/8/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, dengan mengusung tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”. Sebanyak 70 pelajar terbaik dari berbagai SMA di […]

  • Senyap dan Presisi, BNNP Sulsel Ungkap 1 Kg Sabu di Sidrap: RD Ditangkap, Jaringan Diburu

    Senyap dan Presisi, BNNP Sulsel Ungkap 1 Kg Sabu di Sidrap: RD Ditangkap, Jaringan Diburu

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 129
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sulawesi Selatan kembali membuahkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel mengungkap peredaran narkotika golongan I jenis sabu seberat 1 kilogram di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui operasi senyap yang berlangsung pada awal Desember 2025. Dalam rilis resmi, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel Kombes Pol Ardiansyah, S.I.K., […]

  • Dorong Koperasi Maju dan Mandiri, Kadis Koperasi Pinrang Kent Mukti Ali Beri Arahan Inspiratif ke KSP Nara Jaya Rezki

    Dorong Koperasi Maju dan Mandiri, Kadis Koperasi Pinrang Kent Mukti Ali Beri Arahan Inspiratif ke KSP Nara Jaya Rezki

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 188
    • 0Komentar

    PINRANG, KBK — Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pinrang Kent Mukti Ali bersama jajaran staf melakukan kunjungan kerja dan pembinaan langsung ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nara Jaya Rezki, di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/11/2025). Kunjungan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memperkuat tata kelola koperasi di tingkat akar […]

  • Ngopi Bareng, Jalin Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Kodim 1419 Enrekang DiLokasi Pengerjaan Fisik

    Ngopi Bareng, Jalin Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Kodim 1419 Enrekang DiLokasi Pengerjaan Fisik

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 257
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat jelas di lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1419/Enrekang. Di sela-sela padatnya aktivitas mengerjakan sasaran fisik, para personel Satgas TMMD memanfaatkan waktu istirahat untuk bercengkerama bersama masyarakat setempat, Senin (28/7/2025). Dengan penuh keakraban, anggota Satgas TMMD duduk bersama warga sambil menikmati suguhan sederhana berupa kopi […]

  • Bupati Syaharuddin Alrif Bicara Lumbung Pangan dan MBG di TV Nasional

    Bupati Syaharuddin Alrif Bicara Lumbung Pangan dan MBG di TV Nasional

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 316
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, tampil sebagai narasumber dalam program Nation Hub CNBC Indonesia, yang disiarkan langsung pada Jumat (18/7/2025) pukul 18.15 WIB. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum Apkasi sekaligus Koordinator Bidang Pangan, Syaharuddin membahas dukungan daerah terhadap program swasembada pangan nasional dan makan bergizi gratis (MBG). Dalam dialog tersebut, […]

  • Pamsimas Kembali Hidup, Kepala Desa Apresiasi Kerja Sama Warga Bila Riase

    Pamsimas Kembali Hidup, Kepala Desa Apresiasi Kerja Sama Warga Bila Riase

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 433
    • 0Komentar

    SIDRAP — Kabar gembira datang dari warga Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap. Setelah hampir setahun mengalami gangguan, layanan air bersih dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) akhirnya kembali normal dan bisa dinikmati oleh masyarakat, khususnya di Dusun 4 dan 5. Pemulihan ini berawal dari musyawarah antara pemerintah desa, pengurus […]

expand_less