Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 380
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Syamsinar Ramadhani Desember 2025 seharusnya menjadi penanda akhir yang membahagiakan bagi perjalanan akademik seorang mahasiswa. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan data, teori, observasi lapangan, dan revisi tanpa henti, ujian skripsi menjadi gerbang terakhir menuju kelulusan. Namun bagi saya, hari itu justru menyisakan tanda tanya besar: apa sebenarnya makna sebuah nilai akademik jika ia tidak merepresentasikan proses ilmiah yang telah dilalui?

Di ruang ujian munaqasyah, saya menerima nilai terendah di kelas. Bukan karena absen metodologi, bukan pula karena penelitian fiktif, melainkan karena penilaian yang terasa tidak sejalan dengan isi dan tujuan skripsi. Kekecewaan itu bukan semata soal angka, melainkan soal keadilan akademik yang terasa dipertanyakan.

Skripsi yang saya tulis berjudul _“Pengaruh Kualitas dan Branding terhadap Loyalitas Pelanggan Kopi Keliling sebagai Gaya Hidup Gen Z: Pendekatan Ekonomi Syariah.”_ Penelitian ini disusun mengikuti pedoman Karya Tulis Ilmiah (KTI), menggunakan instrumen yang teruji, serta dilandasi riset lapangan yang nyata. Observasi dilakukan, problem sosial-ekonomi dikaji, kuesioner disebarkan, dan data dianalisis untuk melihat hubungan antarvariabel secara empiris.

Namun dalam forum ujian, diskusi justru bergerak jauh dari substansi skripsi. Pertanyaan yang diajukan tidak lagi berangkat dari tujuan penelitian, bahkan melebar ke wilayah yang tidak relevan dengan fokus kajian. Lebih ironis lagi, penilaian terhadap skripsi disampaikan tanpa membuka naskah, hanya berdasar pada kesan sepintas dari judul. Tulisan saya langsung dicap “tidak mengandung unsur Ekonomi Syariah” dan dianggap sekadar kajian psikologi sosial.

Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ujian skripsi semestinya menjadi ruang dialog ilmiah, bukan arena asumsi. Ketika penilaian lahir tanpa pembacaan yang utuh, maka yang diuji bukan lagi kualitas karya, melainkan kemampuan mahasiswa bertahan dari subjektivitas.

Pengalaman ini bukan kasus tunggal. Banyak mahasiswa mengalami kegelisahan serupa, namun memilih diam karena khawatir dianggap tidak siap dikritik. Padahal kritik yang sehat lahir dari pembacaan yang jujur dan pertanyaan yang relevan.

Tulisan ini bukan untuk menuntut pembenaran diri, melainkan untuk mengajak refleksi bersama. Nilai akademik bukan sekadar angka di transkrip, tetapi representasi dari proses berpikir, kerja ilmiah, dan integritas akademik.

Sebab jika nilai tak lagi mencerminkan usaha, maka pertanyaan yang tersisa adalah: untuk apa kita diajarkan berpikir ilmiah, jika hasil akhirnya tak berpijak pada keadilan akademik?. (EnP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sulsel Gelar Assessment Center Kasatlantas, Wakapolres Enrekang Ditugaskan Sebagai Asesor

    Polda Sulsel Gelar Assessment Center Kasatlantas, Wakapolres Enrekang Ditugaskan Sebagai Asesor

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 60
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–Dalam rangka mendukung pembinaan karier personel Polri serta mencetak pejabat yang profesional dan kompeten di bidang lalu lintas, Polda Sulawesi Selatan menggelar Assessment Center seleksi jabatan Kasatlantas Eselon IV A jajaran Polda Sulsel, bertempat di Ruang Assessment Center Biro SDM Polda Sulsel, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 12 perwira mengikuti tahapan assessment dengan melibatkan 28 asesor […]

  • Bupati Enrekang Dorong Konsultasi ke Empat Kementerian, Bahas Nasib 1.674 PPPK

    Bupati Enrekang Dorong Konsultasi ke Empat Kementerian, Bahas Nasib 1.674 PPPK

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 359
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID–  Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga menegaskan komitmennya dalam mencari solusi atas ketidakpastian nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Enrekang. Ia pun meminta Plh. Kepala BKPSDM Kurniawan dan Bagian Hukum Setda Enrekang untuk segera melakukan konsultasi ke empat kementerian terkait. Keempat kementerian tersebut adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 946
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Edy Basri Kembali Nahkodai IWO Sidrap 2025–2030: Musda Pertama Jadi Tonggak Regenerasi dan Strategi Baru Organisasi

    Edy Basri Kembali Nahkodai IWO Sidrap 2025–2030: Musda Pertama Jadi Tonggak Regenerasi dan Strategi Baru Organisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 232
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK– Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat sejarah baru dengan sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I Tahun 2025. Agenda akbar yang berlangsung di lantai 2 Hotel Grand Sidny Pangkajene, Rabu (24/9/2025) itu, bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan tonggak baru perjalanan organisasi pers di Bumi Nene Mallomo. Melalui forum tertinggi organisasi […]

  • Perkuat Sinergi, Pemkab Sidrap dan BNN Teken MoU Pemberantasan Narkoba

    Perkuat Sinergi, Pemkab Sidrap dan BNN Teken MoU Pemberantasan Narkoba

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidrap terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Sidrap, Rabu (22/4/2026). […]

  • UNIMEN Kembangkan Gula Aren Enrekang Menuju Pasar Nasional Melalui Teknologi dan Digitalisasi

    UNIMEN Kembangkan Gula Aren Enrekang Menuju Pasar Nasional Melalui Teknologi dan Digitalisasi

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 58
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID— Tim riset Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menggelar serangkaian pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gula aren di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Kegiatan tersebut merupakan implementasi program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Mengusung tema “Peningkatan […]

expand_less