Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

Kredibilitas di Ujung Sidang: Ketika Nilai tak Lagi Bicara

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 410
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Syamsinar Ramadhani Desember 2025 seharusnya menjadi penanda akhir yang membahagiakan bagi perjalanan akademik seorang mahasiswa. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan data, teori, observasi lapangan, dan revisi tanpa henti, ujian skripsi menjadi gerbang terakhir menuju kelulusan. Namun bagi saya, hari itu justru menyisakan tanda tanya besar: apa sebenarnya makna sebuah nilai akademik jika ia tidak merepresentasikan proses ilmiah yang telah dilalui?

Di ruang ujian munaqasyah, saya menerima nilai terendah di kelas. Bukan karena absen metodologi, bukan pula karena penelitian fiktif, melainkan karena penilaian yang terasa tidak sejalan dengan isi dan tujuan skripsi. Kekecewaan itu bukan semata soal angka, melainkan soal keadilan akademik yang terasa dipertanyakan.

Skripsi yang saya tulis berjudul _“Pengaruh Kualitas dan Branding terhadap Loyalitas Pelanggan Kopi Keliling sebagai Gaya Hidup Gen Z: Pendekatan Ekonomi Syariah.”_ Penelitian ini disusun mengikuti pedoman Karya Tulis Ilmiah (KTI), menggunakan instrumen yang teruji, serta dilandasi riset lapangan yang nyata. Observasi dilakukan, problem sosial-ekonomi dikaji, kuesioner disebarkan, dan data dianalisis untuk melihat hubungan antarvariabel secara empiris.

Namun dalam forum ujian, diskusi justru bergerak jauh dari substansi skripsi. Pertanyaan yang diajukan tidak lagi berangkat dari tujuan penelitian, bahkan melebar ke wilayah yang tidak relevan dengan fokus kajian. Lebih ironis lagi, penilaian terhadap skripsi disampaikan tanpa membuka naskah, hanya berdasar pada kesan sepintas dari judul. Tulisan saya langsung dicap “tidak mengandung unsur Ekonomi Syariah” dan dianggap sekadar kajian psikologi sosial.

Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ujian skripsi semestinya menjadi ruang dialog ilmiah, bukan arena asumsi. Ketika penilaian lahir tanpa pembacaan yang utuh, maka yang diuji bukan lagi kualitas karya, melainkan kemampuan mahasiswa bertahan dari subjektivitas.

Pengalaman ini bukan kasus tunggal. Banyak mahasiswa mengalami kegelisahan serupa, namun memilih diam karena khawatir dianggap tidak siap dikritik. Padahal kritik yang sehat lahir dari pembacaan yang jujur dan pertanyaan yang relevan.

Tulisan ini bukan untuk menuntut pembenaran diri, melainkan untuk mengajak refleksi bersama. Nilai akademik bukan sekadar angka di transkrip, tetapi representasi dari proses berpikir, kerja ilmiah, dan integritas akademik.

Sebab jika nilai tak lagi mencerminkan usaha, maka pertanyaan yang tersisa adalah: untuk apa kita diajarkan berpikir ilmiah, jika hasil akhirnya tak berpijak pada keadilan akademik?. (EnP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Target Pembangunan, Pengelasan Rangka Besi Jembatan Beton di Suppa Dikebut hingga Malam Hari

    Kejar Target Pembangunan, Pengelasan Rangka Besi Jembatan Beton di Suppa Dikebut hingga Malam Hari

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PiNRANG,KABAR KITA.CO.ID– Upaya mempercepat progres pembangunan jembatan beton di wilayah Desa Ujung Labuang, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, terus dilakukan. Salah satunya melalui pekerjaan pengelasan rangka besi jembatan yang dilaksanakan hingga malam hari, Kamis (3/9/2026). Pengerjaan pengelasan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan. Proses ini membutuhkan ketelitian dan ketepatan untuk memastikan rangka besi […]

  • Baitul Arqam Diikuti Mahasiswa Non Muslim, Uli Nuha: Muhammadiyah Itu Inklusif

    Baitul Arqam Diikuti Mahasiswa Non Muslim, Uli Nuha: Muhammadiyah Itu Inklusif

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 57
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Lembaga Pengembangan dan Pengamalan Al Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK), Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) sukses menggelar Baitul Arqam untuk Mahasiswa Baru Tahun 2026. Kegiatan Baitul Arqam Gelombang I ini diselenggarakan di Aula Kampus I UNIMEN selama 2 hari, Tanggal 10-11 Oktober 2026 yang diikuti oleh mahasiswa jenjang Sarjana dan Pascasarjana. Pelaksanaan Baitul Arqam Gelombang I […]

  • Sapril Badao Ikuti Bimtek Legislator PKS se-Sulsel, Perkuat Fungsi Legislasi dan Pengawasan

    Sapril Badao Ikuti Bimtek Legislator PKS se-Sulsel, Perkuat Fungsi Legislasi dan Pengawasan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Makassar,KSBAR KITA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Enrekang dari Fraksi PKS, Sapril Badao mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif PKS se-Sulawesi Selatan yang digelar oleh DPW PKS Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, pada 3–6 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “From Position to Power: Strategi Anggota Dewan PKS Mengelola Kebijakan dan Mempengaruhi Arah […]

  • Bupati dan Kepala BBPP Batangkaluku Panen Perdana MT I di Desa Sereang

    Bupati dan Kepala BBPP Batangkaluku Panen Perdana MT I di Desa Sereang

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 132
    • 0Komentar

    SIDRAP — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, melakukan panen perdana Musim Tanam Pertama (MT I) di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Rabu (28/1/2026). Panen ini merupakan hasil musim tanam Oktober–Desember 2025 dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah, petani, serta penyuluh dalam menjaga produktivitas sektor tanaman pangan di Sidrap. […]

  • IPIM Sidrap Resmi Dilantik, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jadikan Sidrap Kabupaten Religius

    IPIM Sidrap Resmi Dilantik, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jadikan Sidrap Kabupaten Religius

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 287
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Masjid Agung Sidrap menjadi saksi pelantikan Pengurus Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Sidrap yang berlangsung khidmat pada Jumat (15/8/2025). Acara ini diawali safari dakwah di 14 masjid, kemudian ditutup dengan zikir bersama yang dihadiri sekitar 200 jamaah. Ketua IPIM Sidrap, H. Bachtiar, S.HI, M.Si, dalam sambutannya memaparkan capaian periode sebelumnya, di antaranya […]

  • Kurang dari 12 Jam, Polres Sidrap Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Pitu Riase

    Kurang dari 12 Jam, Polres Sidrap Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Pitu Riase

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 238
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan di wilayah Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dalam waktu kurang dari 12 jam setelah penemuan jasad korban, pelaku berhasil diringkus oleh aparat kepolisian. Korban diketahui bernama Jumaisah (44), warga Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase. Sementara pelaku adalah Rustam bin Laintan (31), […]

expand_less