Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 369
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Syamsinar Ramadhani Desember 2025 seharusnya menjadi penanda akhir yang membahagiakan bagi perjalanan akademik seorang mahasiswa. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan data, teori, observasi lapangan, dan revisi tanpa henti, ujian skripsi menjadi gerbang terakhir menuju kelulusan. Namun bagi saya, hari itu justru menyisakan tanda tanya besar: apa sebenarnya makna sebuah nilai akademik jika ia tidak merepresentasikan proses ilmiah yang telah dilalui?

Di ruang ujian munaqasyah, saya menerima nilai terendah di kelas. Bukan karena absen metodologi, bukan pula karena penelitian fiktif, melainkan karena penilaian yang terasa tidak sejalan dengan isi dan tujuan skripsi. Kekecewaan itu bukan semata soal angka, melainkan soal keadilan akademik yang terasa dipertanyakan.

Skripsi yang saya tulis berjudul _“Pengaruh Kualitas dan Branding terhadap Loyalitas Pelanggan Kopi Keliling sebagai Gaya Hidup Gen Z: Pendekatan Ekonomi Syariah.”_ Penelitian ini disusun mengikuti pedoman Karya Tulis Ilmiah (KTI), menggunakan instrumen yang teruji, serta dilandasi riset lapangan yang nyata. Observasi dilakukan, problem sosial-ekonomi dikaji, kuesioner disebarkan, dan data dianalisis untuk melihat hubungan antarvariabel secara empiris.

Namun dalam forum ujian, diskusi justru bergerak jauh dari substansi skripsi. Pertanyaan yang diajukan tidak lagi berangkat dari tujuan penelitian, bahkan melebar ke wilayah yang tidak relevan dengan fokus kajian. Lebih ironis lagi, penilaian terhadap skripsi disampaikan tanpa membuka naskah, hanya berdasar pada kesan sepintas dari judul. Tulisan saya langsung dicap “tidak mengandung unsur Ekonomi Syariah” dan dianggap sekadar kajian psikologi sosial.

Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ujian skripsi semestinya menjadi ruang dialog ilmiah, bukan arena asumsi. Ketika penilaian lahir tanpa pembacaan yang utuh, maka yang diuji bukan lagi kualitas karya, melainkan kemampuan mahasiswa bertahan dari subjektivitas.

Pengalaman ini bukan kasus tunggal. Banyak mahasiswa mengalami kegelisahan serupa, namun memilih diam karena khawatir dianggap tidak siap dikritik. Padahal kritik yang sehat lahir dari pembacaan yang jujur dan pertanyaan yang relevan.

Tulisan ini bukan untuk menuntut pembenaran diri, melainkan untuk mengajak refleksi bersama. Nilai akademik bukan sekadar angka di transkrip, tetapi representasi dari proses berpikir, kerja ilmiah, dan integritas akademik.

Sebab jika nilai tak lagi mencerminkan usaha, maka pertanyaan yang tersisa adalah: untuk apa kita diajarkan berpikir ilmiah, jika hasil akhirnya tak berpijak pada keadilan akademik?. (EnP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemdes Lombo Gelar Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng

    Pemdes Lombo Gelar Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap.– Pemerintah Desa Lombo menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Mesjid Al Mujahidin Dusun 4 Panreng, yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan yang penuh berkah kamis 26 Februari 2026. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lombo, Wahidin, bersama Ketua BPD, aparat desa, serta masyarakat Desa Lombo. Dan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam […]

  • Sidrap Ukir Sejarah, Jadi Tuan Rumah Audisi Dangdut Academy 8 Indosiar

    Sidrap Ukir Sejarah, Jadi Tuan Rumah Audisi Dangdut Academy 8 Indosiar

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 347
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, resmi mencatatkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah audisi ajang pencarian bakat nasional Dangdut Academy musim ke-8 (DA8) yang digelar oleh Indosiar. Penunjukan ini bukan sekadar simbolis. Sidrap dinilai telah memenuhi berbagai aspek kesiapan, baik teknis maupun non-teknis, setelah melalui […]

  • Ladali Terima Rumah Baru, Kolaborasi Pemkab Sidrap dan Baznas Hadirkan Hunian Layak

    Ladali Terima Rumah Baru, Kolaborasi Pemkab Sidrap dan Baznas Hadirkan Hunian Layak

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SIDRAP — Senyum bahagia terpancar dari wajah Ladali, warga Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, saat menerima kunci rumah barunya, Ahad (26/7/2026). Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi rapuh dan tidak layak huni kini berubah menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak ditempati berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidrap. Penyerahan […]

  • Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto Lakukan Sidak ke Polsek Jajaran, Tegaskan Implementasi Commander Wish SETIA Presisi

    Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto Lakukan Sidak ke Polsek Jajaran, Tegaskan Implementasi Commander Wish SETIA Presisi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 375
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Kepala Kepolisian Resor Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H.,S.I.K.,M.H., meluncurkan program kerja unggulan yang tertuang dalam Commander Wish SETIA PRESISI. Program ini merupakan bentuk arahan strategis bagi Polres Enrekang dan seluruh Polsek jajaran guna meningkatkan profesionalisme, pelayanan publik, serta respons terhadap berbagai permasalahan di tengah masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Kapolres […]

  • Babinsa Kaluppini Dampingi Pembangunan Jembatan Armco, Progres Pekerjaan Capai 54 Persen

    Babinsa Kaluppini Dampingi Pembangunan Jembatan Armco, Progres Pekerjaan Capai 54 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 47
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID– Babinsa Desa Kaluppini Koramil 1419-02/Enrekang Sertu Salehuddin melaksanakan pendampingan kegiatan pembangunan jembatan Armco yang berada di wilayah Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Jumat 19/06/2026 Dalam kegiatan tersebut, Sertu Salehuddin turut memantau sekaligus membantu kelancaran proses pengerjaan yang saat ini memasuki tahap perakitan besi slop dan pemasangan besi lantai cor plat sebagai bagian […]

  • Bone Juara Sepak Takraw Porsenijar Sulsel 2026, Puji Keramahan dan Pelayanan Sidrap

    Bone Juara Sepak Takraw Porsenijar Sulsel 2026, Puji Keramahan dan Pelayanan Sidrap

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SIDRAP — Kontingen Kabupaten Bone berhasil menjadi juara cabang olahraga sepak takraw pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026. Prestasi tersebut ditandai dengan penyerahan medali emas oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Lapangan Sepak Takraw Kompleks Stadion Ganggawa, Pangkajene, Sabtu (4/7/2026). Kabupaten Bone memastikan diri sebagai peraih medali emas setelah tampil […]

expand_less